Daftar 35 Aksi Akuisisi Emiten Sepanjang 2026, dari BUMI, TPIA hingga DSSA

Admin Ugems
3 minuts de lectura - Sun Sep 13 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Akuisisi menjadi salah satu aksi korporasi yang dilakukan sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026. Transaksi pengambilalihan dilakukan dengan beragam tujuan, mulai dari memperkuat bisnis inti, memperluas skala usaha, hingga masuk ke sektor dan pasar baru.
Dalam konteks perusahaan terbuka, aksi pengambilalihan diatur melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Akuisisi dapat dilakukan dengan mengambil sebagian maupun mayoritas saham perusahaan target, bergantung pada struktur transaksi dan tingkat pengendalian yang ingin diperoleh.
Berdasarkan rekap transaksi yang dihimpun Bisnis.com, terdapat 35 aksi akuisisi yang melibatkan 29 emiten sepanjang 2026 hingga 9 September. Transaksi tersebut mencakup aksi yang telah diselesaikan maupun yang masih berada dalam tahap proses atau perencanaan.
Nilai transaksi dalam rangkaian aksi akuisisi tersebut juga beragam. Sejumlah emiten telah menyelesaikan transaksi bernilai triliunan rupiah, seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai akuisisi sekitar Rp4 triliun dan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sekitar Rp1,73 triliun. Sementara itu, terdapat pula transaksi dengan nilai yang lebih kecil, seperti aksi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) terhadap PT Indoplas Energi Hijau senilai Rp20 juta.

