<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-09-20T10:16:13Z</updated>
  <dc:date>2026-09-20T10:16:13Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Prabowo Puji Profesor Ini Gegara Bensin Sawit, Ingatkan Bahaya Asing</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346026" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346026</id>
    <updated>2026-09-20T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-09-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi
  keberhasilan para akademisi dalam negeri yang berhasil mengolah kelapa
  sawit menjadi bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar. Inovasi
  tersebut dinilai sebagai bukti kemampuan bangsa dalam mengoptimalkan
  kekayaan alam demi mewujudkan kemandirian energi
  nasional.&lt;br /&gt;Prabowo mengatakan hal tersebut saat menghadiri acara
  syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa
  Timur, Sabtu (19/9/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang
  pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari
  fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa
  sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit,&amp;quot; ungkap
  Prabowo, Sabtu (19/9/2026).&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, ia menekankan
  pentingnya kejujuran, keberanian dalam melihat kelemahan diri, serta
  pengelolaan seluruh potensi kekayaan tanah air secara
  mandiri.&lt;br /&gt;Prabowo menilai kelapa sawit memiliki keunggulan luar
  biasa karena tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan harian seperti
  sabun dan obat-obatan, tetapi juga berpotensi besar menghasilkan
  BBM.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah
  tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop. Kita bisa
  mendapatkan obat, kita bisa mendapatkan sabun, kita bisa mendapatkan
  macam-macam, terutama kita mendapatkan BBM,&amp;quot; kata
  Prabowo.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Prabowo menyoroti peran penting para pakar
  dan profesor dari fakultas teknik Tanah Air yang telah membuktikan
  kemampuan riset mereka. Terbarunya, Prabowo membeberkan bahwa
  Indonesia akan mulai membuat BBM khususnya bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan
  kita juga nanti akan membuat bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemanfaatan dan pengembangan riset energi
  tersebut sejalan   dengan fokus pemerintahannya untuk terus bekerja
  dalam memenuhi   kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari penanganan
  gizi buruk,   pemenuhan pangan, penyediaan pupuk petani, hingga
  bantuan bagi   nelayan.&lt;br /&gt;Prabowo pun turut mengajak para santri
  dan generasi muda   untuk selalu berjiwa besar, percaya diri, serta
  tidak mudah   terpengaruh oleh narasi asing yang berupaya melemahkan
  kemajuan   Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mereka ingin menurunkan semangat
  kita. Mereka   ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin
  menurunkan kepercayaan   diri kita. Mereka ingin kita lemah. Mereka
  ingin kita tetap miskin.   Mereka ingin kita menjadi budak mereka
  selamanya. Kita tidak mau   menjadi budak bangsa lain. Kita akan
  menjadi bangsa yang hebat. Kita   akan berdiri di atas kaki kita
  sendiri,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Memang,   sejauh ini Indonesia sudah
  memulai memanfaatkan sumber daya nabati   menjadi bahan bakar. Untuk
  solar, Indonesia telah memanfaatkan   biodiesel dengan komposisi 50%
  (B50) sebagai bahan campuran   solar.&lt;br /&gt;Untuk BBM jenis bensin,
  beberapa wilayah dengan terbatas   sudah mencampurkan bioetanol
  kandungan 5% (E5).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dce)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260919170805-4-769233/prabowo-puji-profesor-ini-gegara-bensin-sawit-ingatkan-bahaya-asing"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Saham Bayan (BYAN) Melonjak, Analis Ungkap 3 Faktor Penentu</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346006" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346006</id>
    <updated>2026-09-20T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-09-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) ke depan
  akan dipengaruhi tiga faktor utama, yakni persetujuan revisi RKAB,
  Harga pelaksanaan transaksi 30% saham, dan struktur kontrol setelah
  masuknya Jhonlin Baratama.&lt;br /&gt;Saham BYAN melonjak 19,96% ke Rp13.825
  pada Jumat (18/9/2026), setelah perusahaan Haji Isam, Jhonlin
  Baratama, sepakat membeli 30% saham perseroan. Namun, penyelesaian
  transaksi tersebut masih dalam proses.&lt;br /&gt;Head of Research Kiwoom
  Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan kenaikan saham
  BYAN lebih mencerminkan euforia pasar terhadap perubahan kepemilikan
  dan aksi korporasi, bukan perubahan estimasi laba
  perseroan.&lt;br /&gt;“Market saat ini punya dua hal yang ditunggu, yakni
  penyelesaian transaksi Jhonlin-BYAN dan kejelasan RKAB,” tulis Liza
  dalam risetnya, Jumat (18/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Liza mengatakan
  kepastian volume produksi masih menjadi   persoalan utama BYAN. Tiga
  anak usaha perseroan, yakni PT Tiwa Abadi,   PT Tanur Jaya, dan PT
  Fajar Sakti Prima, masih menunggu persetujuan   revisi RKAB
  2026.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut membuat BYAN belum dapat   memproduksi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   sesuai
  volume yang direncanakan. Perseroan bahkan telah menyatakan   force
  majeure atas sebagian kewajiban pasokan kepada
  pelanggan.&lt;br /&gt;Risiko produksi tersebut turut mendorong Moody’s
  menurunkan outlook BYAN dari stabil menjadi negatif, sementara
  peringkat Ba1 tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;Jika revisi kuota tidak
  disetujui, Liza menyebut produksi BYAN diperkirakan hanya sekitar 39
  juta ton pada 2026, turun dari sekitar 68 juta ton pada
  2025.&lt;br /&gt;Dampaknya, EBITDA berpotensi turun dari sekitar US$1,1
  miliar menjadi US$700 juta pada 2026. Jika produksi tetap berada di
  sekitar 39 juta ton, EBITDA bahkan diperkirakan turun menjadi US$400
  juta-US$500 juta pada 2027.&lt;br /&gt;Menurut Liza, persetujuan revisi RKAB
  menjadi salah satu katalis terdekat bagi BYAN karena dapat mengurangi
  risiko terhadap volume produksi dan kinerja perseroan pada
  2026-2027.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HARGA TRANSAKSI&lt;br /&gt;Faktor
  berikutnya yang perlu dicermati   adalah harga pembelian 30% saham
  BYAN oleh Jhonlin Baratama.&lt;br /&gt;Low   Tuck Kwong dan Elaine Low telah
  menandatangani Conditional Sale and   Purchase Agreement (CSPA) dengan
  PT Jhonlin Baratama pada 16 September   2026 untuk pengalihan
  10.000.000.500 (10 miliar) saham BYAN atau   sekitar 30% saham
  perseroan.&lt;br /&gt;Namun, harga transaksi belum   diumumkan. Menurut
  Liza, informasi tersebut penting untuk melihat   bagaimana pembeli dan
  penjual menilai BYAN dalam transaksi   tersebut.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  sempat muncul laporan mengenai potensi   tawaran sekitar US$3 miliar
  untuk 62% saham BYAN. Liza menekankan   bahwa transaksi 30% saham saat
  ini tidak serta-merta menggunakan   valuasi yang sama, sehingga harga
  transaksi resmi tetap menjadi   informasi penting bagi
  investor.&lt;br /&gt;Pada harga Rp13.825,   kapitalisasi pasar BYAN mencapai
  sekitar Rp461 triliun. Dengan laba   bersih FY2025 sebesar Rp12,9
  triliun, saham BYAN diperdagangkan pada   price to earnings ratio
  (PER) sekitar 36 kali.&lt;br /&gt;&amp;quot;Valuasi   tersebut perlu dicermati
  karena saham BYAN secara historis memang   diperdagangkan dengan
  premium dibandingkan sejumlah saham &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, sementara
  prospek produksi dan laba 2026-2027 masih menghadapi risiko akibat
  ketidakpastian RKAB,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Selain harga transaksi,
  struktur kontrol setelah transaksi juga menjadi perhatian. Liza
  mengatakan kepemilikan 30% oleh Jhonlin Baratama tidak secara otomatis
  berarti terjadinya perubahan pengendalian atas BYAN.&lt;br /&gt;Investor
  perlu mencermati tata kelola setelah transaksi, termasuk komposisi
  dewan, isi perjanjian pemegang saham, serta kemungkinan adanya
  kewajiban mandatory tender offer.&lt;br /&gt;Di sisi lain, masuknya Jhonlin
  Baratama memberikan katalis dari sisi kepemilikan. Liza menilai rumor
  mengenai masuknya Haji Isam ke BYAN kini telah berubah menjadi
  transaksi konkret.&lt;br /&gt;Jhonlin Group juga memiliki eksposur di sektor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, kontraktor
  pertambangan, dan logistik. Kondisi tersebut membuka potensi sinergi
  dengan BYAN, meskipun bentuk sinergi dan dampaknya terhadap kinerja
  belum diumumkan.&lt;br /&gt;Di tengah persoalan RKAB, kinerja BYAN pada
  semester I/2026 masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan perseroan naik
  7,3% secara tahunan menjadi US$1,74 miliar, sedangkan laba bersih
  tumbuh 17,5% menjadi US$410 juta.&lt;br /&gt;Dari sisi neraca, Moody’s
  memperkirakan rasio debt/EBITDA BYAN tetap di bawah 0,5
  kali.&lt;br /&gt;Liza menilai kondisi tersebut menunjukkan fundamental BYAN
  masih relatif kuat, tetapi visibilitas laba pada 2026-2027 menjadi
  lebih tidak pasti karena volume produksi sangat bergantung pada
  keputusan pemerintah terkait revisi RKAB.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260919/189/2005526/saham-bayan-byan-melonjak-analis-ungkap-3-faktor-penent"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345990" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345990</id>
    <updated>2026-09-20T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-09-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Mengikuti jejak sukses implementasi
  program solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50
  dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, pemerintah
  berencana untuk memproduksi bensin dengan bahan dasar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.Presiden Prabowo
  Subianto mengatakan saat ini para akademisi dan profesor dari berbagai
  fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil menciptakan bahan bakar
  dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa sawit (crude palm
  oil/CPO).Dalam konteks inilah Prabowo kemudian mengatakan bahwa
  pengembangan sumber bahan bakar baru seperti solar dengan campuran
  minyak sawit tadi harus terus dikembangkan. Di mana pemerintah kini
  membidik pengembangan produksi bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok
  Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).Di luar itu,
  ia mengatakan bahwa saat ini keberhasilan penggunaan bahan bakar solar
  dicampur minyak sawit hingga 50% atau B50 telah berhasil membuat
  Indonesia berhenti melakukan impor solar sejak 1 Juli lalu. Rekam
  jejak inilah yang kemudian ingin ia pertahankan.&amp;quot;Kita mulai 1
  Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita
  sekarang sudah mandiri,&amp;quot; tutur Prabowo.Prabowo menilai langkah
  penghentian impor solar ini membatu Indonesia terlepas dari krisis
  energi. Pasalnya, kondisi global yang penuh konflik sekarang ini telah
  memicu kelangkaan pasokan solar di berbagai negara.&amp;quot;Hari-hari ini
  solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada
  barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri.
