<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Uhealth</title>
  <link rel="self" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72" />
  <subtitle>Uhealth</subtitle>
  <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72</id>
  <updated>2026-05-04T12:53:29Z</updated>
  <dc:date>2026-05-04T12:53:29Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Test</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=4938501" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=4938501</id>
    <updated>2023-09-12T21:16:50Z</updated>
    <published>2023-09-12T14:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Test 123&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2023-09-12T14:03:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Training Tahap 2</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=92707" />
    <author>
      <name>Haminullah Ullah</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=92707</id>
    <updated>2023-06-20T06:42:20Z</updated>
    <published>2023-06-20T06:41:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Training Uhealth tahap 2 akan diselenggarakan di IKN&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Haminullah Ullah</dc:creator>
    <dc:date>2023-06-20T06:41:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pelatihan Pembuatan Berita Portal</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=92089" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=92089</id>
    <updated>2023-06-19T22:21:23Z</updated>
    <published>2023-06-19T22:13:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Selamat pagi, hari ini akan diadakan pelatihan portal Uhealth.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt; &lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2023-06-19T22:13:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>wqkekwq</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=88854" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=88854</id>
    <updated>2023-06-15T07:58:56Z</updated>
    <published>2023-06-15T07:58:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;akdjadkjandksa&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2023-06-15T07:58:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perlu Tahu Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=58965" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=58965</id>
    <updated>2023-05-08T05:10:59Z</updated>
    <published>2022-12-01T08:35:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;h2&gt;   &lt;strong&gt;Apa yang Terjadi Jika Obat Kortikosteroid Digunakan
    Secara Berlebihan?&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Efek samping yang ditimbulkan sangatlah luas, karena itu
  penggunaan   obat kortikosteroid perlu dipertimbangkan dengan baik.
  Bahkan,   penggunaan yang dilakukan jangka panjang akan menimbulkan
  efek samping   yang membahayakan dan fatal. Efek samping yang
  ditimbulkan akan   tergantung dari penggunaannya.&lt;/p&gt;
    &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;     &lt;strong&gt;Kortikosteroid Sistemik&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;
    &lt;p&gt;Kortikosteroid sistemik, yaitu obat kortikosteroid yang
  dikonsumsi   secara oral atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah.
  Jika berlebihan,   efek samping yang ditimbulkan meliputi hipertensi,
  diabetes, tukak   lambung, pendarahan pada saluran pencernaan,
  gangguan emosi,   peningkatan nafsu makan, insomnia, kelemahan otot,
  serta mudah terkena infeksi.&lt;/p&gt;
    &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;     &lt;strong&gt;Kortikosteroid Lokal&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;
    &lt;p&gt;Kortikosteroid lokal, yaitu obat kortikosteroid yang dapat
  diberikan dengan salep, injeksi, atau inhalasi. Efek sampingnya pun
  akan berbeda-beda yang tergantung pemakaiannya. Pada kortikosteroid
  salep, efek samping dapat berupa penipisan kulit, warna kulit yang
  pucat, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami infeksi kulit,
  serta terhambatnya penyembuhan luka.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Sedangkan efek samping pada kortikosteroid injeksi meliputi
  infeksi, penipisan jaringan kulit, pembengkakan pada otot atau sendi
  yang disuntik, serta mengalami &lt;a
    href="https://www.halodoc.com/kenali-myositis-yang-membuat-kelemahan-otot"&gt;kelemahan
  otot&lt;/a&gt;. Sementara pada kortikosteroid inhalasi akan terjadi efek
  samping, seperti sariawan pada mulut atau tenggorokan, suara serak,
  kesulitan berbicara, adanya jamur pada rongga mulut, serta batuk-batuk&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Pada kasus yang lebih parah, penggunaan kortikosteroid yang
  berlebihan akan menyebabkan terjadinya &lt;a
    href="https://www.halodoc.com/kesehatan/sindrom-cushing"&gt;sindrom
  Cushing&lt;/a&gt;, yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat tingginya
  kadar hormon kortisol dalam tubuh. Pada kondisi ini, gejala meliputi
  hipertensi, obesitas, mudah lelah, mengalami pembengkakan pada area
  tubuh tertentu, adanya penumpukan lemah di wajah, gangguan menstruasi,
  serta tumbuhnya rambut di tempat yang tidak seharusnya pada wanita.&lt;/p&gt;
    &lt;p&gt;Beberapa obat kortikosteroid memang dijual bebas di apotek.
