<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-05-04T11:38:14Z</updated>
  <dc:date>2026-05-04T11:38:14Z</dc:date>
  <entry>
    <title>RI Bakal Punya BBM Baru B50 di Juli 2026, Berapa Harganya?</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307974" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307974</id>
    <updated>2026-05-04T07:00:22Z</updated>
    <published>2026-05-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana mulai mewajibkan
  mandatori biodiesel 50% atau B50 pada 1 Juli 2026 mendatang. Dengan
  kebijakan tersebut, setiap satu liter bahan bakar solar akan
  mengandung campuran 50% Fatty Acid Methyl Esters (FAME).&lt;br /&gt;Perihal
  harga jualnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan
  Konservasi Energi (EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi, menjelaskan bahwa penetapan harga B50 akan tetap
  mengacu pada regulasi yang sudah ada saat ini. Pemerintah sedang
  menyiapkan formula harganya berdasarkan aturan
  tersebut.&lt;br /&gt;Nantinya, pemerintah akan merilis harga patokan B50
  secara rutin setiap bulan. Tujuannya untuk memberikan kepastian harga,
  baik bagi para pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen, saat
  kebijakan tersebut resmi diberlakukan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Mengikuti formula. Kalau itu mengikuti formula kan tiap
  bulan kita keluarkan harganya,&amp;quot; ungkapnya saat ditemui di Stasiun
  Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip
  Senin (4/5/2026).&lt;br /&gt;Terkait rincian penghitungan komponen Bahan
  Bakar Nabati (BBN) atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME), pihaknya
  sedang melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas
  Bumi (Ditjen Migas).&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita sedang berhitung dengan Dirjen
  Migas karena prediksi hingga Desember itu kan perlu diklarifikasi
  karena ini kan misal ada penghematan ada pembahasan terus nih kalau
  yang minyak,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  implementasi program B50 diproyeksikan mampu memberikan manfaat
  ekonomi yang signifikan bagi negara melalui peningkatan nilai tambah
  minyak sawit mentah (CPO).&lt;br /&gt;Dari sisi fiskal, kebijakan tersebut
  berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun pada tahun
  2026, meningkat dari target awal program B40 yang sebesar Rp 140
  triliun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pasokan tadi kan saya bilang kita sedang berhitung
  terus tapi cukup kalau saya prediksi cukup FAME-nya cukup,&amp;quot; tutur
  Eniya saat ditanya kesiapan bahan baku untuk implementasi Juli
  mendatang.&lt;br /&gt;Pemerintah menargetkan implementasi awal B50 dimulai
  pada Juli 2026 seiring dengan adanya dinamika energi global dan upaya
  penguatan ketahanan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau itu kita
  menyesuaikan dengan Dirjen Migas. Target pengurangan impornya kan
  hitungannya 50%-nya. Sekarang itu serapan biodiesel kira-kira 25%
  sudah terserap,&amp;quot; pungkas Eniya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260504103848-4-731938/ri-bakal-punya-bbm-baru-b50-di-juli-2026-berapa-harganya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Tertekan Tajam, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensi Cuan Hari Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307945" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307945</id>
    <updated>2026-05-04T07:00:20Z</updated>
    <published>2026-05-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup
  melemah 2,03% ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/04).
  Sejumlah saham seperti SMMA, BUMI, dan ADRO menjadi penopang
  pergerakan indeks, sementara BBRI, BBCA, dan BREN menekan laju IHSG.