  Dari mana? Dari kelapa sawit,&amp;quot; ucapnya. &lt;br /&gt;(igo/ara)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8670419/prabowo-mau-ri-bikin-bensin-dari-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>B50 Bikin RI Setop Impor Solar, Prabowo: Nanti Kita Bikin Bensin dari Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345961" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345961</id>
    <updated>2026-09-20T01:00:10Z</updated>
    <published>2026-09-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Setelah sukses mengubah minyak kelapa
  sawit menjadi campuran solar hingga 50% atau B50, pemerintah berencana
  untuk memproduksi bensin yang berbahan dasar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Rencana ini
  menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai swasembada energi
  nasional.Presiden Prabowo Subianto mengatakan saat ini para akademisi
  dan profesor dari berbagai fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil
  menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa
  sawit (crude palm oil/CPO).Dalam konteks inilah Prabowo kemudian
  mengatakan bahwa pengembangan sumber bahan bakar baru seperti solar
  dengan campuran minyak sawit tadi harus terus dikembangkan. Pemerintah
  kini membidik pengembangan produksi bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok
  Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).Di luar itu,
  ia mengatakan bahwa saat ini keberhasilan B50 membuat Indonesia
  berhenti mengimpor solar sejak 1 Juli. Rekam jejak inilah yang
  kemudian ingin ia pertahankan.&amp;quot;Kita mulai 1 Juli yang lalu kita
  tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah
  mandiri,&amp;quot; tutur Prabowo.Prabowo menilai langkah penghentian impor
  solar ini membatu Indonesia terlepas dari krisis energi. Pasalnya,
  kondisi global yang penuh konflik sekarang ini telah memicu kelangkaan
  pasokan solar di berbagai negara.&amp;quot;Hari-hari ini solar langka di
  dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah,
  kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa
  sawit,&amp;quot; ucapnya. &lt;br /&gt;(igo/ara)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8669951/b50-bikin-ri-setop-impor-solar-prabowo-nanti-kita-bikin-bensin-dari-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Saham Bank Jumbo hingga Prajogo Dilepas Investor Asing</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345924" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345924</id>
    <updated>2026-09-19T07:00:11Z</updated>
    <published>2026-09-19T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Saham BBCA, BMRI, hingga emiten milik Prajogo
  Pangestu CUAN-BRPT menjadi yang paling banyak dilego investor asing
  pada perdagangan sepekan 14—18 September 2026 di Bursa Efek Indonesia
  (BEI).&lt;br /&gt;Mengutip data RTI, investor asing mencatatkan net sell
  Rp1,84 triliun sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
  mencatatkan net sell asing terbesar dengan nilai Rp798 miliar. Posisi
  berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net
  sell Rp443,2 miliar.&lt;br /&gt;Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
  (CPIN) berada di posisi ketiga dengan nilai jual bersih asing Rp193,2
  miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar
  Rp189,9 miliar.&lt;br /&gt;Selanjutnya, investor asing mencatatkan net sell
  Rp166,3 miliar pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan
  Rp132,6 miliar pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan net
  sell Rp95 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) Rp47,7 miliar, PT Barito
  Pacific Tbk. (BRPT) Rp45 miliar, serta PT Merdeka Battery Materials
  Tbk. (MBMA) Rp44,6 miliar.&lt;br /&gt;Daftar 10 Saham Net Sell Asing
  Terbesar Sepekan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BBCA — Rp798 miliar&lt;br /&gt;BMRI — Rp443,2
  miliar&lt;br /&gt;CPIN —   Rp193,2 miliar&lt;br /&gt;BBNI — Rp189,9
  miliar&lt;br /&gt;CUAN — Rp166,3 miliar&lt;br /&gt;   &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt; — Rp132,6
  miliar&lt;br /&gt;BUMI — Rp95 miliar&lt;br /&gt;TINS — Rp47,7 miliar&lt;br /&gt;BRPT —
  Rp45 miliar&lt;br /&gt;MBMA — Rp44,6 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Aksi jual asing
  tersebut terjadi ketika indeks harga saham   gabungan (IHSG) mengalami
  tekanan sepanjang pekan perdagangan 14—18   September
  2026.&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia   (BEI)
  Elsierra Putri Yosita mengatakan sejumlah indikator perdagangan
  saham BEI bergerak dinamis sepanjang pekan tersebut. IHSG turun 1,53%
  menjadi 6.441,159 pada akhir pekan dari posisi 6.541,377 pada pekan
  sebelumnya.&lt;br /&gt;“Sejalan dengan pergerakan IHSG, kapitalisasi pasar
  BEI turun 1,58% menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun pada
  pekan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat
  (18/9/2026).&lt;br /&gt;Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata nilai
  transaksi harian BEI turun 6,95% menjadi Rp15,22 triliun dari Rp16,36
  triliun pada pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Rata-rata frekuensi transaksi
  harian juga turun 14,73% menjadi 1,89 juta kali transaksi dari 2,22
  juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian
  BEI turun 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham
  pada pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Pada perdagangan Jumat (18/9/2026),
  investor asing mencatatkan net sell Rp1,79 triliun. Secara kumulatif
  sepanjang 2026, investor asing telah membukukan net sell Rp74,36
  triliun.&lt;br /&gt;Pelemahan IHSG pada pekan tersebut tidak terlepas dari
  tekanan bursa global menyusul sentimen hawkish bank sentral Amerika
  Serikat (AS) atau The Fed.&lt;br /&gt;Analis Stockbit Sekuritas dalam
  laporannya menyebutkan The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar
  25 basis poin (bps) menjadi 3,75%—4% pada Rabu (16/9/2026) waktu
  setempat. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi konsensus dan
  menjadi kenaikan suku bunga AS pertama sejak 2023.&lt;br /&gt;Selain
  keputusan tersebut, The Fed memperbarui proyeksi suku bunga pada akhir
  2026 menjadi kisaran 4%—4,25%. Proyeksi itu mengindikasikan masih
  terdapat peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps hingga akhir
  tahun.&lt;br /&gt;Analis Stockbit Sekuritas menilai reaksi pasar yang
  relatif terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham, menunjukkan
  ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan telah diperhitungkan
  oleh pelaku pasar.&lt;br /&gt;Dengan ekspektasi masih adanya satu kali
  kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026, Bank Indonesia (BI)
  dinilai berpotensi mengikuti arah kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;BI
  diprediksi menaikkan suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 bps
  atau hanya sekali, bergantung pada perkembangan stabilitas rupiah.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260919/7/2005470/saham-bank-jumbo-hingga-prajogo-dilepas-investor-asing"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Saham BRMS, EMAS, AADI jadi Favorit Investor Asing, Simak Top 10 Saham Net Buy Asing Sepekan</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345917" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345917</id>
    <updated>2026-09-19T07:00:08Z</updated>
    <published>2026-09-19T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Saham tambang BRMS, EMAS, AADI, hingga AMMN
  menjadi incaran kala investor asing mencatatkan net sell Rp1,84
  triliun sepanjang pekan 14—18 September 2026. &lt;br /&gt;Mengutip data RTI,
  investor asing membukukan net sell sekitar Rp1,84 triliun sepanjang
  pekan tersebut. Di tengah aksi jual tersebut, saham PT Bumi Resources
  Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham dengan nilai net buy asing
  terbesar, mencapai Rp324,7 miliar.&lt;br /&gt;Saham tambang emas PT Merdeka
  Gold Resources Tbk. (EMAS) menempati posisi berikutnya dengan nilai
  pembelian bersih asing sebesar Rp122,9 miliar. Selanjutnya, saham PT
  Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) mencatatkan net buy Rp115
  miliar.&lt;br /&gt;Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga
  masuk dalam daftar saham yang paling banyak diborong investor asing
  dengan nilai net buy Rp92,3 miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain saham
  tambang, investor asing turut mencatatkan pembelian   bersih pada
  sejumlah saham dari sektor lain. Saham PT Erajaya   Swasembada Tbk.
  (ERAA) mencatatkan net buy Rp74,9 miliar, sedangkan PT   Perusahaan
  Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar Rp33,3 miliar.&lt;br /&gt;Di   sektor
  pertambangan lainnya, saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI)
  mencatatkan net buy Rp43,3 miliar, PT Bukit Asam Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) Rp30,3 miliar, dan PT
  Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp28,9 miliar.&lt;br /&gt;Sementara itu, PT Telkom
  Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melengkapi daftar 10 saham dengan
  nilai net buy asing terbesar, yakni Rp22 miliar.&lt;br /&gt;Top 10 Saham Net
  Buy Asing Sepekan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BRMS — Rp324,7 miliar&lt;br /&gt;EMAS —
  Rp122,9 miliar&lt;br /&gt;AADI —   Rp115 miliar&lt;br /&gt;AMMN — Rp92,3
  miliar&lt;br /&gt;ERAA — Rp74,9   miliar&lt;br /&gt;ARCI — Rp43,3 miliar&lt;br /&gt;PGAS
  — Rp33,3 miliar&lt;br /&gt;   &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; — Rp30,3
  miliar&lt;br /&gt;ANTM — Rp28,9 miliar&lt;br /&gt;TLKM — Rp22 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Aksi jual asing tersebut berlangsung ketika indeks harga saham
  gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang pekan perdagangan 14—18
  September 2026.&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia
  (BEI) Elsierra Putri Yosita mengatakan sejumlah indikator perdagangan
  saham BEI bergerak dinamis sepanjang pekan tersebut. IHSG turun 1,53%
  menjadi 6.441,159 pada akhir pekan dari posisi 6.541,377 pada pekan
  sebelumnya.&lt;br /&gt;“Sejalan dengan pergerakan IHSG, kapitalisasi pasar
  BEI berubah 1,58% menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun pada
  pekan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat
  (18/9/2026).&lt;br /&gt;Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata nilai
  transaksi harian BEI turun 6,95% menjadi Rp15,22 triliun dari Rp16,36
  triliun pada pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Rata-rata frekuensi transaksi
  harian juga turun 14,73% menjadi 1,89 juta kali transaksi dari 2,22
  juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian
  BEI turun 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham
  pada pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Adapun pada perdagangan Jumat (18/9/2026),
  investor asing mencatatkan net sell Rp1,79 triliun. Secara kumulatif
  sepanjang 2026, investor asing telah membukukan net sell Rp74,36
  triliun.&lt;br /&gt;Pelemahan IHSG pada pekan ini tidak terlepas dari
  tekanan bursa global menyusul sentimen hawkish The Fed.&lt;br /&gt;Analis
  Stockbit Sekuritas dalam laporannya menyebutkan The Fed menaikkan suku
  bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%—4% pada Rabu
  (16/9) waktu setempat. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi
  konsensus dan menjadi kenaikan suku bunga AS pertama sejak
  2023.&lt;br /&gt;Selain keputusan tersebut, The Fed memperbarui proyeksi
  suku bunga pada akhir 2026 menjadi kisaran 4%—4,25%. Proyeksi itu
  mengindikasikan masih terdapat peluang kenaikan suku bunga sebesar 25
  bps hingga akhir tahun.&lt;br /&gt;Menurut analis Stockbit Sekuritas, reaksi
  pasar yang relatif terbatas, baik pada pasar obligasi maupun saham,
  menunjukkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan telah
  diperhitungkan oleh pelaku pasar.&lt;br /&gt;“Kami menilai reaksi market
  yang cenderung terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham,
  menandakan bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan oleh market
  [priced-in],” tulis analis Stockbit Sekuritas.&lt;br /&gt;Dengan ekspektasi
  masih adanya satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026,
  Bank Indonesia (BI) dinilai berpotensi mengikuti arah kebijakan
  tersebut.&lt;br /&gt;Analis Stockbit Sekuritas menilai BI berpotensi
  menaikkan suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 bps atau hanya
  sekali, bergantung pada perkembangan stabilitas rupiah.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260919/7/2005456/saham-brms-emas-aadi-jadi-favorit-investor-asing-simak-top-10-saham-net-buy-asing-sepekan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pembangkit Angin Jadi Solusi Tambahan Pasokan Listrik di Sulsel</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345834" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345834</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:35Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menilai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dapat menjadi
  solusi untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Sulawesi
  Selatan.&lt;br /&gt;Hal itu seiring dengan fenomena El Nino yang memicu
  penurunan debit air sungai di Sulawesi dan Kalimantan, sehingga
  berdampak pada merosotnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air
  (PLTA).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
  Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi mengatakan kombinasi energi air dan angin ideal lantaran
  penurunan kapasitas PLTA terjadi bersamaan dengan meningkatnya potensi
  hembusan angin.&lt;br /&gt;Di Sulawesi Selatan, dua PLTB utama yakni PLTB
  Sidrap dan PLTB Jeneponto tercatat mampu beroperasi penuh secara
  optimal guna menopang kebutuhan energi wilayah
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Intinya kalau itu ya ukuran di PLN. Saya juga
  baru balik dari sana karena saya berkunjung. PLTA memang turun. Turun
  karena berkepanjangan ya. Sekarang sungai-sungai di Kalimantan kan
  juga surut. Nah, yang saya lihat justru memang adalah PLTB,&amp;quot; kata
  Eniya, ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu
  lalu.&lt;br /&gt;Menurutnya, tenaga angin saat musim El Nino bertiup selama
  24 jam penuh sehingga mampu menutupi penurunan daya dari
  PLTA.&lt;br /&gt;Eniya mengungkapkan karakteristik angin di Indonesia
  memiliki siklus khusus selama 4 hingga 4,5 bulan, mulai Juni, Juli,
  Agustus, September, hingga pertengahan Oktober. Di mana angin dapat
  menghasilkan energi selama 24 jam nonstop. Cuaca panas yang ekstrem
  bahkan memicu kecepatan dan intensitas angin menjadi semakin
  tinggi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah, itu berarti kesimpulan sementara kita adalah
  pada saat panas ya, sungai itu surut, air itu surut, PLTA ini harus
  dikombinasi dengan angin,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Dia menambahkan, meski
  pemetaan potensi PLTB dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
  (RUPTL) mencapai 11 Giga Watt (GW) di berbagai daerah seperti Sulawesi
  Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, NTT, hingga Maluku, investasi
  di sektor energi angin tercatat belum bertambah dalam empat tahun
  terakhir.&lt;br /&gt;Dengan begitu, untuk menarik minat investor, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; kini
  tengah memproses revisi Perpres Nomor 112 Tahun 2022 terkait regulasi
  harga patokan energi terbarukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini kita kan sedang revisi
  Perpres 112, harga. Nah, harga di situ nanti saya bahas lagi karena
  apa, El Nino ini justru malah potensi anginnya itu bisa full 24 jam.
