Daftar 10 Saham Penopang dan Penekan IHSG Semester I/2026

Admin Ugems
Lesen in einer Minute - Wed Jul 01 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 34,74% sepanjang semester I/2026, sejumlah saham masih mampu menopang pergerakan indeks. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menjadi kontributor terbesar, sedangkan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tercatat sebagai penekan utama IHSG.
IHSG menutup perdagangan semester I/2026 di level 5.643,19 atau merosot 34,74% secara year-to-date (YTD) hingga 30 Juni 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sinar Mas Multiartha (SMMA) menjadi kontributor terbesar terhadap IHSG sepanjang tahun ini dengan sumbangan 51,39 poin setelah harga sahamnya melesat 50,86% secara YTD.
Di posisi berikutnya terdapat Capital Financial Indonesia (CASA) yang menyumbang 9,97 poin, disusul Alamtri Resources Indonesia (adro) sebesar 8,55 poin, Bank Mega (MEGA) sebesar 7,12 poin, serta Mitra Adiperkasa (MAPI) yang memberikan kontribusi 6,57 poin terhadap indeks.

Kontributor positif lainnya berasal dari Merdeka Copper Gold (MDKA), Bhakti Multi Artha (BHAT), Adaro Andalan Indonesia (AADI), Bintang Oto Global (BOGA), dan Bank Danamon Indonesia (BDMN).
Top 10 Saham Penopang IHSG Semester I/2026



Emiten
Kontribusi ke IHSG
Kinerja Saham YTD




SMMA
+51,39 poin
+50,86%


CASA
+9,97 poin
+11,80%


adro
+8,55 poin
+24,86%


MEGA
+7,12 poin
+19,58%


MAPI
+6,57 poin
+30,90%


MDKA
+3,67 poin
+6,14%


BHAT
+3,45 poin
+38,28%


AADI
+2,50 poin
+11,47%


BOGA
+2,32 poin
+34,53%


BDMN
+2,09 poin
+51,82%



Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG justru datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi penekan terbesar indeks dengan kontribusi negatif 286,57 poin seiring anjloknya harga saham hingga 80,32% secara YTD.
Setelah DSSA, pelemahan terbesar berasal dari Barito Renewables Energy (BREN) yang memangkas IHSG sebesar 244,39 poin, Bank Central Asia (BBCA) sebesar 238,27 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 145,96 poin, serta Telkom Indonesia (TLKM) sebesar 118,30 poin.
Tekanan terhadap indeks juga datang dari Barito Pacific (BRPT), Chandra Asri Pacific (TPIA), Amman Mineral Internasional (AMMN), MD Pictures (FILM), dan Bank Mandiri (BMRI).
Selain IHSG, indeks-indeks utama lainnya juga mencatat pelemahan sepanjang semester I/2026. Indeks LQ45 turun 34,67%, IDX30 melemah 28,12%, sedangkan IDX80 terkoreksi paling dalam sebesar 37,54%.
Selama periode tersebut, investor asing juga membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp73,61 triliun, mencerminkan derasnya arus keluar modal dari pasar saham domestik.
Top 10 Saham Penekan IHSG Semester I/2026



Emiten
Kontribusi ke IHSG
Kinerja Saham YTD




DSSA
-286,57 poin
-80,32%


BREN
-244,39 poin
-68,14%


BBCA
-238,27 poin
-31,27%


BBRI
-145,96 poin
-25,41%


TLKM
-118,30 poin
-32,47%


BRPT
-113,76 poin
-60,70%


TPIA
-110,66 poin
-76,36%


AMMN
-100,95 poin
-51,75%


FILM
-100,22 poin
-89,28%


BMRI
-97,58 poin
-24,51%



Source https://www.bisnis.com

Seitenkommentare