Danantara DSI Akan Luncurkan Platform Ekspor SDA 1 September 2026

Admin Ugems
Lesen in einer Minute - Tue Aug 25 01:10:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menargetkan platform tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) akan mulai beroperasi pada 1 September 2026.
Direktur Keuangan DSI Sinthya Roesly mengatakan, platform tersebut menjadi bagian dari sistem yang disiapkan perusahaan untuk menjalankan perannya dalam kegiatan ekspor SDA.
Sinthya menjelaskan, sistem tersebut nantinya digunakan untuk memperoleh dan mengonsolidasikan data ekspor, termasuk kontrak komersial dari para eksportir. Dia mengatakan platform DSI tengah memasuki tahap pengujian dan akan diluncurkan pada 1 September 2026 mendatang.
"Pada 1 September kita bisa meluncurkan platform. Jadi sebenarnya bisa dikatakan DSI sudah operasional. Kemudian akan diperkuat dengan exporter portal," ujar Sinthya dalam acara peluncuran DSI di Wisma Danantara, Jakarta pada Senin (24/8/2026).


Platform DSI tersebut nantinya akan terintegrasi dengan data dan sistem dari tujuh kementerian dan lembaga (K/L), yakni Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP milik Kementerian ESDM, INATRADE Kementerian Perdagangan (Kemendag), CEISA 4.0 dari Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Selain itu, platform DSI juga akan terintegrasi dengan Coretax milik Ditjen Pajak Kemenkeu, SiMoDIS (Bank Indonesia), Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU Kementerian Hukum), serta Online Single Submission (OSS) milik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Sinthya menambahkan, saat ini PT DSI akan menjalankan perannya sebagai perantara (intermediary) tunggal terlebih dahulu hingga akhir 2026. Peran PT DSI kemudian akan dievaluasi pada Januari 2027 mendatang bersama dengan pemangku kepentingan terkait.
"Regulasi mengatakan 3 bulan akan dievaluasi bersama Kemenko Perekonomian dan berbagai Kementerian/Lembaga lainnya. Nantinya akan dilihat apakah nanti kita 1 Januari 2027 akan terus melanjutkan dengan perantara ekspor atau model lainnya. Jadi nanti ini akan ada kabar barunya setelah ada evaluasi," katanya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkap nilai ekspor tiga komoditas yang dipantau PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mencapai hampir US$70 miliar
Rosan menjelaskan, pada tahap awal operasinya DSI akan mengawasi transaksi dari tiga komoditas, yaitu batu bara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
Dia menjelaskan, pengawasan pada tiga komoditas strategis ini menjadi vital mengingat nilai strategisnya bagi Indonesia. Rosan mengatakan, nilai ekspor ketiganya hampir mencapai US$70 miliar.
"Dari tiga komoditas itu kita ketahui nilainya kurang lebih hampir mencapai US$70 miliar. batu bara sekitar US$30,35 miliar, kemudian CPO sekitar US$22,79 miliar, dan ferro alloy sekitar US$16,43 miliar," jelasnya.



Source https://www.bisnis.com

Seitenkommentare