  Kita itu punya kecepatan angin sampai 31 meter per second loh,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918180045-4-769141/pembangkit-angin-jadi-solusi-tambahan-pasokan-listrik-di-sulsel"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Danantara &amp; Bea Cukai Tukar Data, Ekspor 3 Komoditas RI Diawasi Ketat</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345805" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345805</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:33Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi
  Utama memastikan kerja sama pertukaran data anatara pihaknya (DJBC)
  dengan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) terus berjalan sebagai
  tindak lanjut dari PP nomor 24 tahun 2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Terkait
  dengan kerjasama pertukaran data antara   Kementerian Keuangan dengan
  DSI, ini sudah dilakukan kerjasama ataupun   kerjasama secara
  terus-menerus sebagai tindak lanjut dari PP nomor 24   tahun
  2026,&amp;quot; ucap Djaka saat konferensi pers APBN di Gedung   Juanda,
  Jakarta pada Jumat (18/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Djaka menekankan adanya
  kerja sama dalam urusan pertukaran data   tersebut dalam rangka
  penguatan tata kelola, ekspor komoditas sumber   daya alam strategis
  yang meliputi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;, minyak kelapa   sawit, dan ferro aloy.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dirinya menjelaskan bahwa DJBC telah menyiapkan
  mekanisme agar   eksportir dapat menyampaikan data kepada DSI pada
  saat penyampaian   pemberitahuan ekspor barang atau PEB melalui
  CEISA.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikutnya, data yang diinput oleh para eksportir
  tersebut,   nantinya akan kemudian diolah dan dianalisis oleh PT DSI
  yang kemudian   hasilnya akan disampaikan serta dibahas secara
  periodik bersama   Kementerian Keuangan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Secara
  terpisah, Managing Director, Global Relations &amp;amp;   Communications
  BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury mengatakan akan   menggabungkan
  data internal domestik dari sejumlah kementerian,   khususnya di Bea
  Cukai, termasuk data dari pelabuhan atau titik-titik   pengiriman
  komoditas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di samping itu, DSI juga
  melakukan koordinasi soal komoditas   dengan negara-negara importir
  terbesar untuk tiga komoditas utama asal   Tanah Air.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Nah, dengan hal-hal tersebut kita harapkan bahwa nantinya
  kita bisa memastikan bahwa bagaimana konsistensi daripada data-data
  tersebut untuk bisa meyakini bahwa apa yang sudah tercatatkan, apakah
  itu yang terkait dengan volume transaksi, kemudian juga harga,
  kemudian juga spek, serta kontrak-kontrak yang ada itu memang
  betul-betul sudah dilakukan dengan prinsip-prinsip governance yang
  baik. Jadi tujuan utamanya seperti yang disampaikan oleh Bapak
  Presiden kan seperti itu,&amp;quot; terang dia kepada CNBC Indonesia,
  dikutip Jumat (18/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pahala pun menegaskan
  menegaskan bahwa kehadiran PT Danantara   Sumber Daya Indonesia (DSI)
  tidak akan mengganggu kepastian pasar   maupun ekosistem perdagangan
  komoditas. Dalam hal ini, DSI tetap   menghormati kontrak dan
  kesepakatan perdagangan yang telah dibuat   eksportir dengan pembeli,
  termasuk untuk kontrak pengadaan komoditas   pada 2027.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Pada dasarnya, fokus awal DSI sesuai dengan mandat utama dari
  Presiden Prabowo Subianto, yakni memastikan bahwa seluruh transaksi
  komoditas strategis bisa tercatat dengan baik. Adapun tiga komoditas
  utama yang dimaksud antara lain &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, ferro alloy, dan
  crude palm oil (CPO).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(haa/haa)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918155256-4-769092/danantara-bea-cukai-tukar-data-ekspor-3-komoditas-ri-diawasi-ketat"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Dimenangkan Hashim, Ini Profil Ladang Gas Raksasa Natuna D-Alpha</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345776" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345776</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) minyak dan
  gas bumi (migas) Tahap I Tahun 2026.&lt;br /&gt;Dari proses tersebut,
  sebanyak enam WK migas berhasil ditetapkan pemenangnya dengan total
  komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$ 141,512 juta dan bonus
  tanda tangan sebesar US$ 1,6 juta.&lt;br /&gt;Pengumuman itu tertuang dalam
  Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17
  September 2026. Berdasarkan keterangan resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, enam blok
  migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu
  Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi
  ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.&lt;br /&gt;Salah
  satu yang menjadi perhatian adalah pemenang lelang tersebut adalah
  perusahaan migas di bawah Arsari Group yakni PT Nations Petroleum.
  Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo ini memenangkan WK Migas
  Natuna D-Alpha melalui penawaran langsung.&lt;br /&gt;Komitmen pasti 3 tahun
  pertama sebesar US$ 103.309.000 atau setara Rp 1,83 triliun (asumsi
  kurs Rp 17.730 per US$) dan bonus tanda tangan US$ 200.000 atau
  sekitar Rp 3,55 miliar. Mengutip website resmi Arsari Group, Nations
  Petroleum merupakan perusahaan migas yang berinvestasi dalam teknologi
  ekstraksi dan pemulihan mutakhir dengan tujuan memaksimalkan
  efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa
  depan energi yang lebih terjamin.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Profil Blok
  Migas Natuna D Alpha&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui,   Wilayah Kerja (WK)
  Natuna D-Alpha memiliki sejarah panjang dalam upaya   pengembangan
  cadangan migas raksasa Indonesia. Blok yang berada di   lepas pantai
  Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tersebut telah   melewati
  sejumlah perubahan operator dan skema pengelolaan sebelum   kembali
  ditawarkan pemerintah kepada investor.&lt;br /&gt;Sejarah   pengembangan
  Natuna D-Alpha bermula pada 1973 ketika operator asal   Italia yakni
  AGIP menemukan kandungan gas di Lapangan AL yang kemudian   dikenal
  sebagai Natuna D-Alpha. Wilayah ini disebut memiliki potensi
  hidrokarbon yang sangat besar, dengan perkiraan sumber daya gas lebih
  dari 200 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/ TCF).&lt;br /&gt;Potensi
  tersebut kemudian menarik minat ExxonMobil. Pada 1980, ExxonMobil
  mendapatkan hak pengelolaan wilayah Natuna D-Alpha. Namun,
  pengembangan lapangan tersebut menghadapi berbagai tantangan karena
  tingginya kandungan karbon dioksida (CO2) dalam gas
  Natuna.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun tidak kunjung dikembangkan secara
  komersial, pemerintah akhirnya menghentikan kontrak ExxonMobil pada
  2007. Lalu pada 2008, pemerintah menyerahkan pengelolaan Natuna
  D-Alpha kepada PT Pertamina (Persero).&lt;br /&gt;Pertamina kemudian
  berupaya mencari mitra untuk mengembangkan lapangan gas raksasa
  tersebut. Dalam prosesnya, Pertamina menggandeng sejumlah perusahaan
  migas internasional. ExxonMobil kembali masuk bersama Pertamina dan
  Total dalam upaya pengembangan Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal
  itu, Lapangan ini kemudian diubah namanya menjadi East Natuna atau
  Natuna Timur. Dalam perkembangan berikutnya, Petronas juga masuk ke
  dalam konsorsium tersebut. Namun, Petronas kemudian digantikan oleh
  perusahaan migas asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT
  EP), pada 2012.&lt;br /&gt;Meski telah melibatkan sejumlah perusahaan migas
  besar dunia, pengembangan East Natuna kembali buntu. Konsorsium yang
  dibentuk untuk mengembangkan lapangan tersebut akhirnya berakhir pada
  2017.&lt;br /&gt;Setelah konsorsium tersebut berakhir, pemerintah kembali
  menugaskan Pertamina untuk melanjutkan upaya pengembangan East Natuna.
  Namun, pengembangan lapangan tidak kunjung terealisasi secara
  komersial.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada 2022, Pertamina mengembalikan
  pengelolaan proyek East Natuna kepada pemerintah. Pengembalian
  tersebut dilakukan karena proyek dinilai membutuhkan investasi yang
  sangat besar, terutama untuk menangani tingginya kandungan CO2.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;East Natuna Dipecah Jadi Tiga Wilayah Kerja&lt;br /&gt;Setelah
  pengelolaan East Natuna dikembalikan kepada pemerintah, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema baru untuk
  kembali menawarkan potensi migas di kawasan East Natuna kepada
  investor.&lt;br /&gt;Pemerintah memecah Blok Natuna menjadi tiga wilayah
  kerja migas, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus.
  Pemecahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk
  menarik kembali minat investor terhadap kawasan yang memiliki potensi
  sumber daya migas jumbo tersebut.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; yang saat itu dijabat oleh Tutuka Ariadji mengatakan,
  ketiga wilayah tersebut akan ditawarkan melalui mekanisme lelang
  internasional secara terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertengahan Mei pas ada IPA
  (Indonesian Petroleum Association Conference &amp;amp; Exhibition) itu
  kita umumkan di situ akan sangat bagus, kita kan perlu cari dulu
  peminat Natuna ini, kalau kita umumkan harus tahu peminatnya, sekian
  untuk Natuna,&amp;quot; ungkap Tutuka dalam Konferensi Pers, Senin
  (30/1/2023).&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan, Tutuka sendiri mengaku
  prihatin pengembangan Blok East Natuna telah mangkrak hingga puluhan
  tahun lamanya. Padahal, blok jumbo ini sendiri mempunyai cadangan yang
  lebih besar dibandingkan Blok Masela.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan bagi tiga
  karena terlalu besar blok itu. Di atas ada minyak, yang tengah ini
  yang D-Alpha yang cadangannya besar 46 TCF, lebih besar dari Masela,
  tapi mengandung karbon yang tinggi. Untuk itu perlu ditawarkan sendiri
  yang D-Alpha ini,&amp;quot; kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC
  Indonesia, Senin (26/12/2022).&lt;br /&gt;Kini, setelah melalui perjalanan
  panjang sejak pertama kali ditemukan pada 1973, Natuna D-Alpha
  akhirnya akan dikembangkan oleh anak usaha Arsari Group, PT Nations
  Petroleum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918152807-4-769076/dimenangkan-hashim-ini-profil-ladang-gas-raksasa-natuna-d-alpha"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Suplai Listrik PLTA di Sulsel Menurun Imbas El Nino, Ini Siasat ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345747" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345747</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:27Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyiapkan strategi dalam menjaga keandalan pasokan listrik
  nasional menyusul turunnya kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air
  (PLTA). Penurunan debit air tersebut terjadi imbas dari fenomena El
  Nino, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan
  Kalimantan.&lt;br /&gt;Sebagai solusi, pemerintah akan memanfaatkan
  kombinasi operasional PLTA dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu
  (PLTB) atau energi angin.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Energi Baru,
  Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi mengatakan, menyusutnya debit air sungai saat musim
  kemarau berdampak langsung pada penurunan produksi listrik dari
  PLTA.&lt;br /&gt;Namun, cuaca panas akibat El Nino di saat yang bersamaan
  justru meningkatkan potensi dan intensitas angin secara signifikan di
  sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sulawesi
  Selatan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Karena pada saat El Nino justru angin itu 24 jam
  bertiup. Nah, alhamdulillah kita sudah punya dua pembangkit di
  Sulawesi Selatan, yaitu di Sidrap sama Jeneponto, dua-duanya saya
  visit kemarin. Semua 24 jam full capacity. Nah, itu berarti kesimpulan
  sementara kita adalah pada saat panas ya, sungai itu surut, air itu
  surut, PLTA ini harus dikombinasi dengan angin,&amp;quot; ungkap Eniya
  saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat
  (18/9/2026).&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan bahwa dua PLTB yang beroperasi di
  Sulawesi Selatan, yakni di Sidrap dan Jeneponto, justru beroperasi
  optimal pada kapasitas penuh selama 24 jam nonstop di tengah kondisi
  El Nino.&lt;br /&gt;&amp;quot;Intinya kalau itu ya ukuran di PLN. Saya juga baru
  balik dari sana karena saya berkunjung. PLTA memang turun. Turun
  karena berkepanjangan ya. Sekarang sungai-sungai di Kalimantan kan
  juga surut. Nah, yang saya lihat justru memang adalah PLTB,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Sejatinya, karakteristik angin di Indonesia memiliki
  keunikan tersendiri, di mana dalam rentang waktu empat hingga 4,5
  bulan mulai dari Juni, Juli, Agustus, September, hingga pertengahan
  Oktober. Potensi angin mampu menghasilkan listrik selama 24 jam
  penuh.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum yang sangat
  ideal untuk mengisi penurunan kapasitas PLTA saat debit air
  surut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Karena pada saat El Nino justru angin itu 24 jam
  bertiup. Nah, alhamdulillah kita sudah punya dua pembangkit di
  Sulawesi Selatan, yaitu di Sidrap sama Jeneponto, dua-duanya saya
  visit kemarin. Semua 24 jam full capacity. Nah, itu berarti kesimpulan
  sementara kita adalah pada saat panas ya, sungai itu surut, air itu
  surut, PLTA ini harus dikombinasi dengan angin,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;Meski pemetaan potensi PLTB dalam Rencana Usaha
  Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mencapai 11 Giga Watt (GW) di
  berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan
  Selatan, NTT, hingga Maluku, investasi di sektor energi angin tercatat
  belum bertambah dalam empat tahun terakhir.&lt;br /&gt;Dengan begitu, untuk
  menarik minat investor, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; kini
  tengah memproses revisi Perpres Nomor 112 Tahun 2022 terkait regulasi
  harga patokan energi terbarukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini kita kan sedang revisi
  Perpres 112, harga. Nah, harga di situ nanti saya bahas lagi karena
  apa, El Nino ini justru malah potensi anginnya itu bisa full 24 jam.
  Kita itu punya kecepatan angin sampai 31 meter per second loh,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918144548-4-769061/suplai-listrik-plta-di-sulsel-menurun-imbas-el-nino-ini-siasat-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemenang Lelang 6 WK Migas Resmi Diumumkan, Komitmen Investasi Rp25 M</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345718" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345718</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) minyak dan
  gas bumi (migas) Tahap I Tahun 2026. Dari proses lelang tersebut,
  sebanyak enam WK migas berhasil ditetapkan pemenangnya dengan total
  komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$141,512 juta atau
  Rp25,04 miliar (kurs Rp17.700 per US$) dan bonus tanda tangan sebesar
  US$1,6 juta.&lt;br /&gt;Pengumuman itu tertuang dalam Surat Keputusan
  Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026.
  Berdasarkan keterangan resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, enam blok
  migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu
  Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi
  ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan
  Rupat.&lt;br /&gt;Berikut daftar Pemenang Lelang WK Migas Tahap I Tahun
  2026:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;- WK Sapukala (Penawaran
  Langsung): Dimenangkan oleh Eni   Indonesia Limited dengan komitmen
  pasti 3 tahun pertama sebesar US$   8.000.000 dan bonus tanda tangan
  US$ 200.000.&lt;br /&gt;- WK Natuna D-Alpha   (Penawaran Langsung):
  Dimenangkan oleh PT Nations Petroleum dengan   komitmen pasti 3 tahun
  pertama sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda   tangan US$
  200.000.&lt;br /&gt;- WK Bengara II (Lelang Reguler Area Studi   ABT 2025):
  Dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment   (HK)
  Holdings Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar   US$
  16.500.000 dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;- WK Pesut
  Mahakam (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT
  Timur Hijau Investama dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar
  US$ 7.403.000 dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;- WK Puri
  (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau
  Investama dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 3.350.000
  dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;- WK Rupat (Lelang Reguler
  Area Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh Cinda Energy (Hong Kong)
  Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 2.950.000
  dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;Adapun, tiga blok migas yang
  belum ada pemenangnya yakni WK Rombebai, Maratua II, dan Jayapura,
  dibuka kembali melalui skema Penawaran Langsung.&lt;br /&gt;Sejalan dengan
  itu, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  resmi membuka Penawaran Lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026 untuk
  delapan wilayah kerja baru. Ke 8 WK yang ditawarkan yaitu WK Jago,
  Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu, dan Leti Selatan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918134511-4-769043/pemenang-lelang-6-wk-migas-resmi-diumumkan-komitmen-investasi-rp25-m"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ESDM Buka Lelang 8 Blok Migas Baru, Ini Daftarnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345689" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345689</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengumumkan Lelang Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi
  Tahap II Tahun 2026 untuk 8 Wilayah Kerja Migas.&lt;br /&gt;Ke-8 WK Migas
  itu diantaranya: &lt;br /&gt;Penawaran Langsung:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jago - Luas
  8.487,61 km² - Skema Kontrak: Cost Recovery - Bonus   Tanda Tangan
  Minimum: US$ 200.000&lt;br /&gt;Mahesa - Luas 9.145,66 km² -   Skema
  Kontrak: Cost Recovery - Bonus Tanda Tangan Minimum: US$
  200.000&lt;br /&gt;Rafflesia - Luas 9.027,74 km² - Skema Kontrak: Cost
  Recovery - Bonus Tanda Tangan Minimum: US$ 200.000&lt;br /&gt;Belibis - Luas
  4.860,47 km² - Skema Kontrak: Cost Recovery - Bonus Tanda Tangan
  Minimum: US$ 200.000&lt;br /&gt;Talu - Luas 4.676,26 km² - Skema Kontrak:
  Cost Recovery atau Gross Split - Bonus Tanda Tangan Minimum: US$
  200.000&lt;br /&gt;Manta - Luas 8.498,81 km² - Skema Kontrak: Cost Recovery
  - Bonus Tanda Tangan Minimum: US$ 200.000&lt;br /&gt;Palu - Luas 7.912,78
  km² - Skema Kontrak: Cost Recovery - Bonus Tanda Tangan Minimum: US$
  200.000&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Lelang Reguler:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Leti Selatan -
  Luas 11.226,09 km² - Skema Kontrak: Cost Recovery   atau Gross Split -
  Bonus Tanda Tangan Minimum: USD 200.000&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Penawaran
  Wilayah Kerja tersebut sekaligus mencerminkan   upaya Pemerintah untuk
  terus membuka peluang eksplorasi dan   mengoptimalkan potensi Minyak
  dan Gas Bumi nasional dalam mendukung   kebutuhan energi di masa
  mendatang,&amp;quot; terang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dalam
  website resminya, Jumat (18/9/2026).&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal tersebut,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  mengklaim akan melakukan penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan usaha
  hulu Minyak dan Gas Bumi untuk menciptakan iklim investasi yang
  kompetitif dan memberikan kepastian bagi Kontraktor.,&lt;br /&gt;Adapun
  berbagai penyempurnaan yang telah dilakukan antara lain peningkatan
  porsi bagi hasil bagi Kontraktor, pemberian 10% FTP, penetapan nilai
  minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, fleksibilitas dalam
  memilih skema kontrak baik Cost Recovery maupun Gross Split, 100%
  harga DMO, tidak adanya kewajiban relinquishment dalam tiga tahun
  pertama masa komitmen, serta kemudahan dalam mengakses data melalui
  keanggotaan di Migas Data Repository. &lt;br /&gt;&amp;quot;Kontraktor juga
  dapat memperoleh fasilitas perpajakan sesuai dengan ketentuan yang
  berlaku dan mengajukan insentif apabila terdapat kendala keekonomian
  dalam pengembangan Wilayah Kerja. Berbagai kebijakan tersebut menjadi
  bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan iklim investasi hulu
  Minyak dan Gas Bumi yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan
  ruang bagi Kontraktor untuk mengoptimalkan pengembangan Wilayah Kerja
  yang dikelola,&amp;quot; ungkapnya.&lt;br /&gt;Adapun bagi Badan Usaha dan/atau
  Bentuk Usaha Tetap yang berminat mengikuti Penawaran Lelang Wilayah
  Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap II Tahun 2026, proses Lelang akan
  dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:&lt;br /&gt;Jadwal dari
  Lelang Penawaran Langsung untuk Wilayah Kerja Jago, Mahesa, Rafflesia,
  Belibis, Talu, Manta, Palu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Akses Bid
  Document: 17 September 2026 s.d. 31 Oktober 2026&lt;br /&gt;b. Batas akhir
  waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 2 November 2026&lt;br /&gt;Dan Jadwal
  Lelang Reguler pada Wilayah Kerja Leti Selatan adalah sebagai
  berikut:&lt;br /&gt;a. Akses Bid Document: 17 September 2026 s.d. 14 Januari
  2027&lt;br /&gt;b. Batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 14
  Januari 2027&lt;br /&gt;Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang
  berminat dapat melakukan registrasi dan mengakses Bid Document melalui
  laman lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi sesuai dengan jadwal
  yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918134138-4-769020/esdm-buka-lelang-8-blok-migas-baru-ini-daftarnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Haji Isam Borong Saham Bayan - China Diam-Diam Tekan Iran Soal Houthi</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345669" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345669</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk atau
  BYAN resmi melaporkan aksi korporasi terkait rencana pengalihan saham
  pengendali. Pendiri &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan
  resources&lt;/span&gt; Low Tuck Kwong bersama putrinya Elaine Low telah
  menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin
  Baratama pada Rabu pekan ini. Sementara itu, China disebut diam-diam
  meminta Iran menggunakan pengaruhnya untuk meredam kelompok Houthi di
  Yaman. Permintaan ini muncul setelah Arab Saudi meminta bantuan
  Beijing menghadapi serangan Houthi di sepanjang Pesisir Laut Merah dan
  sekitar Selat Bab El-Mandeb.&lt;br /&gt;Selengkapnya dalam program Profit
  CNBC Indonesia (Jumat, 18/09/2026) berikut ini.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918131056-8-769011/haji-isam-borong-saham-bayan--china-diam-diam-tekan-iran-soal-houthi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345653" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345653</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam telah
  menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham terkait pengalihan saham
  pengendali dengan pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni Low
  Tuck Kwong (Dato' Dr. Low Tuck Kwong) bersama anaknya, Elaine
  Low.&lt;br /&gt;Jika berjalan lancar, sebanyak 10.000.000.500 (sepuluh
  miliar lima ratus) saham biasa PT Bayan Resources Tbk atau setara
  dengan 30% kepemilikan saham akan berpindah ke tangan Haji Isam.
