Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ambles selama sepekan perdagangan periode 2—5 Juni 2026, tidak terlepas dari aksi jual asing yang masif di pasar modal RI. Meskipun begitu, terdapat sejumlah saham RI yang masih mengalami net buy asing dan menjadi incaran investor global selama sepekan.
Melansir data RTI Infokom, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tercatat mengalami net foreign buy senilai Rp373,8 miliar, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) dengan net foreign buy Rp218,5 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro) yang mencatatkan aksi beli asing senilai Rp206,8 miliar.
Hal serupa juga dialami oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan aksi beli asing senilai Rp203 miliar, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) tercatat senilai Rp186,6 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp171,8 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) dengan aksi beli asing senilai Rp122,1 miliar.
Selain itu, investor global juga mengincar saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) senilai Rp99,5 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) dengan torehan beli bersih senilai Rp70,4 miliar, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) senilai Rp64,2 miliar, PT United Tractors Tbk. (UNTR) senilai Rp57,9 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) senilai Rp54 miliar.
Meskipun begitu, net buy asing selama sepekan nyatanya tidak memastikan kinerja saham-saham terkait mampu bergerak menguat selama sepekan belakangan.
Berdasarkan data Stockbit, selama sepekan terakhir, saham MDKA justru terkoreksi 0,77% ke Rp2.570, saham EMAS terkoreksi 5,13% ke Rp7.400, saham adro melemah 2,61% ke Rp2.240, atau saham BUMI justru ambles 17,26% ke Rp139.
Pasalnya, secara umum kinerja IHSG terkoreksi 8,69% sepanjang pekan ini. Aksi net foreign sell bahkan tercatat senilai Rp7,38 triliun dan membuat bengkak torehan aksi jual asing sepanjang tahun berjalan 2026 menjadi Rp61,36 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan data perdagangan saham selama sepekan ditutup pada zona yang bervariasi.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 8,69% sehingga ditutup pada level 5.594,765 dari posisi 6.127,381 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Penurunan IHSG tersebut turut menekan nilai kapitalisasi pasar BEI. Sepanjang pekan ini, kapitalisasi pasar tercatat turun 8,59% menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, penurunan kapitalisasi pasar bahkan mencapai sekitar Rp6.207 triliun atau 38,8%. Berdasarkan data statistik BEI per 2 Januari 2026, kapitalisasi pasar Bursa saat itu mencapai Rp16.014 triliun dengan IHSG berada di level 8.748,13.
Di tengah pelemahan indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi indikator dengan kenaikan tertinggi, yakni 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian turut meningkat 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,71% menjadi Rp26,97 triliun dibandingkan Rp28,38 triliun pada pekan lalu.
Saham
Net Foreign Buy
MDKA
Rp373,8 Miliar
EMAS
Rp218,5 Miliar
adro
Rp206,8 Miliar
BUMI
Rp203 Miliar
INCO
Rp186,6 Miliar
TINS
Rp171,8 Miliar
DEWA
Rp122,1 Miliar
NCKL
Rp99,5 Miliar
BIPI
Rp70,4 Miliar
INDY
Rp64,2 Miliar
UNTR
Rp57,9 Miliar
INKP
Rp54 Miliar
Sumber: RTI Infokom, diolah 2026.
___
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Source https://www.bisnis.com