  Sebelum   membeli dan menggunakannya, sebaiknya diskusikan lebih dulu
    dengan &lt;a
  href="https://www.halodoc.com/cari-dokter?utm_source=cta&amp;amp;utm_medium=banner&amp;amp;utm_campaign=cari_dokter"&gt;dokter&lt;/a&gt; ahli
  di aplikasi &lt;a
  href="https://halodoc.onelink.me/cQvV/48975ec8"&gt;&lt;strong&gt;Halodoc&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; agar
  kamu tidak salah dosis ketika menggunakannya. Akan lebih baik jika
  kamu mengikuti saran dokter, jadi kamu akan terhindari dari sejumlah
  kondisi yang dapat membahayakan nyawamu.&lt;/p&gt;
    &lt;h2&gt;   &lt;strong&gt;Begini Cara Penggunaan Obat K&lt;/strong&gt;
    &lt;strong&gt;ortikosteroid     yang Aman&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
    &lt;p&gt;Efek samping yang membahayakan jika penggunaan obat
  kortikosteroid   tidak sesuai dengan aturan dokter. Masyarakat umum
  tidak disarankan   untuk mengonsumsi obat yang satu ini tanpa petunjuk
  dokter. Begini   langkah aman menggunakan obat kortikosteroid:&lt;/p&gt;
    &lt;ul&gt;  &lt;li&gt;Ketika ingin menggunakan kortikosteroid inhalasi,
    gunakan &lt;em&gt;spacer&lt;/em&gt; untuk mencegah adanya jamur pada mulut dan
  tenggorokan.&lt;/li&gt;  &lt;li&gt;Jangan konsumsi obat kortikosteroid saat
    lambung kosong.&lt;/li&gt;  &lt;li&gt;Jangan banyak gunakan kortikosteroid salep
    pada area lipatan tubuh.&lt;/li&gt;  &lt;li&gt;Lakukan penyuntikan obat
    kortikosteroid di tempat berbeda. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;
    &lt;p&gt;Ketika dikonsumsi, kortikosteroid tidak bisa diberhentikan
  penggunaannya secara mendadak. Ketika ingin berhenti, satu-satunya
  cara adalah menurunkan dosis penggunaan obat secara bertahap. Berhenti
  secara mendadak akan menyebabkan sindrom Addison, yaitu gangguan yang
  terjadi ketika kelenjar adrenalin tidak dapat bekerja dengan maksimal.&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2022-12-01T08:35:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>9 Obat-obatan Pemicu Nyeri Sendi yang Perlu Diwaspadai</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=58927" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ca/c/blogs/find_entry?p_l_id=72&amp;entryId=58927</id>
    <updated>2023-05-08T05:10:54Z</updated>
    <published>2022-12-01T08:29:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;h1&gt;1. Antibiotik:&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;evofloxacin Levofloxacin termasuk dalam kelompok antibiotik yang
  dikenal sebagai fluoroquinolones. Obat ini umumnya diresepkan untuk
  mengobati infeksi sinus dan pneumonia. Penelitian menunjukkan bahwa
  nyeri sendi dan otot terjadi pada sekitar 14 persen orang yang telah
  menggunakan antibiotik fluoroquinolone. Studi yang sama ini menemukan
  fakta bahwa levofloxacin lebih mungkin menyebabkan nyeri sendi dan
  otot dari pada obat lain di kelas ini. Para ahli menemukan bahwa di
  antara mereka yang melaporkan nyeri sendi atau otot, gejala mulai
  muncul sekitar 3 hari setelah memulai mengkonsumsi antibiotik. Studi
  lain menemukan bahwa, rata-rata, efek samping ini hilang sekitar 7
  hari setelah orang berhenti mengkonsumsi obat ini. &lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;2. Obat penurun kolesterol&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;statin Kelompok obat kolesterol yang dikenal sebagai statin
  terkenal memiliki efek samping yang bisa menjadi pemicu nyeri sendi
  dan otot. Obat penurun kolesterol, termasuk rosuvastatin (Crestor),
  simvastatin, lovastatin (Altoprev), dan atorvastatin (Lipitor). Statin
  menurunkan kadar kolesterol dengan menghalangi hati membuat
  kolesterol. Mengutip Real Health Medical, 10 persen orang yang memakai
  rosuvastatin (Crestor) melaporkan nyeri sendi, menurut penelitian.