  &lt;br /&gt;Namun, jauh sebelum nama Low Tuck Kwong menjadi identik dengan
  Bayan, akar perusahaan bermula dari sosok bernama Haji Asri. Sebagai
  wawasan, perkenalan Low Tuck Kwong dengan Bayan bermula sejak 1998
  ketika mengakuisisi PT. Dermaga Perkasapratama (DPP) dan PT. Gunung
  Bayan Pratamacoal (GBP). Perusahaan terakhir yang disebut awalnya
  milik sosok pengusaha bernama Haji Asri. &lt;br /&gt;Haji Asri mendirikan PT
  Gunung Bayan Pratamacoal sejak dekade 1990-an sebagai bagian dari
  program Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Mengutip arsip koran
  Neraca (12 Mei 1992), PT Gunung Bayan Pratamacoal menjadi satu dari
  empat perusahaan PMDN yang sedang mengajukan permohonan untuk mendapat
  kuasa pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; di Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;Tercatat, Asri mengajukan
  konsesi lahan seluas 100 ribu hektare di daerah tersebut. Ketika ini
  terjadi, Low Tuck Kwong adalah kontraktor melalui PT Jaya Sumpiles
  Indonesia (JSI), yang menurut situs resmi BYAN, sudah masuk ke
  industri pertambangan sejak 1988. Salah satu bisnis perusahaan
  tersebut adalah pembersihan lahan, penambangan sederhana, dan
  pengangkutan hasil tambang ke sejumlah rekanan perusahaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di
  Kalimantan.&lt;br /&gt;Dari sinilah titik temu Haji Asri dan Low Tuck
  Kwong.&lt;br /&gt;&amp;quot;Low Tuck Kwong bukan orang asing buat Asri. Pria
  kelahiran Singapura inilah yang menyurvei lahan milik Gunung
  Bayan,&amp;quot; tulis buku Para Raja &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  (2019).&lt;br /&gt;Perlahan, hubungan yang awalnya sebatas pemilik dan
  kontraktor itu berubah pada 26 Agustus 1996. Dalam pemberitaan
  Detik.com (9 November 2015), di tanggal itu, Low Tuck Kwong dan Haji
  Asri mengadakan perjanjian di hadapan notaris.&lt;br /&gt;Perjanjian
  tersebut berkaitan dengan eksploitasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di lahan konsesi
  milik Asri dalam skema Penanaman Modal Asing (PMA). Kerja sama
  tersebut disebut bernilai Rp7,6 triliun. PMA dilakukan karena Low Tuck
  Kwong masih menjadi Warga Negara Singapura. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Setahun
  kemudian, pada 22 November 1997, Low Tuck Kwong membeli   Gunung Bayan
  dengan harga Rp5 miliar. Lima hari kemudian, terjadi   peralihan saham
  dan RUPS Luar Biasa PT Gunung Bayan Pratama Coal (PT   GBPC).
  Hasilnya, posisi Direktur Utama dan sejumlah posisi lainnya
  ditempati pihak Low Tuck Kwong.&lt;br /&gt;Sejak saat itulah posisi Low Tuck
  Kwong berubah. Dari awalnya merupakan kontraktor lalu memegang kendali
  lahan konsesi 100 hektare. Kendali tersebut menjadi bagian penting
  dari perjalanan bisnis yang kelak melahirkan Bayan Resources dan
  mengantarkan pria kelahiran 1948 itu sebagai orang terkaya di
  Indonesia. &lt;br /&gt;Namun, perjalanan tersebut tidak selalu
  mulus.&lt;br /&gt;Dalam laporan buku Para Raja &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (2019), pada
  2008, muncul sengketa antara Haji Asri dan Low Tuck Kwong. Haji Asri
  bersama dua anaknya selaku pemegang saham Gunung Bayan menggugat Low
  Tuck Kwong bersama pemilik saham lainnya.&lt;br /&gt;Persoalannya berawal
  dari perbedaan penafsiran atas kerja sama pada 1997. Dalam perspektif
  Haji Asri, kerja sama tersebut merupakan afiliasi. Sementara Low Tuck
  Kwong mengartikannya sebagai pengalihan saham.&lt;br /&gt;Belum lagi,
  menurut Haji Asri, pembayaran Low Tuck Kwong belum
  lunas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Menurut dia, dari perjanjian pembayaran semula Rp5
  miliar, Low yang kini beralih menjadi WNI baru menyetor Rp3,5 M,&amp;quot;
  tulis buku tersebut, menuturkan ulang pernyataan Haji Asri.&lt;br /&gt;Haji
  Asri kemudian mengajukan gugatan perdata wanprestasi atau ingkar janji
  ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mengutip Detik.com (9 November
  2015), Haji Asri mengajukan sejumlah petitum penting, antara lain
  meminta pengadilan menyatakan perjanjian batal demi hukum, menyatakan
  H Asri sebagai pemilik sah PT Gunung Bayan Pratama Coal (PT GBPC),
  menghentikan eksploitasi di atas lahan konsesi PT Gunung Bayan Pratama
  Coal (PT GBPC), serta membayar ganti rugi Rp7,6 triliun.&lt;br /&gt;Namun,
  gugatan tersebut tidak dikabulkan pengadilan. Pada 12 Januari 2009, PN
  Jakarta Selatan menolak seluruh gugatan Haji Asri melalui Putusan
  Nomor 882/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Sel.&lt;br /&gt;Putusan tersebut kemudian
  dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada 29 April 2010 melalui
  Putusan Nomor 595/Pdt/2009/PT DKI.&lt;br /&gt;Kasasi yang diajukan ahli
  waris Haji Asri pun ditolak Mahkamah Agung. Dalam pertimbangannya, MA
  mengungkap kebenaran akta jual beli yang dibuat di hadapan notaris dan
  dinilai sah di mata hukum. Tidak ditemukan pula bukti adanya pemalsuan
  surat dalam transaksi tersebut.&lt;br /&gt;Pada tahap berikutnya, gugatan
  peninjauan kembali (PK) yang diajukan pihak penggugat juga
  ditolak.&lt;br /&gt;Dengan rangkaian putusan tersebut, klaim Haji Asri
  mengenai kekurangan pembayaran atas transaksi tahun 1997 tidak
  diterima dalam proses hukum yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Low
  Tuck Kwong terus mempertahankan kendalinya atas Gunung Bayan. Kini,
  kepemilikan pengendali Bayan kembali menghadapi babak baru. Haji Isam
  bersiap mengambil 30% saham Bayan dari tangan Low Tuck Kwong dan
  Elaine Low.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Naskah ini merupakan bagian dari CNBC
  Insight, rubrik yang   menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan
  kondisi masa lalu lewat   relevansinya di masa kini. Khusus terkait
  bencana, naskah ini   diharapkan bisa membangun kesadaran dan
  kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mfa/mfa)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260918144423-17-769060/cerita-low-tuck-kwong-ambil-alih-bayan-dari-tangan-haji-asri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Moodys Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345624" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345624</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Moody's Ratings (Moody's) telah merevisi
  prospek perusahaan konglomerat Low Tuck Kwong, PT. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk. (BYAN)
  menjadi negatif dari yang sebelumnya stabil. Namun, lembaga rating
  tersebut masih mempertahankan peringkat keluarga korporasi (CFR)
  Ba1.&amp;quot;Prospek negatif ini mencerminkan ketidakpastian regulasi
  terkait alokasi kuota produksi, yang telah mendorong Bayan untuk
  menyatakan force majeure. Jika tidak segera diselesaikan,
  ketidakpastian ini dapat membatasi produksi dan membebani laba,&amp;quot;
  kata Asisten Wakil Presiden Moody's Ratings Anthony Prayugo dalam
  keterangannya, Jumat (18/9/2026).Meskipun demikian, Prayugo
  mengatakan, metrik kredit emiten yang bergerak di sektor tambang
  tersebut tetap kuat, didukung oleh neraca keuangannya yang bebas
  utang, &amp;quot;Namun ketidakpastian yang terus berlanjut seputar
  persetujuan kuota menimbulkan risiko penurunan terhadap kemampuannya
  untuk mencapai pertumbuhan produksi,&amp;quot; tambah Prayugo.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Seperti diketahui, pada tanggal 14 September 2026, Bayan
  menyatakan force majeure atas kewajiban pasokan batubaranya, menyusul
  keterlambatan dalam memperoleh persetujuan pemerintah Indonesia untuk
  revisi kenaikan kuota produksi pertambangan tahunannya. Tanpa kuota
  yang direvisi tersebut, produksi Bayan akan turun menjadi sekitar 39
  juta metrik ton (MT) pada tahun 2026 dari sekitar 68 juta MT pada
  tahun 2025.&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, bahkan jika kuota pada akhirnya
  ditingkatkan, ketidakpastian seputar proses persetujuan tahunan
  mengurangi kejelasan mengenai kemampuan Bayan untuk memperoleh alokasi
  produksi yang diperlukan guna meningkatkan output menuju kapasitas
  penuhnya sekitar 80 juta MT dalam beberapa tahun
  mendatang.Ketidakpastian ini membatasi kemampuan perusahaan untuk
  merencanakan produksi, memenuhi komitmen pengiriman yang telah
  dikontrak secara andal, serta mewujudkan pertumbuhan laba dan arus kas
  yang sebelumnya kami perkirakan.&amp;quot;Jika permohonan perusahaan untuk
  revisi kuota tidak disetujui, kami memperkirakan EBITDA Bayan akan
  turun menjadi sekitar US$700 juta pada tahun 2026 dari sekitar US$1,1
  miliar pada tahun 2025, terutama karena volume penjualan yang jauh
  lebih rendah,&amp;quot;sebutnya.Jika produksi tetap berada di sekitar 39
  juta MT pada tahun 2027, pihaknya memperkirakan EBITDA akan turun
  lebih lanjut menjadi sekitar US$400 juta - US$500 juta, berdasarkan
  asumsi harga jual rata-rata yang sebesar US$48/MT, yang berada di
  bawah harga realisasi yang diperkirakan untuk tahun 2026.&amp;quot;Dalam
  skenario ini, laba akan tetap jauh di bawah perkiraan kami sebelumnya
  sebesar sekitar $1 miliar per tahun, yang mengasumsikan pertumbuhan
  produksi yang berkelanjutan menuju kapasitas produksi perusahaan
  sebesar 80 juta MT,&amp;quot; ungkapnya.Terlepas dari tekanan-tekanan ini,
  metrik kredit Bayan akan tetap sangat kuat. Moody's memperkirakan
  perusahaan akan membiayai belanja modal untuk perluasan kapasitas
  produksi dan infrastruktur terutama dengan arus kas internal, sehingga
  mengurangi kebutuhan akan utang tambahan. Akibatnya, &amp;quot;kami
  memperkirakan rasio utang terhadap EBITDA yang disesuaikan oleh
  Moody's akan tetap di bawah 0,5x selama dua tahun ke depan,&amp;quot;
  ucapnya.Peringkat CFR Ba1 Bayan mencerminkan posisinya sebagai salah
  satu produsen batu bara termal terbesar di Indonesia, umur cadangan
  tambang yang panjang, profitabilitas yang kuat yang didukung oleh
  struktur biaya rendah, likuiditas yang sangat baik, serta kebijakan
  keuangan yang bijaksana.Bayan akan mempertahankan likuiditas yang
  sangat baik selama 18 bulan ke depan dengan kas internal yang memadai
  dan arus kas operasional yang diproyeksikan untuk membiayai belanja
  modal dan pembayaran dividen. Perusahaan juga memiliki fasilitas modal
  kerja yang telah disetujui namun belum ditarik sebesar sekitar US$650
  juta dari bank-bank per akhir Juni 2026.Mengingat prospek negatif,
  peningkatan peringkat tidak mungkin terjadi dalam 12-18 bulan ke
  depan.Prospek dapat kembali menjadi stabil jika Bayan mampu
  menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten memperoleh alokasi
  kuota produksi yang diperlukan guna mempertahankan produksi, laba, dan
  arus kasnya, sekaligus mempertahankan likuiditas yang sangat baik,
  kebijakan keuangan yang konservatif, serta pendekatan yang bijaksana
  terhadap investasi dan pembagian dividen kepada pemegang
  saham.&amp;quot;Kami dapat menurunkan peringkat jika gangguan operasional,
  termasuk penundaan yang berkepanjangan dalam persetujuan kuota
  produksi atau kejadian force majeure yang berkepanjangan - secara
  material melemahkan produksi, laba, arus kas, atau likuiditas Bayan.
