Holding IDSurvey Tangkap Peluang Independent Assurance di Sektor Mineral dan Batu Bara

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Fri Sep 25 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Holding IDSurvey menyoroti tingginya kebutuhan industri terhadap informasi yang akurat dan tepercaya mengenai kualitas, kuantitas, serta pergerakan komoditas.
VP Divisi Bisnis Strategis Coal and Mineral PT Surveyor Indonesia Helmy Satria Yudha mengatakan data tersebut diperlukan sejak komoditas diproduksi, dipindahkan, diperdagangkan, hingga digunakan oleh konsumen industri.
Kondisi ini, lanjutnya, turut meningkatkan kebutuhan terhadap independent assurance untuk memberikan kepastian secara objektif atas kondisi dan karakteristik komoditas.
"Keberadaan independent assurance menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat keandalan informasi tersebut sekaligus mendukung transparansi dalam perdagangan dan pengelolaan komoditas," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Dia memaparkan sebagai bagian dari holding IDSurvey, perseroan telah menyediakan layanan tersebut, mulai dari pemantauan pergerakan dan penanganan komoditas, pemastian kualitas dan kuantitas, due diligence, hingga verifikasi ekspor.
Untuk mendukung akurasi pemeriksaan, PTSI juga memanfaatkan teknologi seperti ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) yang mampu mendeteksi kandungan unsur logam dalam jumlah sangat kecil.
Selain itu, PTSI menggunakan Laser Scanner untuk mengukur dan memetakan objek maupun area secara tiga dimensi dengan ketelitian hingga milimeter.
Teknologi ini antara lain dapat digunakan untuk mendukung pengukuran stock opname dan kondisi lapangan.
Penguatan layanan assurance perseroan juga didukung oleh jaringan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
PTSI memiliki 23 laboratorium yang mendukung pengujian batu bara, mineral, lingkungan, pelumas, dan berbagai komoditas terkait lainnya.
Perseroan juga memiliki 18 titik pekerjaan mineral dan batu bara, yang mencakup kegiatan surveyor muat dan bongkar batu bara dan nickel ore hingga verifikasi ekspor feronikel.
Jaringan tersebut memungkinkan pengujian, pemeriksaan, dan pemastian dilakukan lebih dekat dengan lokasi aktivitas industri. Dengan demikian, informasi mengenai komoditas dapat diperoleh berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan di sepanjang rantai pasok.
Selain kualitas dan kuantitas, aspek keberlanjutan juga semakin menjadi bagian dari pengelolaan mineral dan batu bara.
Pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dinilai penting untuk mendorong pemanfaatan komoditas yang lebih bertanggung jawab sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Dalam konteks tersebut, PTSI mengembangkan pendekatan sustainability oriented added value sebagai bagian dari penguatan kapabilitas untuk menjawab kebutuhan industri.



Source https://www.bisnis.com

Comentarios de la página