Adu Kinerja BREN & BRMS yang Masuk Indeks Bergengsi MSCI Global

Admin Ugems
Lectura de 2 minutos - Thu Nov 06 01:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga penyusun indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menetapkan dua emiten Indonesia, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS), masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Indexes.
Indeks ini merupakan level tertinggi MSCI yang dijadikan patokan oleh para manajer investasi global, terutama mereka yang membentuk indeks derivatif berbasis ETF.
"Tiga penambahan terbesar pada Indeks MSCI Emerging Markets, diukur berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan penuh, adalah Barito Renewables Energy (Indonesia), Zijin Gold International (Tiongkok), dan GF Securities Co H (Tiongkok)," tulis MSCI dalam pengumumannya, Rabu (5/11/2025) waktu Amerika.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kemarin BRMS ditutup di level Rp1.015 per lembar, mencerminkan lonjakan harga 171,39 persen year to date (ytd). Adapun BREN ditutup di Rp9.625, atau naik 5,48 persen ytd.

Lalu bagaimana kinerja BRMS dan BREN yang baru MSCI ini?
Berdasarkan laporan keuangan, BREN yang merupakan emiten energi terbarukan terafiliasi dengan Prajogo Pangestu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Laba bersih perseroan naik dua digit didorong peningkatan pendapatan, terutama dari segmen penjualan listrik.
BREN membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$106,55 juta per Januari–September 2025, naik 23,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu US$86,06 juta. Pendapatan perseroan mencapai US$457,39 juta, meningkat 3,6 persen year on year (YoY) dari US$441,29 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen penjualan listrik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47,01 persen atau US$215,03 juta, naik 5,9 persen YoY. Pendapatan sewa operasi menjadi penyumbang terbesar kedua sebesar US$116,09 juta, atau 25,38 persen dari total pendapatan, meski turun 0,9 persen YoY.
Penjualan uap naik 3,6 persen YoY menjadi US$94,70 juta, sedangkan pendapatan sewa pembiayaan naik 6,1 persen menjadi US$31,55 juta. Pendapatan biaya manajemen tercatat US$22.000, turun dari US$37.000 pada periode sebelumnya. Tahun lalu, perusahaan juga membukukan US$1.000 dari penjualan kredit karbon, yang tahun ini tidak tercatat.

Dari sisi beban, depresiasi dan amortisasi naik 25,5 persen YoY menjadi US$71,05 juta, namun beban keuangan turun 14,3 persen YoY menjadi US$88 juta, menopang margin laba. Secara keseluruhan, laba tahun berjalan mencapai US$131,89 juta, naik 19,1 persen YoY dari US$110,72 juta.
CEO BREN Hendra Soetjipto Tan mengatakan portofolio panas bumi menjadi kontributor signifikan terhadap kinerja. “Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman,” ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, pengelolaan biaya yang ketat dan penurunan beban bunga turut memperkuat margin. Sepanjang Januari–September 2025, EBITDA meningkat 5,7 persen YoY menjadi US$399 juta, dengan margin naik menjadi 87,1 persen dari 85,4 persen.
Kinerja Solid Tambang Emas Salim dan Bakrie (BRMS)
Emiten tambang emas kongsi Grup Bakrie dan Salim, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS), mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang kuartal III/2025, seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, pendapatan BRMS naik 69 persen YoY dari US$108,47 juta menjadi US$183,57 juta. Laba usaha melonjak 144 persen menjadi US$69,71 juta, dan laba bersih meningkat 129 persen YoY menjadi US$37,61 juta.
Direktur & Chief Financial Officer BRMS Charles Gobel menjelaskan peningkatan kinerja didorong dua faktor utama, yakni volume produksi dan harga jual emas. “Produksi emas kami naik 25 persen dari 45.366 oz di kuartal III/2024 menjadi 56.552 oz di kuartal III/2025. Kedua, harga jual emas juga meningkat 34 persen dari US$2.347 menjadi US$3.156,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Secara kuartalan, kinerja BRMS relatif stabil dengan pendapatan kuartal III/2025 sebesar US$62,7 juta dan laba bersih US$15,35 juta, naik dari kuartal sebelumnya US$7,41 juta. Produksi emas mencapai 17.558 oz, meningkat tipis dari 17.071 oz pada kuartal II/2025.
Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), mencatat kadar emas yang lebih tinggi di area bawah lubang tambang River Reef, Poboya, sehingga meningkatkan hasil produksi. Direktur Utama CPM Damar Kusumanto menyebut produksi emas kuartal III/2025 meningkat berkat bijih berkadar lebih tinggi, meski mengantisipasi fluktuasi kadar pada kuartal berikutnya akibat proses pushback.



Source https://www.bisnis.com

Comentarios de la página