  Kami juga dapat menurunkan peringkat jika perubahan kepemilikan atau
  kendali menyebabkan kebijakan keuangan yang lebih agresif, rasio utang
  yang lebih tinggi, peningkatan pembagian dividen kepada pemegang
  saham, atau eksposur pihak terkait yang lebih besar,&amp;quot;
  tutupnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagai informasi, tak lama setelah penguuman
  force majeure,   Manajemen BYAN melaporkan aksi korporasi terkait
  pengalihan saham   pengendali. Pendiri perseroan, Low Tuck Kwong
  (Dato' Dr. Low Tuck   Kwong) bersama anaknya, Elaine Low, telah
  menandatangani Perjanjian   Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional
  Sale and Purchase of Shares   Agreement) dengan PT Jhonlin Baratama
  selaku pihak pembeli pada 16   September 2026.PT Jhonlin Baratama
  merupakan bagian dari Jhonlin Group   milik Andi Syamsuddin Arsyad
  atau Haji Isam.Berdasarkan keterbukaan   informasi yang disampaikan
  kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),   transaksi ini mencakup rencana
  pengalihan sebanyak 10.000.000.500   (sepuluh miliar lima ratus) saham
  biasa di PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan
  resources&lt;/span&gt; Tbk.Kendati   demikian, penyelesaian keseluruhan
  transaksi ini masih bergantung pada   pemenuhan sejumlah persyaratan
  dan kondisi pendahuluan (conditions   precedent).Direktur &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan   resources&lt;/span&gt;, Jenny
  Quantero, memaparkan bahwa setelah seluruh   proses transaksi dan
  syarat pendahuluan tersebut rampung sepenuhnya,   PT Jhonlin Baratama
  secara resmi akan mengantongi 10.000.000.500 saham   biasa di
  perseroan.Manajemen memastikan bahwa penandatanganan   perjanjian jual
  beli saham ini tidak menimbulkan dampak negatif   material apa pun
  yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek   hukum, kondisi
  keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan ke depan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rob/rob)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260918130428-17-769001/moodys-downgrade-outlook-bayan-resources-jadi-negatif-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BRIEF INSIGHT: Hal-hal tentang Akuisisi BYAN oleh Haji Isam yang Perlu Kamu Tahu</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345604" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345604</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) memasuki fase
  baru setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian
  Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September
  2026. Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik H. Andi
  Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, akan membeli 10.000.000.500 saham
  BYAN atau sekitar 30% dari total saham perseroan. Penyelesaian
  transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi
  pendahuluan.&lt;br /&gt;Transaksi tersebut sekaligus memperjelas bahwa saham
  yang akan berpindah bukan 62% seperti rumor yang sebelumnya beredar di
  kalangan pelaku pasar. Berdasarkan data per 30 Juni 2026, Low Tuck
  Kwong dan Elaine Low secara gabungan memiliki 62,25% saham BYAN,
  tetapi porsi yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama hanya sekitar
  30%.&lt;br /&gt;Di pasar saham, rencana transaksi tersebut langsung mendapat
  respons kuat. Pada Jumat (18/9/2026), saham BYAN melonjak 19,96% atau
  2.300 poin ke Rp13.825 per saham dan menyentuh batas auto reject atas
  (ARA). Pada saat yang sama, BYAN menghadapi persoalan lain: belum
  terbitnya perubahan RKAB tiga anak usaha yang telah mendorong
  perseroan menyatakan force majeure atas kewajiban pasokan kepada
  pelanggan.&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi di BYAN?&lt;br /&gt;Peristiwa
  utama adalah rencana pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN dari Low
  Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama. Saham tersebut
  setara sekitar 30% dari total 33,33 miliar saham BYAN. Setelah
  transaksi selesai dan seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi,
  Jhonlin Baratama akan memiliki saham tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Data
  kepemilikan per 30 Juni 2026 menunjukkan Low Tuck Kwong   memegang
  13,42 miliar saham atau 40,25%, sedangkan Elaine Low memiliki   7,33
  miliar saham atau 22%. Gabungan keduanya mencapai 20,75 miliar   saham
  atau 62,25% BYAN. Karena itu, transaksi 30% tersebut berbeda   dari
  rumor sebelumnya mengenai penjualan seluruh porsi pengendalian
  62%.&lt;br /&gt;PT Jhonlin Baratama sendiri merupakan perusahaan kontraktor
  pertambangan dan produsen batu bara yang berbasis di Tanah Bumbu,
  Kalimantan Selatan, serta bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
  Masuknya Jhonlin ke BYAN juga menambah jejak Haji Isam di pasar modal,
  setelah kepemilikan di PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK)
  dan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), serta afiliasi
  kelompok usaha dengan sejumlah emiten lain.&lt;br /&gt;Mengapa transaksi 30%
  ini menjadi perhatian pasar?&lt;br /&gt;Perhatian pasar tidak hanya berasal
  dari besarnya saham yang berpindah, tetapi juga dari posisi BYAN
  sebagai produsen batu bara besar dengan basis cadangan dan kapasitas
  produksi yang besar.&lt;br /&gt;Berdasarkan data JORC per 1 April 2022,
  Bayan memiliki cadangan batu bara 2,031 miliar ton, terdiri atas 1,185
  miliar ton cadangan terbukti dan 846 juta ton cadangan terkira. Proyek
  Tabang/North Pakar menjadi kontributor terbesar dengan cadangan
  sekitar 1,692 miliar ton.&lt;br /&gt;Bayan mengoperasikan tambang di
  Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dengan konsesi lebih dari
  126.000 hektare yang dikelompokkan ke dalam empat proyek pertambangan
  aktif. Proyek Tabang/Pakar menyumbang sekitar 80%&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; produksi batu bara&lt;/span&gt; Bayan
  Group dan menjadi basis utama rencana peningkatan kapasitas
  produksi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bagaimana kinerja BYAN sebelum
  transaksi?&lt;br /&gt;Secara historis,   kinerja BYAN mengalami beberapa
  fase. Perseroan berbalik mencatatkan   laba pada 2016 setelah
  membukukan rugi bersih US$64,40 juta pada 2015.   Pendapatan dan laba
  kemudian meningkat hingga mencapai titik tertinggi   pada 2022, ketika
  pendapatan mencapai US$4,70 miliar dan laba bersih   US$2,18
  miliar.&lt;br /&gt;Setelah 2022, laba bersih turun selama tiga tahun
  berturut-turut. Laba 2025 tercatat US$767,92 juta. Memasuki semester
  I/2026, kinerja kembali tumbuh dengan pendapatan US$1,74 miliar dan
  laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$410,26
  juta.&lt;br /&gt;Pada semester I/2026,&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; produksi batu bara&lt;/span&gt;
  mencapai 32,9 juta ton, naik 18,8% secara tahunan dari 27,7 juta ton.
  Rata-rata harga jual batu bara juga meningkat menjadi US$54 per ton
  dari US$50,3 per ton, sementara rata-rata biaya tunai naik menjadi
  US$35 per ton dari US$34,2 per ton.&lt;br /&gt;Kinerja tersebut membuat
  pendapatan semester I/2026 tumbuh 7,29%, sedangkan laba bersih yang
  diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17,47%. Manajemen
  menyebut kinerja aktual berada di atas anggaran untuk sejumlah
  indikator keuangan, termasuk EBITDA dan laba bersih.&lt;br /&gt;Ke mana arah
  produksi Bayan?&lt;br /&gt;Bayan memiliki ruang untuk meningkatkan produksi
  melalui pengembangan Proyek Tabang dan infrastruktur pendukungnya.
  Kapasitas Muara Pahu telah tersedia sepenuhnya sejak 2025 dengan
  kapasitas lebih dari 45 juta ton per tahun, sehingga membuka ruang
  bagi peningkatan produksi Tabang hingga lebih dari 80 juta ton per
  tahun.&lt;br /&gt;Untuk mendukung ekspansi tersebut, BYAN telah mengucurkan
  sekitar US$460 juta belanja modal ekspansi sepanjang 2019–2026 untuk
  Proyek Tabang. Belanja tersebut mencakup pembangunan jalan angkut
  sepanjang 100 kilometer, overland conveyor, barge loader di Muara
  Pahu, serta peningkatan fasilitas BCT. Barge loader keempat di Muara
  Pahu ditargetkan selesai pada akhir 2026.&lt;br /&gt;Namun, ambisi produksi
  tersebut berhadapan dengan persoalan regulasi yang sedang
  berlangsung.&lt;br /&gt;Apa masalah RKAB yang dihadapi BYAN?&lt;br /&gt;Tiga anak
  usaha BYAN—PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti
  Prima—belum memperoleh persetujuan perubahan RKAB 2026. Karena RKAB
  diperlukan agar kegiatan&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
    produksi batu bara&lt;/span&gt; dapat dilakukan secara sah, kondisi
  tersebut memengaruhi kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
  penyediaan batu bara kepada pelanggan berdasarkan Coal Supply
  Agreement.&lt;br /&gt;Atas kondisi tersebut, ketiga anak usaha menyampaikan
  pemberitahuan force majeure kepada pelanggan. Manajemen BYAN menyebut
  permohonan perubahan RKAB telah diajukan sesuai ketentuan
  perundang-undangan dan belum diterbitkannya persetujuan tersebut
  memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha.&lt;br /&gt;Bagaimana
  respons &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno mengatakan perubahan RKAB sejumlah anak usaha Bayan masih
  dalam tahap evaluasi. Menurut Tri, ada sejumlah hal yang masih perlu
  dicermati sebelum persetujuan diterbitkan.&lt;br /&gt;Tri tidak menjelaskan
  secara spesifik alasan tiga anak usaha Bayan belum memperoleh
  persetujuan. Dia mengatakan proses masih berjalan dan berharap
  penyelesaiannya dapat dilakukan pada pekan tersebut. Secara
  keseluruhan, masih ada sejumlah perusahaan yang belum memperoleh
  persetujuan RKAB, tetapi jumlahnya disebut tidak sampai 50
  perusahaan.&lt;br /&gt;Tri juga menjelaskan bahwa batas waktu pengajuan
  revisi RKAB telah berakhir pada 31 Juli 2026. Sejumlah perusahaan
  masih harus memenuhi atau memperbaiki persyaratan teknis sebelum
  revisi dapat diproses lebih lanjut. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; tahun ini
  memperketat persyaratan pengajuan RKAB mineral dan batu bara dengan
  tujuan meningkatkan kedisiplinan pelaku usaha.&lt;br /&gt;Apa dampaknya
  terhadap produksi dan laba BYAN?&lt;br /&gt;Menurut Moody's Ratings,
  ketidakpastian alokasi kuota produksi menjadi risiko bagi kemampuan
  Bayan meningkatkan produksi. Moody's mempertahankan corporate family
  rating BYAN pada level Ba1, tetapi menurunkan outlook dari stabil
  menjadi negatif.&lt;br /&gt;Assistant Vice President Moody's Ratings Anthony
  Prayugo mengatakan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota
  produksi telah menyebabkan Bayan menyatakan force majeure. Jika tidak
  segera diselesaikan, kondisi tersebut dapat membatasi produksi dan
  menekan laba.&lt;br /&gt;Tanpa revisi kuota, produksi Bayan diperkirakan
  turun menjadi sekitar 39 juta metrik ton pada 2026 dari sekitar 68
  juta MT pada 2025. Bahkan apabila kuota akhirnya dinaikkan, Moody's
  menyebut ketidakpastian proses persetujuan tahunan tetap mengurangi
  visibilitas terhadap kemampuan Bayan mencapai kapasitas penuh sekitar
  80 juta MT.&lt;br /&gt;Dalam skenario revisi kuota tidak disetujui, Moody's
  memperkirakan EBITDA Bayan turun menjadi sekitar US$700 juta pada 2026
  dari sekitar US$1,1 miliar pada 2025. Jika produksi bertahan sekitar
  39 juta MT pada 2027, EBITDA diperkirakan kembali turun menjadi US$400