  &lt;br /&gt;Aksi jual investor asing tercatat mencapai Rp1,65 triliun di
  pasar reguler dan Rp1,49 triliun secara keseluruhan. Secara sektoral,
  seluruh sektor ditutup di zona merah dengan sektor industri mencatat
  penurunan terdalam sebesar 2,95%.&lt;br /&gt;Di pasar global, indeks saham
  Amerika Serikat bergerak bervariasi. Dow Jones turun 0,31% ke level
  49.499, sementara S&amp;amp;P 500 naik 0,29% ke 7.230 dan Nasdaq menguat
  0,89% ke 25.114. &lt;br /&gt;Sentimen pasar domestik masih dipengaruhi
  ekspektasi penurunan inflasi menjadi 2,40% secara tahunan, lebih
  rendah dari konsensus 2,69%. Selain itu, neraca perdagangan Maret
  diperkirakan menyusut menjadi US$1 miliar dari sebelumnya US$1,28
  miliar, juga di bawah proyeksi pasar. Sikap pelaku pasar yang
  cenderung menunggu terlihat dari perbedaan arah antara ETF EIDO yang
  menguat 0,20% dan MSCI Indonesia yang melemah 2,40%.&lt;br /&gt;Dari sisi
  kinerja emiten, Bumi Resources (BUMI) mencatatkan pertumbuhan
  pendapatan sebesar 19,75% menjadi US$417,65 juta pada kuartal I-2026,
  dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$348,77
  juta. Beban pokok pendapatan turut meningkat 12,53% menjadi US$334,81
  juta. Meski demikian, laba bersih perseroan tetap naik signifikan
  36,66% menjadi US$41,09 juta.&lt;br /&gt;Kinerja tersebut ditopang oleh
  peningkatan volume produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebesar 11,62%
  menjadi 19,20 juta ton dan penjualan yang naik 14,37% menjadi 19,10
  juta ton, meskipun harga rata-rata &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; terkoreksi 9,70%.
  Efisiensi juga tercermin dari penurunan stripping ratio menjadi 7,7
  kali dari sebelumnya 8,4 kali.&lt;br /&gt;Sementara itu, Medco Energi
  Internasional (MEDC) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 251,43%
  menjadi US$72,15 juta pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan naik
  19,24% menjadi US$668,31 juta, meskipun beban pokok pendapatan
  meningkat lebih tinggi sebesar 31,19%. &lt;br /&gt;Secara operasional,
  capaian kuartal pertama dinilai sejalan dengan target tahun 2026,
  termasuk produksi migas sebesar 169 MBOEPD dan biaya produksi yang
  tetap terjaga di kisaran US$9 per BOE. Perseroan juga melanjutkan
  pengembangan proyek strategis seperti Bualuang Phase-1 dan kontribusi
  smelter AMMN, dengan realisasi belanja modal yang masih di bawah 25%
  dari target tahunan.&lt;br /&gt;Di sektor perbankan daerah, Bank Pembangunan
  Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) menetapkan dividen tunai sebesar
  Rp900 miliar atau Rp85,54 per saham dari laba tahun buku 2025.
  &lt;br /&gt;Rasio pembagian dividen tercatat sebesar 78,07% dari laba bersih
  Rp1,15 triliun. Kinerja pendapatan bunga tumbuh 6,83% menjadi Rp15,79
  triliun, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga dan syariah.
  Namun, laba bersih tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya,
  seiring dengan penurunan laba per saham. Jadwal cum dividen di pasar
  reguler dan negosiasi ditetapkan pada 7 Mei, dengan pembayaran pada 26
  Mei mendatang.&lt;br /&gt;Rekomendasi Saham Hari Ini&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;BUMI - Buy 234-240 | TP 246-256 | SL 224&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;CYBR - Buy 1255-1270 | TP 1290-1320 | SL 1175&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;AADI - Buy 11500-11600 | TP 11750-11900 | SL 10875&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;MOLI - Buy 290-294 | TP 300-308 | SL 274&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;ITMG - Buy 26500-26650 | TP 27150-27600 | SL 25025&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam
  artikel   ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan
  untuk membeli   atau menjual saham tertentu. &lt;br /&gt;Keputusan
  berinvestasi sepenuhnya   berada di tangan masing-masing investor
  sesuai dengan profil risiko   dan tujuan keuangan pribadi. Selamat
  berinvestasi secara bijak.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ayh/ayh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260504084006-17-731879/ihsg-tertekan-tajam-intip-5-rekomendasi-saham-potensi-cuan-hari-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Usai Rebalancing, Konstituen Baru CPIN, BRMS, dan DEWA Melesat</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307916" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307916</id>
    <updated>2026-05-04T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-05-04T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 memulai perdagangan pada Senin
  (4/5/2026) di zona hijau pasac rebalancing. Sejumlah saham konstituen
  baru yakni CPIN, BRMS, dan DEWA memimpin penguatan.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  data IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB, Indeks kerja sama dengan harian
  Bisnis Indonesia dibuka pada level 463,54 atau menguat sebesar 1,13%.
  Terpantau sebanyak 18 saham konstituen menghijau, 7 saham memerah, dan
  2 saham stagnan.&lt;br /&gt;Sejumlah saham unggulan yang tergabung dalam
  indeks ini tampak mengalami penguatan, di antaranya yakni saham PT
  Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 3,24% ke level Rp4.140,
  selanjutnya ada saham  saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Mineralsa
  Tbk. (BRMS) naik 3,11% ke level Rp830, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk.
