IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

Admin Ugems
2 minuts de lectura - Fri Oct 09 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88% ke level 6.031,28 pada perdagangan Kamis (8/10). Sejumlah saham masih bergerak positif, dengan AMRT naik 2,04%, KLBF menguat 2,65%, dan ASII bertambah 0,42%. Sebaliknya, BBRI turun 3,50%, AMMN terkoreksi 6,40%, dan BMRI melemah 3,50%.
Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp848,28 miliar di pasar reguler dan Rp867,27 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, 9 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 2,86%, sedangkan sektor Health menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yakni 0,70%.
Di bursa Amerika Serikat, pergerakan indeks berlangsung variatif. Dow Jones naik 0,10% ke level 51.231, sementara S&P 500 turun 0,47% ke 7.765 dan Nasdaq melemah 1,25% ke 27.193.
Tekanan jual investor asing masih terlihat pada sejumlah saham utama, terutama BBRI, BMRI, dan AMMN dengan nilai transaksi bersih mencapai Rp461,93 miliar. BBRI, BMRI, dan BBCA juga masuk dalam jajaran 10 saham dengan penurunan terbesar terhadap indeks. Pergerakan pasar Indonesia turut tercermin pada indeks offshore, dengan ETF EIDO turun 1,60% dan MSCI Indonesia melemah 1,96%.
Dari sisi emiten, ada BSA Logistics Indonesia (WBSA) yang memperkuat lini bisnis angkutan laut melalui penambahan lima set armada yang terdiri dari lima tugboat dan lima barge. Armada tersebut diperoleh melalui entitas anak tidak langsung perseroan, Beruang Maritim Indonesia (BMI), dan diperkirakan menambah kapasitas angkut sekitar 1,50 juta metric ton (MT) per tahun.
Dari total lima set armada, dua set telah selesai diperoleh pada 5 dan 7 Oktober 2026 dari Buana Cipta Mandala dan Amnor Shipyard. Kedua pihak tersebut bukan merupakan pihak terafiliasi dengan perseroan. Nilai transaksi untuk dua set armada tersebut mencapai sedikitnya Rp48 miliar.
Sementara itu, tiga set armada lainnya akan didatangkan secara bertahap. Pengadaan armada tersebut didukung fasilitas pinjaman berjangka dari Bank OCBC NISP dengan plafon Rp75 miliar dan tenor 60 bulan. Fasilitas tersebut ditandatangani pada 14 September 2026.
Selanjutnya, Bukit Asam (ptba) melakukan kegiatan eksplorasi di tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sepanjang kuartal III 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara sekaligus memperbarui model geologi perseroan.
Eksplorasi mencakup 113 titik pengeboran dengan total kedalaman mencapai 23.420 meter dan estimasi biaya Rp42,86 miliar. Sebanyak 76 titik pengeboran dilakukan di kompleks produksi utama Tanjung Enim dengan biaya Rp33,04 miliar. Selanjutnya, 17 titik berada di Ombilin dengan biaya Rp6,86 miliar dan 20 titik di Peranap dengan biaya Rp2,96 miliar.
Kegiatan eksplorasi tersebut dilakukan di tengah basis sumber daya dan cadangan ptba yang besar, yakni total cadangan sekitar 1.504 juta ton (Mt) dan sumber daya 3.096 Mt. Dengan kondisi tersebut, kegiatan eksplorasi lebih diarahkan untuk mempertahankan serta mengoptimalkan basis tambang yang ada dibandingkan menambah cadangan secara langsung.
Potensi pengembangan terlihat di wilayah Peranap yang memiliki cadangan sekitar 279 Mt dan tengah dipersiapkan sebagai lokasi tambang baru melalui kegiatan pre-production drilling.
Sementara itu, Ombilin belum memiliki cadangan tercatat, meski memiliki sumber daya sekitar 102 Mt. Kondisi tersebut membuka ruang untuk peningkatan sumber daya menjadi cadangan. Namun, kedua wilayah tersebut belum menjadi faktor penggerak sebelum terdapat hasil peningkatan cadangan dan keputusan terkait pengembangannya.
Di sisi lain, Segar Kumala Indonesia (BUAH) turut menetapkan pembagian dividen tunai interim yang berasal dari laba bersih untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Dividen ditetapkan sebesar Rp10 per saham dengan total nilai mencapai Rp20 miliar.
Pada semester I 2026, BUAH mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp21,80 miliar, meningkat 0,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, dividen interim tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 91,75% dari laba bersih semester I 2026.
Pada perdagangan Kamis (8/10), saham BUAH ditutup di level Rp480 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp10 per saham setara dengan dividend yield sebesar 2,08%.
Cum date dividen BUAH untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 16 Oktober 2026. Sementara itu, pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini


BFIN - Buy 935-945 | TP 955-970 | SL 890




KLBF - Buy 760-770 | TP 785-795 | SL 725




PTSN - Buy 414-418 | TP 426-432 | SL 392




CSRA - Buy 685-695 | TP 710-725 | SL 655




AGII - Buy 3520-3540 | TP 3600-3680 | SL 3380




Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ayh/ayh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentaris de la pàgina