BEI Tambah 33 Saham ke Daftar HSC, Emiten Sinar Mas dan Mayapada Masuk

Admin Ugems
Lectura de 2 minutos - Wed Jul 15 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali memperbarui daftar saham dengan status High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.
Dalam pengumuman berdasarkan data kepemilikan per 30 Juni 2026, terdapat 33 emiten yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh sekelompok pemegang saham dengan porsi di atas 90%.
BEI menjelaskan penetapan status HSC dilakukan berdasarkan metodologi penghitungan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.
"Meski demikian, status tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di bidang pasar modal, melainkan merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada investor terkait struktur kepemilikan saham emiten," tulis pengumuman BEI, Rabu (15/7/2026).

Dari daftar terbaru, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi, yakni mencapai 99,99% dari total saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) dengan 99,95%, PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) sebesar 99,93%, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) sebesar 99,58%, dan PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) sebesar 99,42%.
Sejumlah emiten yang masuk daftar HSC berasal dari kelompok usaha yang sama. Dari Grup Sinar Mas, terdapat SMAR dengan kepemilikan terkonsentrasi 99,58%, PT Golden energy mines Tbk. (GEMS) sebesar 99,24%, serta PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) sebesar 95,65%. Ketiga emiten tersebut bergerak di sektor yang berbeda, yakni perkebunan, pertambangan batu bara, dan telekomunikasi.
Sementara itu, Grup Mayapada juga memiliki dua emiten yang masuk daftar HSC, yakni PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) dengan konsentrasi kepemilikan mencapai 99,99% serta PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) sebesar 97,21%.
Selain itu, daftar HSC juga mencakup PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) dengan kepemilikan terkonsentrasi 98,90%, PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) sebesar 98,62%.
Selanjutnya, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) sebesar 98,06%, PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) sebesar 97,02%, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) sebesar 96,70%, serta PT MD Entertainment Tbk. (FILM) sebesar 92,98%.
Bursa Efek Indonesia menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak dimaksudkan sebagai indikasi adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Daftar tersebut disusun untuk memberikan informasi kepada investor mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu emiten yang berpotensi memengaruhi likuiditas perdagangan maupun pembentukan harga saham di pasar.
Data Saham yang Ditetapkan HSC pada 14 Juli 2026

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) — 99,14%
PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) — 98,62%
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) — 99,21%
PT Golden Flower Tbk. (POLU) — 99,94%
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) — 98,90%
PT MD Entertainment Tbk. (FILM) — 92,98%
PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING) — 98,40%
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII) — 97,62%
PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT) — 95,00%
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI) — 99,91%
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI) — 95,08%
PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) — 97,02%
PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) — 99,41%
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) — 99,58%
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) — 99,84%
PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) — 99,99%
PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) — 93,83%
PT Golden energy mines Tbk. (GEMS) — 99,24%
PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) — 99,42%
PT Siantar Top Tbk. (STTP) — 94,95%
PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) — 99,78%
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) — 99,95%
PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) — 96,70%
PT FAP Agri Tbk. (FAPA) — 99,77%
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) — 98,03%
PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) — 99,93%
PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) — 99,95%
PT Bank Permata Tbk. (BNLI) — 99,92%
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) — 97,21%
PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) — 95,65%
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) — 98,06%
PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) — 98,50%
PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) — 99,96%

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentarios de la página