  juta–US$500 juta.&lt;br /&gt;Apakah kondisi keuangan BYAN ikut
  melemah?&lt;br /&gt;Moody's menyebut metrik kredit Bayan masih kuat karena
  perseroan memiliki neraca tanpa utang. Perusahaan juga diperkirakan
  membiayai belanja modal peningkatan kapasitas dan ekspansi
  infrastruktur terutama melalui arus kas internal.&lt;br /&gt;Moody's
  memperkirakan rasio utang terhadap EBITDA yang disesuaikan tetap di
  bawah 0,5 kali selama dua tahun ke depan. Likuiditas juga diperkirakan
  tetap sangat baik selama 18 bulan, dengan kas internal dan arus kas
  operasi yang diproyeksikan cukup untuk membiayai belanja modal dan
  pembayaran dividen. Per akhir Juni 2026, Bayan memiliki sekitar US$650
  juta fasilitas modal kerja berkomitmen yang belum ditarik dari
  perbankan.&lt;br /&gt;Dengan outlook negatif, Moody's menyatakan kenaikan
  peringkat tidak mungkin terjadi dalam 12–18 bulan ke depan. Outlook
  dapat kembali stabil apabila Bayan mampu secara konsisten memperoleh
  alokasi kuota produksi yang dibutuhkan sembari mempertahankan
  likuiditas dan kebijakan keuangan konservatif.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bagaimana
  pasar merespons transaksi Jhonlin?&lt;br /&gt;Respons pasar   terlihat dari
  pergerakan saham BYAN. Pada Jumat (18/9/2026), saham   BYAN naik
  19,96% ke Rp13.825 per saham dan menyentuh ARA. Dalam   sepekan saham
  tercatat naik 11,94%, meskipun secara year-to-date masih   terkoreksi
  11,94%.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, pada perdagangan 17   September, saham
  BYAN ditutup naik 1,54% ke Rp11.525. Dalam sepekan   sebelumnya saham
  masih terkoreksi sekitar 12,02% dan secara   year-to-date melemah
  26,59%, sementara dalam tiga bulan tercatat naik
  17,90%.&lt;br /&gt;Pergerakan tersebut berlangsung ketika Moody's justru
  mengubah outlook BYAN menjadi negatif. Dengan demikian, hal ini
  memperlihatkan dua perkembangan yang berlangsung bersamaan: pasar
  memberikan respons kuat terhadap rencana masuknya Jhonlin, sementara
  dari sisi kredit terdapat perhatian terhadap ketidakpastian kuota
  produksi dan RKAB.&lt;br /&gt;Apa yang berubah dari rumor
  sebelumnya?&lt;br /&gt;Rumor sebelumnya menyebut entitas yang dikendalikan
  Haji Isam menawarkan sekitar US$3 miliar secara tunai untuk
  mengakuisisi 62% saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Rumor
  tersebut juga menyebut pembayaran dapat dilakukan bertahap dan
  pembicaraan masih berlangsung.&lt;br /&gt;Keterbukaan informasi BYAN
  kemudian menunjukkan struktur transaksi yang berbeda: saham yang akan
  dialihkan adalah 10.000.000.500 saham atau sekitar 30% dari total
  saham, dengan Jhonlin Baratama sebagai pembeli. Karena itu, transaksi
  yang telah diumumkan secara resmi tidak sama dengan rumor penjualan
  62% saham.&lt;br /&gt;Seberapa besar aset yang menjadi bagian dari cerita
  BYAN?&lt;br /&gt;Bayan memiliki cadangan batu bara 2,031 miliar ton
  berdasarkan data JORC per 1 April 2022. Proyek Tabang/North Pakar
  menyumbang sekitar 1,692 miliar ton dari cadangan tersebut dan menjadi
  aset produksi utama Bayan.&lt;br /&gt;Selain Tabang/Pakar, Bayan memiliki
  TSA/FKP, Perkasa Inakakerta, dan Wahana Baratama Mining. Jaringan
  operasional tersebut dilengkapi jalan angkut, fasilitas crushing,
  stockpile, hingga fasilitas pemuatan tongkang dan kapal.&lt;br /&gt;Apa yang
  perlu dicermati selanjutnya?&lt;br /&gt;Pertama, penyelesaian transaksi
  10.000.000.500 saham kepada Jhonlin Baratama masih bergantung pada
  pemenuhan kondisi pendahuluan.&lt;br /&gt;Kedua, perkembangan persetujuan
  perubahan RKAB tiga anak usaha BYAN menjadi faktor penting bagi
  kegiatan produksi dan pemenuhan kontrak pelanggan. Pemerintah
  menyatakan proses evaluasi masih berjalan.&lt;br /&gt;Ketiga, kemampuan
  Bayan mempertahankan rencana peningkatan produksi menuju sekitar 80
  juta MT menjadi perhatian Moody's, terutama karena ketidakpastian
  kuota produksi disebut dapat memengaruhi produksi, laba, arus kas, dan
  kemampuan memenuhi komitmen pengiriman.&lt;br /&gt;Keempat, Moody's menyebut
  perubahan kepemilikan atau pengendalian dapat menjadi salah satu
  faktor yang dipertimbangkan dalam peringkat ke depan apabila
  menyebabkan kebijakan keuangan lebih agresif, leverage lebih tinggi,
  pembagian kepada pemegang saham meningkat, atau eksposur terhadap
  pihak berelasi lebih besar.&lt;br /&gt;Fakta Penting&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Jhonlin Baratama menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham
  Bersyarat untuk memperoleh 10.000.000.500 saham BYAN, sekitar 30% dari
  total saham.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Low Tuck Kwong dan Elaine Low
  sebelumnya menguasai secara   gabungan 62,25% BYAN.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;BYAN memiliki cadangan batu bara sekitar 2,031 miliar ton
  berdasarkan data JORC per 1 April 2022.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Produksi semester I/2026 mencapai 32,9 juta ton, naik 18,8%
  YoY.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pendapatan semester I/2026 mencapai
  US$1,74 miliar, sedangkan   laba yang diatribusikan kepada pemilik
  entitas induk mencapai   US$410,26 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bayan
  memiliki rencana meningkatkan produksi menuju lebih dari   80 juta ton
  per tahun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tiga anak usaha BYAN belum
  memperoleh persetujuan perubahan RKAB   2026 dan telah menyampaikan
  pemberitahuan force majeure kepada pelanggan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Moody's mempertahankan rating BYAN pada Ba1, tetapi menurunkan
  outlook dari stabil menjadi negatif.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada 18
  September 2026 pukul 10.16 WIB, saham BYAN naik 19,96%   ke Rp13.825
  dan menyentuh ARA.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Daftar Artikel
  Sumber&lt;br /&gt;Ulasan selengkapnya dapat disimak di   artikel-artikel
  berikut ini:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perusahaan Haji Isam Siap Akuisisi
  10 Miliar Saham Bayan (BYAN)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Low Tuck Kwong
  Lepas 30% Saham Bayan (BYAN), Target Produksi 80   Juta Ton&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tepis Rumor, Low Tuck Kwong Lepas 30% Saham Bayan
  (BYAN) ke Jhonlin&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Moody's Pangkas Outlook Bayan
  Resources (BYAN) Jadi Negatif, Ini   Biang Keroknya&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Profil Bayan (BYAN) yang Diincar Haji Isam, Punya Cadangan Batu
  Bara 2 Miliar Ton&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Saham Bayan (BYAN) Mentok
  ARA, Grup Jhonlin Siap Masuk&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;RKAB Anak Usaha
  Bayan Resources (BYAN) Belum Terbit, ESDM Ungkap Sebabnya&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Rapor Kinerja Bayan Resources (BYAN) 10 Tahun
  Terakhir&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jejak Saham Haji Isam di Bursa, dari
  PACK, RANS hingga BYAN&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Terganjal Izin RKAB Batu
  Bara, BYAN Umumkan Belum Bisa Penuhi   Kontrak Pelanggan&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: Briefing ini merupakan hasil pengolahan
  materi   reportase tim redaksi Bisnis Indonesia dengan bantuan AI.
  Seluruh   informasi dirangkum dari artikel-artikel sumber yang
  tercantum di atas.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260918/7/2005371/brief-insight-hal-hal-tentang-akuisisi-byan-oleh-haji-isam-yang-perlu-kamu-tah"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Daftar Lengkap 8 Blok Migas Dilelang</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345588" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345588</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Pemerintah kembali menawarkan Wilayah
  Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) untuk mendorong investasi dan
  eksplorasi hulu migas.Penawaran WK Migas dilakukan untuk mendorong
  eksplorasi dan menemukan cadangan baru untuk menjaga keberlanjutan
  produksi serta memenuhi kebutuhan energi nasional.Dalam hal ini, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  mengumumkan Lelang Penawaran WK Migas Tahap II Tahun 2026 untuk 8
  wilayah. Penawaran WK ini menjadi upaya pemerintah untuk mendorong
  eksplorasi dan optimalisasi migas nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Penambahan
  cadangan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi
  Minyak dan Gas Bumi serta memenuhi kebutuhan energi nasional di masa
  mendatang,&amp;quot; tulis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dikutip
  dari keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).Pemerintah terus
  menyempurnakan kebijakan dan pengelolaan usaha hulu migas untuk
  menciptakan iklim investasi yang kompetitif sekaligus memberi
  kepastian bagi kontraktor.Dalam hal ini, pemerintah telah menyediakan
  sejumlah kebijakan antara lain peningkatan porsi bagi hasil
  kontraktor, 10% FTP, nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko,
  serta fleksibilitas memilih skema kontrak Cost Recovery atau Gross
  Split.Pemerintah juga memberikan 100% harga DMO dan membebaskan
  kewajiban relinquishment dalam tiga tahun pertama masa komitmen.Selain
  itu, kontraktor mendapat kemudahan akses data melalui keanggotaan
  Migas Data Repository, fasilitas perpajakan sesuai ketentuan, serta
  kesempatan mengajukan insentif jika terdapat kendala keekonomian dalam
  pengembangan wilayah kerja.&amp;quot;Berbagai kebijakan tersebut menjadi
  bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan iklim investasi hulu
  Minyak dan Gas Bumi yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan
  ruang bagi Kontraktor untuk mengoptimalkan pengembangan Wilayah Kerja
  yang dikelola,&amp;quot; jelasnya.Berikut rincian 8 WK Migas yang dilelang
  pemerintah:1. Jago - Luas 8.487,61 km2, kontrak Cost Recovery.
  Komitmen: G&amp;amp;G dan Akuisisi serta Pemrosesan Seismik 3D seluas 500
  km2. Bonus: US$ 200.000 USD. Mekanisme: Penawaran Langsung.2. Mahesa -
  Luas 9.145,66 km2, kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&amp;amp;G dan
  Akuisisi serta Pemrosesan Seismik 2D sepanjang 1.000 km. Bonus: US$
  200.000. Mekanisme: Penawaran Langsung.3. Rafflesia - Luas 9.027,74
  km2, kontrak Cost Recovery. Komitmen sama dengan Mahesa, Seismik 2D
  1.000 km. US$ Bonus 200.000. Penawaran Langsung.4. Belibis - Luas
  4.860,47 km2, kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&amp;amp;G dan Pengeboran
  1 Sumur Eksplorasi. US$ Bonus 200.000. Penawaran Langsung.5. Talu -
  Luas 4.678,26 km2, kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Komitmen:
  G&amp;amp;G dan Akuisisi Seismik 3D seluas 500 km2. US$ Bonus 200.000.
  Penawaran Langsung.6. Manta - Luas 8.498,81 km2, kontrak Cost
  Recovery. Komitmen: G&amp;amp;G dan Seismik 2D sepanjang 1.000 km. Bonus
  US$ 200.000. Penawaran Langsung.7. Palu - Luas 7.912,78 km2, kontrak
  Cost Recovery. Komitmen: G&amp;amp;G dan Seismik 2D sepanjang 300 km.
  Bonus US$ 200.000. Penawaran Langsung.8. Leti Selatan - Luas paling
  besar 11.226,09 km2, kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Komitmen:
  G&amp;amp;G dan Seismik 3D seluas 250 km2 atau 2D sepanjang 1.000 km.
