Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MEDC, AKRA & TAPG Masih Melaju

Admin Ugems
Un minut de lectura - Thu Jun 11 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti MEDC, AKRA, hingga TAPG masih mencatatkan kenaikan pada pembukaan perdagangan.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,45% ke level 406,38. Dari 27 konstituen, sebanyak 12 saham menguat, 13 melemah, dan 2 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 5,02% ke Rp1.255, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 2,42% ke Rp1.270, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) naik 1,82% ke Rp1.400, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,42% ke Rp2.850.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 1,06% ke Rp4.750, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,87% ke Rp3.480, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 0,80% ke Rp6.300, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 0,73% ke Rp2.760.
Sementara itu, pelemahan harga saham dialami oleh PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) yang turun 2,84% ke Rp7.700, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 2,57% ke Rp492, PT bumi resources Tbk. (BUMI) turun 2,08% ke Rp141, dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 1,54% ke Rp4.480.
Pelemahan juga dialami oleh saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang turun 1,46% ke Rp1.350, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,41% ke Rp4.200, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,33% ke Rp5.575, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 1,32% ke Rp298.
Sebelumnya, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.
"IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus MA20-nya," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Kamis (11/6/2026).
Analis memperkirakan level support IHSG ada di area 5.594 dan 5.344, serta di level resistance 5.941 dan 6.065.
Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif datang dari penguatan nilai tukar rupiah, koreksi harga minyak dunia, serta meningkatnya optimisme investor terhadap langkah pemerintah dalam merespons gejolak pasar modal domestik.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang penguatan untuk menguji level psikologis 6.000.
"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguji level psikologis di level Rp6.000," tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Rabu (10/6/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentaris de la pàgina