Harga Minyak Dunia Naik 1,9 Persen Usai Iran Kukuh Pertahankan Pengayaan Uranium

Admin Ugems
Lesen in einer Minute - Fri May 22 07:00:00 GMT 2026

- Harga minyak dunia naik 1,9 persen setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengumumkan uranium negaranya agar tak diekspor.
Kontrak berjangka Juli untuk pasokan internasional, minyak mentah Brent naik 1,9 persen menjadi 104,52 dollar AS (sekitar Rp 1,8 juta) per barrel pada awal perdagangan di Asia, Jumat (22/5/2026).
Sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Juni naik 1,5 persen menjadi 97,81 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barrel.

Teheran kukuh mempertahankan pengayaan uranium, menyangkal pernyataan Presiden Donald Trump bahwa negosiasi mencapai tahap akhir.
Direktur eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengatakan solusi bagi guncangan energi yang disebabkan konflik Timur Tengah hanya pembukaan Selat Hormuz tanpa syarat.




"Para eksekutif energi memperingatkan bahwa normalisasi penuh pasokan minyak Timur Tengah mungkin tidak akan terjadi hingga tahun 2027 karena skala gangguan yang disebabkan oleh konflik," kata dia dikutip dari Reuters.
Jika konflik terus menerus terjadi, negara Asia dan Afrika paling kena dampaknya.
Mereka terancam krisis energi parah yang berpotensi meruntuhkan perekonomian.

Jalur alternatif
Menyikapi tantangan di Selat Hormuz, otoritas Uni Emirat Arab (UEA) membangun jalur pipa darat baru sebagai jalur alternatif distribusi minyak selain perairan Selat Hormuz.
Bila Selat Hormuz tetap tak dibuka, dunia bisa menghindari krisis energi.
“Saat ini, banyak energi dunia masih mengalir melalui sedikit titik hambatan," jelas CEO Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) Sultan Ahmed Al Jaber dikutip dari Atlantic Council.
Jalur pipa baru ini akan menggandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui Fujairah, sebuah pelabuhan yang terletak di Teluk Oman tepat di luar Selat Hormuz.

UEA telah mempercepat pembangunan proyek ini karena perang melawan Iran. Jalur pipa ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Bila Selat Hormuz dibuka, butuh empat bulan agar distribusi kembali normal.





"Ini bukan hanya masalah ekonomi. Bahkan, ini menciptakan preseden berbahaya begitu Anda menerima bahwa satu negara dapat menyandera jalur perairan terpenting di dunia," katanya.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur lewatnya 100 juta barrel minyak dalam satu minggu.



Source https://money.kompas.com

Seitenkommentare