  Bonus US$ 200.000. Mekanisme: Reguler, satu-satunya yang berbeda dari
  7 lainnya.Bagi Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat
  mengikuti Penawaran Lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026, proses lelang
  akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:Jadwal dari
  Lelang Penawaran Langsung untuk WK Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis,
  Talu, Manta, Palu adalah sebagai berikut:a. Akses Bid Document: 17
  September 2026 s.d. 31 Oktober 2026b. Batas akhir waktu pemasukan
  Dokumen Partisipasi: 2 November 2026Dan Jadwal Lelang Reguler pada
  Wilayah Kerja Leti Selatan adalah sebagai berikut:a. Akses Bid
  Document: 17 September 2026 s.d. 14 Januari 2027b. Batas akhir waktu
  pemasukan Dokumen Partisipasi: 14 Januari 2027Badan Usaha dan/atau
  Bentuk Usaha Tetap yang berminat dapat melakukan registrasi dan
  mengakses Bid Document melalui laman lelang Wilayah Kerja Minyak dan
  Gas Bumi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Informasi lebih
  lanjut mengenai Penawaran Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi
  dapat diakses melalui https://esdm.go.id/wkmigas/ &lt;br /&gt;(ahi/hns)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8669212/daftar-lengkap-8-blok-migas-dilelang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ESDM Umumkan Pemenang Lelang 6 Blok Migas, Ada Entitas Milik Hashim</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345559" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345559</id>
    <updated>2026-09-19T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-09-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang enam Wilayah Kerja
  (WK) Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026 melalui Surat Keputusan
  Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 yang diterbitkan tanggal 17
  September 2026.Penawaran lelang enam Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi
  (migas) tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk
  mendorong eksplorasi dan membuka peluang ditemukannya sumber energi
  fosil baru di 'perut' bumi Indonesia.&amp;quot;Penambahan cadangan
  tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi Minyak dan
  Gas Bumi serta memenuhi kebutuhan energi nasional di masa
  mendatang,&amp;quot; tulis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dalam
  keterangan resminya, Jumat (18/9/2026).&lt;br /&gt;Dijelaskan enam blok
  migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu
  Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi
  ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.Untuk
  diketahui, salah satu yang menjadi pemenang lelang tersebut adalah
  perusahaan migas di bawah Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo
  yakni PT Nations Petroleum. Entitas milik adik Presiden Prabowo
  Subianto ini berhasil memenangkan WK Migas Natuna D-Alpha melalui
  penawaran langsung.Kemudian ada juga entitas raksasa asal China ikut
  memenangkan lelang ini, yakni Sinopec International Energy Investment
  Holdings Limited yang memenangkan blok WK Bengara II. Selanjutnya
  masih ada Cinda Energy Limited asal Hong Kong yang memenangkan blok WK
  Rupat.Secara keseluruhan, total nilai komitmen pasti dari keenam WK
  tersebut mencapai US$ 141,51 juta dengan akumulasi bonus tanda tangan
  sebesar US$ 1,6 juta.Berikut daftar Pemenang Lelang WK Migas Tahap I
  Tahun 2026:1. WK Sapukala (Penawaran Langsung): Dimenangkan oleh Eni
  Indonesia Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$
  8.000.000 dan bonus tanda tangan US$ 200.000.2. WK Natuna D-Alpha
  (Penawaran Langsung): Dimenangkan oleh PT Nations Petroleum dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda
  tangan US$ 200.000.3. WK Bengara II (Lelang Reguler Area Studi ABT
  2025): Dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment
  Holdings Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$
  16.500.000 dan bonus tanda tangan US$ 300.000.4. WK Pesut Mahakam
  (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau
  Investama dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 7.403.000
  dan bonus tanda tangan US$ 300.000.5. WK Puri (Lelang Reguler Area
  Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau Investama dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 3.350.000 dan bonus tanda
  tangan US$ 300.000.6.WK Rupat (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025):
  Dimenangkan oleh Cinda Energy Limited dengan komitmen pasti 3 tahun
  pertama sebesar US$ 2.950.000 dan bonus tanda tangan US$
  300.000.&amp;quot;Pemerintah mengharapkan para pemenang dapat memenuhi dan
  merealisasikan seluruh komitmen yang telah ditetapkan, khususnya dalam
  pelaksanaan kegiatan eksplorasi, sesuai dengan ketentuan yang
  berlaku,&amp;quot; tulis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;.Saat ini
  masih ada tiga Wilayah Kerja migas yang tidak dapat ditetapkan
  pemenangnya. Ketiga WK tersebut adalah Wilayah Kerja Rombebai, Wilayah
  Kerja Maratua II, dan Wilayah Kerja Jayapura.&amp;quot;Ketiga Wilayah
  Kerja tersebut selanjutnya ditawarkan sebagai Wilayah Kerja Available
  sesuai dengan ketentuan yang berlaku&amp;quot; jelas Kementerian.Status
  Wilayah Kerja Available ini membuka peluang bagi Badan Usaha dan/atau
  Bentuk Usaha Tetap untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan
  eksplorasi mekanisme Penawaran Langsung. Penawaran dapat dilakukan
  melalui Studi Bersama maupun tanpa Studi Bersama sesuai dengan
  ketentuan peraturan perundang-undangan.Proses Lelang Penawaran
  Langsung tanpa Studi Bersama dilaksanakan dalam jangka waktu 30 hari
  kalender. Sementara Usulan tersebut dapat disampaikan kepada Direktur
  Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam jangka waktu paling lama 6 bulan
  sejak ditetapkannya hasil Penawaran Wilayah Kerja.Dalam pengajuan
  usulan tersebut, Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap juga dapat
  mengusulkan Term and Condition yang berbeda sesuai dengan yang
  diharapkan.&amp;quot;Ketiga Wilayah Kerja Available menawarkan peluang
  eksplorasi dengan karakteristik dan ketentuan pokok Kontrak Kerja Sama
  yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing Wilayah Kerja,&amp;quot;
  tegas &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.Bagi Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat
  mengikuti Penawaran Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap II
  Tahun 2026, proses Lelang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal
  sebagai berikut:Jadwal dari Lelang Penawaran Langsung untuk Wilayah
  Kerja Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu adalah
  sebagai berikut:a. Akses Bid Document: 17 September 2026 s.d. 31
  Oktober 2026b. Batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 2
  November 2026Dan Jadwal Lelang Reguler pada Wilayah Kerja Leti Selatan
  adalah sebagai berikut:a. Akses Bid Document: 17 September 2026 s.d.
  14 Januari 2027b. Batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 14
  Januari 2027Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat
  dapat melakukan registrasi dan mengakses Bid Document melalui laman
  lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi sesuai dengan jadwal yang
  telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut mengenai Penawaran Lelang
  Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dapat diakses melalui
  https://esdm.go.id/wkmigas/ &lt;br /&gt;(fdl/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8668760/esdm-umumkan-pemenang-lelang-6-blok-migas-ada-entitas-milik-hashim"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perusahaan Milik Hashim Menang Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345481" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345481</id>
    <updated>2026-09-18T07:00:33Z</updated>
    <published>2026-09-18T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK)
  Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026. Pengumuman tersebut tertuang
  dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17
  September 2026.&lt;br /&gt;Melansir keterangan resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, enam blok
  migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu
  Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi
  ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan
  Rupat.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, total nilai komitmen pasti dari keenam
  WK tersebut mencapai US$ 141,51 juta dengan akumulasi bonus tanda
  tangan sebesar US$ 1,6 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Salah
  satu yang menjadi pemenang lelang tersebut adalah   perusahaan migas
  di bawah Arsari Group yakni PT Nations Petroleum.   Perusahaan milik
  Hashim Djojohadikusumo ini memenangkan WK Migas   Natuna D-Alpha
  melalui penawaran langsung. &lt;br /&gt;Komitmen pasti 3   tahun pertama
  sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda tangan US$
  200.000.&lt;br /&gt;Mengutip website resmi Arsari Group, Nations Petroleum
  merupakan perusahaan migas yang berinvestasi dalam teknologi ekstraksi
  dan pemulihan mutakhir dengan tujuan memaksimalkan efisiensi,
  mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi pada masa depan energi
  yang lebih terjamin.&lt;br /&gt;Berikut daftar Pemenang Lelang WK Migas
  Tahap I Tahun 2026:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;WK Sapukala (Penawaran Langsung):
  Dimenangkan oleh Eni Indonesia   Limited dengan komitmen pasti 3 tahun
  pertama sebesar US$ 8.000.000   dan bonus tanda tangan US$
  200.000.&lt;br /&gt;WK Natuna D-Alpha (Penawaran   Langsung): Dimenangkan
  oleh PT Nations Petroleum dengan komitmen pasti   3 tahun pertama
  sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda tangan US$   200.000.&lt;br /&gt;WK
  Bengara II (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025):   Dimenangkan oleh
  Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings   Limited dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 16.500.000   dan bonus
  tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Pesut Mahakam (Lelang   Reguler Area
  Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau   Investama dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 7.403.000   dan bonus tanda
  tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Puri (Lelang Reguler Area   Studi ABT
  2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau Investama dengan   komitmen
  pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 3.350.000 dan bonus tanda   tangan
  US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Rupat (Lelang Reguler Area Studi ABT   2025):
  Dimenangkan oleh Cinda Energy (Hong Kong) Limited dengan   komitmen
  pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 2.950.000 dan bonus tanda   tangan
  US$ 300.000.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun, tiga blok migas yang belum ada
  pemenangnya yakni WK   Rombebai, Maratua II, dan Jayapura, dibuka
  kembali melalui skema   Penawaran Langsung.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  resmi   membuka Penawaran Lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026 untuk
  delapan   wilayah kerja baru. Ke 8 WK yang ditawarkan yaitu WK Jago,
  Mahesa,   Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu, dan Leti
  Selatan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918113736-4-768961/perusahaan-milik-hashim-menang-lelang-blok-migas-natuna-d-alpha"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-18T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Raksasa Migas Italia Hingga China Menang Lelang Blok Migas di RI</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345452" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/es/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5345452</id>
    <updated>2026-09-18T07:00:30Z</updated>
    <published>2026-09-18T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK)
  Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026. Pengumuman tersebut tertuang
  dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17
  September 2026.&lt;br /&gt;Melansir keterangan resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, enam blok
  migas tersebut terdiri dari dua WK lelang penawaran langsung, yaitu
  Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK lelang reguler area studi
  ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan
  Rupat.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, total nilai komitmen pasti dari keenam
  WK tersebut mencapai US$ 141,51 juta dengan akumulasi bonus tanda
  tangan sebesar US$ 1,6 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut
  daftar Pemenang Lelang WK Migas Tahap I Tahun 2026:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;WK
  Sapukala (Penawaran Langsung): Dimenangkan oleh Eni Indonesia
  Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 8.000.000
  dan bonus tanda tangan US$ 200.000.&lt;br /&gt;WK Natuna D-Alpha (Penawaran
  Langsung): Dimenangkan oleh PT Nations Petroleum dengan komitmen pasti
  3 tahun pertama sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda tangan US$
  200.000.&lt;br /&gt;WK Bengara II (Lelang Reguler Area Studi ABT 2025):
  Dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings
  Limited dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 16.500.000
  dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Pesut Mahakam (Lelang
  Reguler Area Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau
  Investama dengan komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 7.403.000
  dan bonus tanda tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Puri (Lelang Reguler Area
  Studi ABT 2025): Dimenangkan oleh PT Timur Hijau Investama dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 3.350.000 dan bonus tanda
  tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;WK Rupat (Lelang Reguler Area Studi ABT
  2025): Dimenangkan oleh Cinda Energy (Hong Kong) Limited dengan
  komitmen pasti 3 tahun pertama sebesar US$ 2.950.000 dan bonus tanda
  tangan US$ 300.000.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun, tiga blok migas yang belum
  ada pemenangnya yakni WK   Rombebai, Maratua II, dan Jayapura, dibuka
  kembali melalui skema   Penawaran Langsung.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  resmi   membuka Penawaran Lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026 untuk
  delapan   wilayah kerja baru. Ke 8 WK yang ditawarkan yaitu WK Jago,
  Mahesa,   Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu, dan Leti
  Selatan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260918113432-4-768957/raksasa-migas-italia-hingga-china-menang-lelang-blok-migas-di-ri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-18T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
