Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

Admin Ugems
Lesen in 2 Minuten - Mon Sep 14 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyiapkan aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai emisi mencapai Rp27,10 triliun. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp126 per saham.Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi korporasi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah saham Fortune Indonesia secara signifikan.Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 23 September 2026 berhak memperoleh 46.235 HMETD, yang masing-masing memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.
Dengan skema tersebut, jumlah saham baru yang diterbitkan mencapai 215,09 miliar saham, sedangkan dana yang berpotensi dihimpun perseroan mencapai sekitar Rp27,10 triliun.

Perseroan menyebutkan dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk dua keperluan utama. Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk aksi inbreng atau penyertaan modal dalam bentuk selain uang, sementara sisanya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada PT Borneo Prima coal atau BP.Dari total dana tersebut, sekitar Rp20,82 triliun akan digunakan Fortune Indonesia untuk memperoleh 10.780 saham Seri A PT Borneo Prima coal (BP) yang sebelumnya dimiliki oleh IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH). Nilai tersebut setara dengan 49% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BP.Transaksi pembelian saham BP akan dilakukan melalui mekanisme inbreng dan direncanakan berlangsung pada awal periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD, yakni 25 September 2026.IMR AH sendiri merupakan pemegang saham pengendali Fortune Indonesia dan BP. Selain itu, Anirudh Misra tercatat sebagai Direktur IMR AH, Direktur Utama Fortune Indonesia, sekaligus Komisaris Utama BP. Anirudh Misra juga merupakan pengendali akhir dari IMR AH, Fortune Indonesia, dan BP.
Sedangkan sisa dana PMHMETD I yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang akan disalurkan Fortune Indonesia dalam bentuk pinjaman kepada BP. Pinjaman tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional aktivitas-aktivitas yang mendukung kegiatan operasional pertambangan serta menunjang aktivitas produksi BP.
"Rencana Inbreng" dan "Rencana Pinjaman" tersebut secara bersama-sama disebut sebagai Rencana Penggunaan Dana.Fortune Indonesia juga mengungkapkan bahwa tidak terdapat pembeli siaga dalam pelaksanaan PMHMETD I. Hal ini lantaran sisa dana PMHMETD I perseroan tidak digunakan untuk melakukan transaksi dengan nilai tertentu sebagaimana dimaksud dalam ketentuan yang berlaku.
Aksi korporasi ini akan menyebabkan terjadinya dilusi yang sangat besar bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya. Perseroan menyebutkan tingkat dilusi kepemilikan secara maksimum dapat mencapai 99,78% setelah pelaksanaan PMHMETD I.
Adapun perdagangan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026. Periode pendaftaran, pembayaran, dan pelaksanaan HMETD juga berlangsung pada 25 September hingga 6 Oktober 2026.
Pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD adalah mereka yang tercatat dalam DPS pada 23 September 2026. Distribusi sertifikat bukti HMETD dijadwalkan pada 24 September 2026, sedangkan pencatatan efek di BEI dilakukan pada 25 September 2026.
Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD berlangsung pada 28 September hingga 8 Oktober 2026, dengan tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 7 Oktober 2026. Sementara itu, tanggal penjatahan ditetapkan pada 8 Oktober 2026 dan pengembalian uang pemesanan pada 9 Oktober 2026.
Fortune Indonesia telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru tersebut.

(rob/rob)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Seitenkommentare