  (MAPI) naik 2,88% ke level Rp1.250&lt;br /&gt;Selanjutnya saham PT Bank
  Negara Indonesia (peresro) Tbk. (BBNI) naik 1,88% ke level Rp3.790,
  disusul saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 1,81% ke level
  Rp505.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebaliknya sejumlah saham yang menahan laju
  penguatan dan   cenderung melemah adalah saham PT AKR Corporindo Tbk.
  (AKRA) turun   1,58% ke level Rp1.555, saham PT United Tractors Tbk.
  (UNTR) turun   1,55% ke level Rp28.600. Berikutnya saham PT Perusahaan
  Gas Negara   Tbk. (PGAS) yang juga melemah 1,55% ke level
  Rp1.910.&lt;br /&gt;Saham   konstituen baru lainnya yakni PT Triputra Agro
  Persada Tbk. (TAPG)   juga turun 0,95% ke level Rp2.080.&lt;br /&gt;Indeks
  Bisnis-27 resmi memulai   rebalancing pada 4 Mei 2026 hingga 30
  Oktober 2026.&lt;br /&gt;Terdapat   delapan emiten baru yang masuk dalam
  perhitungan Indeks Bisnis-27 pada   periode ini untuk menggantikan
  delapan emiten sebelumnya. Delapan   emiten yang baru masuk ke dalam
  Indeks Bisnis-27, yaitu PT Merdeka   Battery Materials Tbk. (MBMA), PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals   Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT
  Indofood   CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Triputra Agro Persada
  Tbk. (TAPG),   PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma Henwa Tbk.
  (DEWA), dan PT   Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). &lt;br /&gt;Tim riset
  Phintraco Sekuritas   memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham
  Gabungan (IHSG) pada pekan   ini masih akan dibayangi kombinasi
  sentimen global dan domestik, mulai   dari dinamika geopolitik hingga
  rilis data ekonomi penting.&lt;br /&gt;Tim   riset menyebutkan bahwa
  investor global masih akan mencermati peluang   pembicaraan lanjutan
  antara AS dan Iran pada pekan ini. Selain itu,   perhatian juga akan
  tertuju pada rilis data tenaga kerja AS serta   indikator sektor jasa
  dari Institute for Supply Management   (ISM).&lt;br /&gt;Dari dalam negeri,
  sejumlah data ekonomi penting   dijadwalkan rilis, mulai dari indeks
  manufaktur PMI, neraca   perdagangan, hingga inflasi pada awal pekan.
  Selanjutnya, data   pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 akan diumumkan
  pada 5 Mei, disusul   data cadangan devisa, indeks harga properti, dan
  penjualan mobil pada   8 Mei 2026.&lt;br /&gt;Di sisi fiskal, realisasi APBN
  hingga akhir Maret   2026 mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun
  atau setara 0,93%   terhadap PDB. Angka ini melebar dibandingkan
  periode yang sama tahun   sebelumnya sebesar 0,43%. Pelebaran defisit
  dipicu lonjakan belanja   negara yang tumbuh 31,4% menjadi Rp815
  triliun, sementara pendapatan   negara baru mencapai Rp574,9 triliun
  atau 18,2% dari   target.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut dinilai berpotensi
  menjadi perhatian   investor, terutama terkait disiplin fiskal dan
  implikasinya terhadap   stabilitas ekonomi ke depan.&lt;br /&gt;Disclaimer:
  berita ini tidak   bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
  Keputusan investasi   sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com
  tidak bertanggung jawab   terhadap segala kerugian maupun keuntungan
  yang timbul dari keputusan   investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260504/7/1971049/indeks-bisnis-27-dibuka-menguat-usai-rebalancing-konstituen-baru-cpin-brms-dan-dewa-melesat"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Ungkap Tantangan Proyek Sulap Batu Bara Jadi DME</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307863" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307863</id>
    <updated>2026-05-04T01:01:04Z</updated>
    <published>2026-05-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam
  merealisasikan proyek hilirisasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) yang dikembangkan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Tanjung
  Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;Semula Bahlil menyebut salah
  satu latar belakang utama pengembangan DME adalah tingginya
  ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas
  (LPG).&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa perbedaan jenis gas menjadi faktor
  utama mengapa Indonesia masih harus mengimpor LPG, meskipun memiliki
  cadangan gas yang besar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Saya dikursus kilat oleh
  Pak Hilmi dan kawan-kawan waktu   kami mau meresmikan bloknya beliau
  25.000 barel waktu itu. Saya sempat   nanya kenapa ini LPG kita impor
  gas kita kan banyak? Beliau   menyampaikan C3, C4 itu berbeda dengan
  kebanyakan gas kita, gas kita   itu C1, C2. C3, C4 ini kecil makanya
  kita membangun industri dalam   negerinya kecil,&amp;quot; kata Bahlil
  dalam acara Sinergi Alumni IPB   Untuk Bangsa, Sabtu
  (2/4/2026).&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, pemerintah   mendorong pengembangan
  DME yang dihasilkan dari hilirisasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berkalori rendah.