Dari sisi sektor, aksi akuisisi tersebut tersebar mulai dari energi, pertambangan, teknologi, properti, jasa keuangan, kesehatan, infrastruktur, logistik, hingga barang konsumen.
Akuisisi untuk Perkuat Bisnis dan Diversifikasi
Salah satu transaksi dengan nilai besar dilakukan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melalui pengambilalihan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). DSSA mengambil alih 100% saham BMT dengan nilai transaksi sekitar Rp4 triliun.
Setelah BMT menjadi entitas anak, DSSA juga melakukan penambahan modal senilai Rp8,54 triliun untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan tersebut.
Direktur DSSA David Fernando Audy dan Daniel Cahya menjelaskan rangkaian transaksi tersebut dilakukan agar BMT memiliki keleluasaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
“BMT merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99% dan DSSA perlu memberi keleluasaan bagi BMT untuk berfokus pada pelaksanaan kegiatan usahanya,” kata David dan Daniel dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (22/7/2026).
Selain DSSA, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) juga menyelesaikan transaksi bernilai besar dengan mengambil alih 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) senilai sekitar Rp1,73 triliun.
Sementara itu, PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) memproses akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun.
Pada sektor investasi dan infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) memproses rencana pengambilalihan 40% saham PT Armada Maritim Persada dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp1,6 triliun atau US$90 juta.
BUMI Ekspansi Tambang ke Australia
Aksi akuisisi juga menjadi bagian dari langkah diversifikasi PT bumi resources Tbk. (BUMI). Pada September 2026, BUMI melalui anak usahanya di Australia, bumi resources Australia Pty Ltd (BRA), menyelesaikan akuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd. (LLM).
Transaksi tersebut melibatkan 175,71 juta saham Loyal Metals dengan nilai sekitar Rp1,004 triliun atau setara AU$79,07 juta.
Direktur bumi resources R.A. Sri Dharmayanti menyampaikan transaksi tersebut dilakukan pada 4 September 2026 melalui BRA, yang seluruh sahamnya dimiliki BUMI.
“Perseroan melalui anak usahanya di Australia yaitu bumi resources Australia Pty Ltd, yang merupakan anak usaha Perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Australia, yang 100% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, telah melakukan transaksi akuisisi atas sejumlah 175.710.515 saham yang merupakan 100% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada Loyal,” demikian keterangan BUMI dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).
Loyal Metals merupakan perusahaan tambang tembaga dan emas yang didirikan berdasarkan hukum Australia. Dengan penyelesaian transaksi tersebut, BUMI melalui BRA menjadi pemegang 100% saham Loyal Metals.
Aksi tersebut menjadi salah satu langkah BUMI dalam memperluas portofolio bisnis di luar batu bara. Di dalam negeri, BUMI juga tengah mengembangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol melalui PT Bumi Etam Chemical.
TPIA Masuk Bisnis Otomotif Singapura dan Malaysia
Ekspansi lintas negara juga dilakukan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melalui rencana akuisisi bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.
Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$207 juta atau sekitar Rp3,68 triliun. Setelah transaksi rampung, TPIA akan menguasai sejumlah bisnis otomotif Cycle & Carriage di kedua negara tersebut.
Cycle & Carriage memiliki sejarah panjang dalam bisnis otomotif di kawasan dan memegang lisensi sejumlah merek kendaraan di Singapura dan Malaysia. Di Singapura, portofolionya mencakup Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Citroën, DS Automobiles, Maxus, ORA, Smart, Peugeot, hingga Leapmotor.
Di Malaysia, perusahaan juga memegang sejumlah lisensi, termasuk Mercedes-Benz, Leapmotor, Peugeot, dan Kia.
Manajemen Jardine Cycle & Carriage Limited sebelumnya menyampaikan transaksi tersebut akan menghasilkan keuntungan dari pelepasan aset sekitar US$221 juta bagi perseroan.
”Estimasi harga pembelian atas Aset yang Dijual yang akan dibayarkan secara tunai oleh Pembeli kepada Perseroan pada saat penyelesaian transaksi adalah sekitar S$265 juta atau sekitar US$207 juta. Transaksi yang diusulkan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari pelepasan aset sekitar US$221 juta,” kata manajemen dikutip Jumat (21/8/2026).
Transaksi tersebut menjadi salah satu contoh akuisisi yang dilakukan emiten Indonesia untuk memasuki bisnis baru sekaligus memperluas cakupan usaha ke luar negeri.
Ekspansi Properti dan Infrastruktur
Sektor properti juga menjadi salah satu bidang yang cukup aktif dalam aksi akuisisi sepanjang 2026.
PT Pakuan Tbk. (UANG) tercatat melakukan dua transaksi sekaligus. UANG mengambil alih 99,99% saham PT Vasanta Daria Development dengan nilai Rp45 miliar dan 63,03% saham PT Daria Mulia Properti senilai Rp156 miliar.
Sementara itu, PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) memproses rencana akuisisi mayoritas saham PT Prima Pembangunan Propertindo. Nilai transaksi tersebut masih belum ditentukan.
Di sektor infrastruktur telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) menambah kepemilikan pada PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) sebesar 25,52% atau sekitar 1,04 miliar saham dengan nilai Rp460,7 miliar. Setelah transaksi, kepemilikan TOWR di BACH menjadi 51%.
PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga menyelesaikan dua transaksi dengan mengambil masing-masing 55% saham PT Nusantara Arung Samudera dan PT Vista Maritim Asia. Nilai masing-masing transaksi tercatat sekitar Rp550 juta.
Jasa Keuangan dan Kesehatan
Pada sektor jasa keuangan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) melakukan dua transaksi akuisisi. BNII mengambil alih masing-masing 51% saham PT Maybank Sekuritas Indonesia senilai Rp583,74 miliar dan 51% saham PT Maybank Asset Management senilai Rp5,35 miliar.
Sementara itu, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) memproses rencana pengambilalihan 98,99% saham PT OCBC Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi sekitar Rp453,45 miliar.
Di sektor kesehatan, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) memproses rencana akuisisi terhadap 14 entitas pemilik fasilitas rumah sakit. Nilai transaksi yang dihitung mencapai sekitar Rp9 triliun, menjadikannya salah satu rencana akuisisi dengan nilai terbesar dalam rekap 2026.
PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI) juga memproses pengambilalihan 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon dengan nilai sekitar Rp286 miliar.



Source https://www.bisnis.com

Comentaris de la pàgina