Net Sell Tembus Rp2,2 T, Empat Saham Prajogo Dilepas Asing

Admin Ugems
Un minut de lectura - Tue May 26 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual investor asing di pasar saham domestik kembali membengkak pada perdagangan Senin (25/5/2026). Berdasarkan data bursa, asing mencatatkan net sell jumbo mencapai Rp2,22 triliun di seluruh pasar.
Secara keseluruhan, nilai beli asing tercatat Rp5,31 triliun, sedangkan nilai jualnya mencapai Rp7,53 triliun dengan total transaksi sebesar Rp12,84 triliun.
Tekanan jual asing terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dibayangi rebalancing indeks MSCI hingga tekanan terhadap nilai mata uang rupiah.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham dengan net sell terbesar mencapai Rp248,6 miliar. Nilai jual asing di saham ini mencapai Rp607,2 miliar, sementara nilai belinya hanya Rp358,6 miliar.
Di posisi kedua ada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan net sell Rp226,2 miliar. Kemudian disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp161,1 miliar dan PT bumi resources Tbk (BUMI) Rp160,7 miliar.
Selain itu, tercatat ada empat saham Prajogo yang dilepas asing. Berikut daftar saham dengan net sell asing terbesar kemarin:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp248,6 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp226,2 miliar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp161,1 miliar
PT bumi resources Tbk (BUMI) Rp160,7 miliar
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp121,8 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp111,7 miliar
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp86,6 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp76,3 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp64,9 miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp59,9 miliar


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026), melanjutkan tren positif usai pekan lalu sempat tertekan cukup dalam.
IHSG pada akhir sesi kedua naik 44,30 poin atau 0,72% ke posisi 6.206,35. Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan.
Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp 16,88 triliun dengan volume 27,60 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor finansial, industri dan properti. Adapun sektor yang melemah hari ini adalah infrastruktur, energi dan barang baku.
Tiga Bank raksasa RI menjadi penggerak utama kinerja IHGS yakni BBRI, BBCA dan BMRI. Emiten lain yang ikut menjadi penggerak IHSG termasuk ASII dan AMMN.


(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentaris de la pàgina