Sumber Global Energy (SGER) Tancap Gas Diversifikasi ke Bisnis Non-Batu Bara

Admin Ugems
Un minut de lectura - Fri Sep 11 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) menyiapkan sejumlah rencana ekspansi bisnis di luar batu bara, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan.
Corporate Secretary SGER, Michael Harold menjelaskan bahwa SGER berencana melakukan run test commencing Pabrik Hidrogen Peroxide (H2O2) pada 1 Oktober 2026 mendatang. “Dengan hadirnya pabrik ini, kami berharap SGER dapat melakukan diversifikasi bisnis di luar batu bara,” ucap Michael, Kamis (10/9/2026).
Sebagai informasi SGER melalui anak usahanya PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI) membangun pabrik hidrogen peroksida di Merak, Banten, dengan kapasitas produksi 20.000 metrik ton per tahun (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton per tahun (50% konsentrasi).
Kapasitas tersebut menjadikan pabrik milik PT Hidrogen Peroxida Indonesia sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia. “Dengan prospek industri yang baik, operasional pabrik ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan,” kata Michael.

Adapun, hidrogen peroksida merupakan bahan kimia yang tergolong ramah lingkungan dan memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor industri, seperti industri pulp dan kertas, tekstil, hingga pertambangan.
Michael juga menuturkan SGER berencana melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp270 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2026. Pelunasan ini akan dilakukan menggunakan kas internal SGER.
“Pelunasan ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat sekaligus memenuhi seluruh kewajiban finansial secara tepat waktu,” tuturnya.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan memberikan ruang yang lebih besar bagi SGER untuk melanjutkan berbagai agenda ekspansi bisnis pada sisa tahun ini.
Sementara itu, anak usaha SGER, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), juga menyiapkan ekspansi di sektor pengolahan hasil tambang logam. Saat ini SGER sedang menjajaki potensi pengembangan pabrik pengolahan (smelter) nikel di Sulawesi Selatan.


Pembangunan smelter ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Kemitraan Strategis (Strategic Partnership Agreement) dengan PT Hengsheng New Energy Material Indonesia (Hengsheng).
Sebagai informasi, pada semester II/2026, SGER mencatatkan kinerja solid dengan membukukan pendapatan Rp4,32 triliun atau naik 6,73% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,05 triliun.
Pendapatan SGER didominasi oleh pendapatan dari segmen batu bara senilai Rp3,16 triliun, disusul pendapatan dari pasir dan kapur senilai Rp495,16 miliar, pendapatan kokas minyak bumi senilai Rp379 miliar, pendapatan nikel Rp284,29 miliar, dan pendapatan dari produk kelapa sawit senilai Rp1,50 miliar.
Dari sisi kinerja, SGER membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 137.95 miliar atau naik 8,83% secara tahunan.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentaris de la pàgina