Jelang Haji Isam Masuk BYAN, Direktur Bayan Jual Saham Rp2,47 Miliar

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Wed Sep 23 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Jelang rencana masuknya Jhonlin Group milik Haji Isam sebagai pemegang 30% saham PT bayan resources Tbk. (BYAN), Direktur BYAN Alastair Gordon Christopher McLeod melepas 185.200 saham perseroan senilai sekitar Rp2,47 miliar.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), McLeod melakukan penjualan saham secara tidak langsung (indirect sale) 185.200 saham BYAN pada harga Rp13.352 per saham pada Senin (21/9/2026).
“Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham McLeod di BYAN berkurang dari 4 juta saham menjadi 3,8148 juta saham,” dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026).
Adapun, nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp2,47 miliar, berdasarkan perhitungan 185.200 saham dikalikan harga Rp13.352 per saham.

Meski terjadi pengurangan jumlah saham, hak suara McLeod di BYAN tetap tercatat sebesar 0,01% setelah transaksi.
Laporan transaksi tersebut disampaikan kepada OJK pada 22 September 2026 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Adapun, pada perdagangan Selasa (22/9/2026), saham BYAN melemah 9,71% atau 1.275 poin menjadi Rp11.850. Kendati demikian, saham berkapitalisasi pasar Rp400 triliun tersebut masih naik 16,18% dalam sepekan dan 7,73% dalam 3 bulan terakhir.
Fluktuasi saham BYAN tak lepas dari rencana masuknya perusahaan Haji Isam sebagai investor strategis.
Sebelumnya, Direktur bayan resources Jenny Quan­tero mengatakan Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli pada 16 September 2026.


PT Jhonlin Baratama adalah perusahaan kontraktor pertambangan dan produsen batubara besar yang berpusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, serta merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha nasional H. Andi Syamsudin Arsyad (Haji Isam).
“Bapak Low Tuck Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026,” kata Jenny dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan perjanjian tersebut, saham yang akan dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham biasa BYAN. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Sebagai gambaran, mengacu pada data pemegang saham per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong memiliki 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25%, sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham atau 22%. Dengan demikian, keduanya secara gabungan memiliki 62,25% saham perseroan.
Adapun, saham yang direncanakan dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham atau sekitar 30% dari total 33,33 miliar saham BYAN.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Comentarios de la página