  Lalu, 5 persen dari mereka yang memakai atorvastatin (Lipitor) dan
  lovastatin (Altoprev) menderita nyeri sendi. Menurunkan dosis statin
  adalah salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri dari efek samping
  obat ini. Dalam sebuah penelitian, sekitar 0,03 persen orang yang
  memakai simvastatin 20 mg mengalami nyeri otot dan 0,9 persen orang
  yang memakai simvastatin 80 mg mengalami nyeri otot. Dalam studi lain,
  sekitar 9 persen orang yang memakai 80 mg atorvastatin mengalami nyeri
  otot, dibandingkan dengan kurang dari 5 persen bagi mereka yang
  memakai plasebo (pil tanpa obat di dalamnya).&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;3. Obat osteoporosis&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;bifosfonat Bifosfonat adalah obat yang mengobati osteoporosis,
  suatu kondisi yang menyebabkan tulang lemah dan rapuh. Obat-obatan ini
  mencegah mineral dalam tulang larut dan bocor kembali ke aliran darah,
  tetapi juga dapat menyebabkan nyeri sendi. Misalnya, label untuk
  alendronate (Fosamax) memperingatkan bahwa nyeri tulang, otot, atau
  sendi yang parah dapat terjadi dengan bifosfonat, meskipun risikonya rendah. &lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;4. Inhaler asma&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;Kortikosteroid inhalasi (steroid inhalasi) adalah inhaler yang
  umum   digunakan untuk mengobati gangguan paru-paru, seperti asma dan
  penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Obat ini bekerja dengan
  menurunkan peradangan (pembengkakan) di paru-paru dan membuka saluran
  udara. Meskipun sangat jarang, steroid inhalasi ini bisa menyebabkan
  osteonekrosis. Osteonekrosis adalah komplikasi tulang parah, yang
  terjadi ketika sel-sel tulang tidak mendapatkan cukup oksigen dan
  mulai mati. Penggunaan steroid oral jangka panjang atau steroid yang
  disuntikkan ke dalam sendi jauh lebih mungkin menyebabkan efek samping
  pada tulang yang parah dari pada steroid inhalasi. Steroid inhalasi
  juga dapat menjadi pemicu nyeri sendi, tetapi relatif jarang.
  Misalnya, obat dengan label flutikason (Flovent). Mengutip Real Health
  Medical, 19 persen dari mereka yang mengkonsumsi flutikason akan
  mengalami nyeri sendi.&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;5. Obat kanker payudara&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;anastrozole, exemestane, letrozole Anastrozole (Arimidex),
  exemestane (Aromasin), dan letrozole (Femara) adalah obat yang
  digunakan dalam pengobatan kanker payudara. Obat-obatan tersebut masuk
  dalam kelompok obat yang dikenal sebagai penghambat aromatase yang
  menghalangi tubuh membuat hormon estrogen. Orang biasanya minum obat
  ini selama beberapa tahun setelah pengobatan awal untuk mencegah
  kanker payudara kembali. Beberapa penelitian menemukan bahwa obat ini
  bisa menjadi pemicu nyeri sendi. Sebanyak 47 persen orang yang memakai
  salah satu obat ini kanker payudara ini mengalami nyeri sendi.&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;6. Pengobatan jerawat&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;isotretinoin Isotretinoin (Absorica dan merek lain) dapat
  mengobati   jerawat yang parah. Namun, sejumlah efek samping bisa
  terjadi. Antara   16-51 persen orang yang menggunakan obat ini
  mengalami nyeri atau   kekakuan otot. Sebuah penelitian yang lebih
  kecil melaporkan   kemungkinan efek samping lebih besar. Studi itu
  menemukan bahwa   sekitar 70 persen orang yang memakai isotretinoin
  mengalami nyeri   punggung, dan 53 persen mengalami nyeri otot. Lalu,
  48 persen peserta   penelitian yang menggunakan isotretinoin mengalami
  nyeri sendi.&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;7. Obat sakit saraf/anti kejang&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;pregabalin Pregabalin (Lyrica) dapat mengobati beberapa jenis
  masalah nyeri saraf, seperti kejang, fibromialgia, dan diabetes.
  Namun, obat ini bisa menjadi pemicu nyeri sendi sebagai efek samping
  penggunaan obat ini. Jika Anda mengalami nyeri sendi dengan
  pregabalin, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan
  obat alternatif.&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;8. Obat estrogen&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;premarin Premarin (estrogen terkonjugasi) adalah obat hormon yang
  banyak dikonsumsi wanita untuk mengobati hot flashes dan gejala lain
  yang berkaitan dengan menopause atau estrogen rendah. Obat ini bisa
  menjadi pemicu nyeri sendi pada 6 persen orang yang meminumnya.&lt;/p&gt;
    &lt;h1&gt;9. Obat tekanan darah&lt;/h1&gt;
    &lt;p&gt;carvedilol Carvedilol (Coreg) adalah sejenis obat yang dikenal
  sebagai beta blocker, yang melemaskan sel otot di jantung dan pembuluh
  darah untuk menurunkan tekanan darah. Carvedilol umum digunakan untuk
  mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Namun, pada 6 persen
  orang yang menggunakannya melaporkan nyeri sendi dan nyeri punggung.&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2022-12-01T08:29:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
