Harga Terbaru LPG 3 Kg 5,5-12 Kg di Agen-Pangkalan per 1 Juli 2026
Harga Terbaru LPG 3 Kg 5,5-12 Kg di Agen-Pangkalan per 1 Juli 2026
Admin Ugems
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkenalkan rencana proyek pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) menjadi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg. Tabung CNG itu dinamakan "CNG Merah Putih" untuk bisa memanfaatkan sumber dalam negeri dan menekan ketergantungan terhadap LPG yang masih didominasi produk impor.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) kementerian esdm Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memproses belasan unit prototype tabung CNG untuk memasuki tahap uji coba. Targetnya, CNG tabung 3 kg dapat diimplementasikan dan diedarkan kepada masyarakat luas pada tahun 2026 ini.
"Oh, Pak Menteri kan mengumumkan kemarin tabung Merah Putih. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15 (tabung). Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini," kata Laode saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (1/7/2026).
Berbeda dengan tabung LPG konvensional, CNG Merah Putih menggunakan teknologi tabung Tipe 4 yang berbahan material komposit. Penggunaan teknologi itu dinilai memberikan keunggulan dari sisi beban karena bobotnya yang jauh lebih ringan, sehingga memudahkan penggunaan di tingkat rumah tangga.
"Jadi ini saya ingin jelaskan sekali lagi ya bahwa material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat (bobotnya). Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak," kata Laode.
Untuk tahap awal, pemerintah melakukan pengadaan tabung berteknologi tinggi tersebut melalui skema impor dari China. Pihaknya akan melakukan serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), terutama menyangkut faktor keselamatan pada bagian katup (valve) serta ketahanan tabung terhadap tekanan gas.
"Saat ini dari China aja. Kita uji di Lemigas, kan dia kan harus ada uji tekanan, dan seperti itu yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di China itu penggabungan antara tabung sama valve-nya," lanjutnya.
Harga jual CNG Merah Putih akan dipatok setara dengan harga LPG bersubsidi saat ini guna menjaga keterjangkauan bagi masyarakat. Melalui simulasi tersebut, penggunaan gas bumi domestik tersebut diyakini mampu memangkas beban subsidi energi secara signifikan.
"Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan, dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%. Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini," ungkap Laode.
Implementasi CNG 3 kg nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan infrastruktur pipa gas memadai. kementerian esdm telah berkoordinasi dengan SKK Migas untuk menjamin ketersediaan alokasi gas guna mendukung kelancaran program konversi energi tersebut.
"Iya, kita prioritaskan dulu yang dari pipa lah. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak. Kita sudah bahas sama SKK Migas once itu jalan nanti gasnya bisa tersedia," pungkasnya.
Lantas berapa harga LPG di Pangkalan-Pengecer?
Memang, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga jual LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg mulai 18 April 2026. Penyesuaian harga tersebut juga telah diterapkan di berbagai pangkalan resmi di tingkat daerah.
Berdasarkan pantauan di wilayah Tangerang Selatan, harga LPG non-subsidi 12 kg per 1 Juli 2026 dibanderol Rp 245.000 per tabung. Bila dibandingkan periode sebelumnya, harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 35.000 per tabung.
Kenaikan juga terjadi pada LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg yang kini dijual seharga Rp 130.000 per tabung. Untuk jenis ini, harga mengalami peningkatan sebesar Rp20.000 dari harga yang berlaku sebelum adanya penyesuaian terbaru.
"(Harga LPG) 12 kg Rp 245.000, (5,5 kg) Rp 130.000," ungkap penjaga Pangkalan LPG tersebut, dikutip Rabu (1/7/2026).
Kendati demikian, harga LPG bersubsidi ukuran 3 kg tidak mengalami perubahan harga. Harga yang berlaku setidaknya di salah satu pengecer wilayah Tangerang Selatan, masih sama dengan periode sebelumnya yakni Rp 22.000 per tabung.
Adapun, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk LPG 3 kg sebesar Rp 19.000 per tabung di wilayah Tangerang Selatan.
Melansir laman resmi Pertamina Patra Niaga, Berikut daftar harga LPG non subsidi di tingkat agen resmi (sudah termasuk PPN), berlaku sejak 18 April 2026:
Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat
LPG 5,5 kg: Rp 107.000 (Naik Rp 17.000 dari Rp 90.000)LPG 12 kg: Rp 228.000 (Naik Rp 36.000 dari Rp 192.000)
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan
LPG 5,5 kg: Rp 111.000 (Naik Rp 17.000 dari Rp 94.000)LPG 12 kg: Rp 230.000 (Naik Rp 36.000 dari Rp 194.000)
Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara
LPG 5,5 kg: Rp 114.000 (Naik Rp 17.000 dari Rp 97.000)LPG 12 kg: Rp 238.000 (Naik Rp 36.000 dari Rp 202.000)
Kalimantan Utara (Tarakan)
LPG 5,5 kg: Rp 124.000 (Naik Rp 17.000 dari Rp 107.000)LPG 12 kg: Rp 265.000 (Naik Rp 36.000 dari Rp 229.000)
Maluku (Ambon), Papua (Jayapura)
LPG 5,5 kg: Rp 134.000 (Naik Rp 17.000 dari Rp 117.000)LPG 12 kg: Rp 285.000
Free Trade Zone (FTZ) Batam
LPG 5,5 kg: Rp 100.000LPG 12 kg: Rp 208.000
(ven/arj)