FORU Kantongi Restu Rights Issue Rp27,1 Triliun dan Akuisisi Borneo Prima

Admin Ugems
Un minut de lectura - Sat Jul 25 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) memperoleh restu pemegang saham untuk menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai Rp27,1 triliun.
Persetujuan tersebut menjadi bagian dari transformasi perseroan menjadi perusahaan induk (holding) pertambangan batu bara melalui akuisisi PT Borneo Prima (BP).
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 Juli 2026, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar menjadi maksimal Rp50 triliun serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui PMHMETD I.
"RUPS juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk menetapkan jumlah saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan rights issue, rasio HMETD, jadwal pelaksanaan, hingga penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut" papar manajemen FORU dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).


Perseroan sebelumnya mengungkapkan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,09 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp126 per saham. Dengan asumsi seluruh saham baru terserap, FORU berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,10 triliun.
Dari total dana tersebut, sekitar 76,81% atau senilai Rp20,82 triliun akan digunakan untuk memperoleh 49% saham PT Borneo Prima milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng).
Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi yang akan mengubah Fortune Indonesia menjadi holding pengembangan usaha pertambangan batu bara.
Sejalan dengan rencana tersebut, pemegang saham dalam RUPS juga menyetujui perubahan kegiatan usaha FORU dari bisnis media dan percetakan yang dijalankan melalui entitas anak menjadi aktivitas perusahaan holding.
Selain itu, RUPS menyetujui studi kelayakan yang disusun KJPP Kusnanto & Rekan serta perubahan anggaran dasar perseroan untuk menyesuaikan perubahan kegiatan usaha tersebut.
Pada agenda ketiga, pemegang saham turut menyetujui penerimaan pengalihan 10.780 saham Seri A atau setara 49% kepemilikan PT Borneo Prima milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme inbreng.
"Transaksi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan rights issue sekaligus transformasi bisnis FORU ke sektor pertambangan batu bara," imbuh manajemen FORU.
Adapun sisa dana yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada PT Borneo Prima.
Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, terutama guna mendukung aktivitas operasional pertambangan dan produksi.
Seluruh mata acara RUPSLB disetujui pemegang saham independen. Sebanyak 67.702.300 saham memberikan suara setuju, tidak terdapat suara penolakan, dan 18.500 saham menyatakan abstain.
Rapat dihadiri pemegang saham independen yang mewakili 67.720.800 saham atau 62,77% dari total saham independen yang memiliki hak suara.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentaris de la pàgina