  Produk ini dirancang sebagai substitusi LPG, terutama untuk kebutuhan
  rumah tangga.&lt;br /&gt;Meski memiliki manfaat besar, Bahlil mengakui bahwa
  perjalanan proyek DME tidaklah mudah. Ia menyebut banyak pihak yang
  sempat menentang atau menghambat realisasi proyek
  tersebut.&lt;br /&gt;Bahlil mengatakan proyek tersebut sebenarnya sudah
  sempat dilakukan peletakan batu pertama pada masa pemerintahan
  Presiden Joko Widodo saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri
  Investasi. Namun, proyek itu terhenti di tengah
  jalan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Waktu itu belum jadi ketum partai soalnya. Jadi
  masih bisa di-intercept. Belum jadi ketum partai tapi kalau sekarang
  jangan coba-coba intercept. Saya kasih tahu memang. Orang Maluku
  bilang adek pele putus melintang patah. Ah itu,&amp;quot; ujar
  Bahlil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(luc/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260503133531-4-731788/bahlil-ungkap-tantangan-proyek-sulap-batu-bara-jadi-dme"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Mau Pakai EV, Akses Listrik-Jalan Tambang Nikel Jadi Tantangan</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307843" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307843</id>
    <updated>2026-05-04T01:00:42Z</updated>
    <published>2026-05-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menggelar EV Transition in
  Mining Industry Outlook 2026 dengan tema &amp;quot;The Future of EV's in
  Mining Industry: Between Efficiency and High Investment&amp;quot; yang
  akan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam
  mengadopsi teknologi kendaraan listrik (electric
  vehicle/EV).&lt;br /&gt;Dewan Pengawas Indonesia Mining Association (IMA),
  Raden Sukhyar dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026
  memastikan komitmen sektor tambang dalam pemanfaatan kendaraan listrik
  atau EV.&lt;br /&gt;Saat ini sejumlah tambang sudah memulai uji coba
  penggunaan truk hingga bus tambang dan lori pengangkut mineral
  tambang. Dimana EV ini memberikan manfaat dalam penghematan BBM hingga
  menekan emisi karbon, namun masih terdapat sejumlah tantangan terkait
  pajak impor EV yang tinggi serta perbaikan regulasi.&lt;br /&gt;Di tengah
  gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak, elektrifikasi
  disebut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia
  (APBI), Gita Mahyarani sebagai kebijakan yang relevan bagi industri
  termasuk sektor tambang. Namun tekanan produksi batu bara dengan
  dipangkasnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 membuat
  investasi untuk EV di tambang batu bara akan menjadi
  tantangan.&lt;br /&gt;Dari sisi nikel, pemanfaatan EV di tambang nikel masih
  menghadapi tantangan terkait terbatasnya infrastruktur energi maupun
  akses jalan yang memadai. Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno juga mengatakan tantangan terkait
  kapasitas dan kapabilitas SDM tambang dalam pemanfaatan EV harus
  menjadi perhatian.&lt;br /&gt;Sementara penggunaan EV di bisnis jasa tambang
  disebut Wakil Ketua Umum I, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia
  (ASPINDO), Ahmad Kharis sangat erat kaitannya dengan investasi
  kontraktor tambang. Oleh karena itu penting untuk memastikan dukungan
  pemerintah terkait pajak impor EV yang masih tinggi serta kepastian
  nasib konsensi tambang.&lt;br /&gt;Sementara Direktur Pencegahan Dampak
  Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan
  Hidup/BPLH, Widhi Handoyo menyebutkan KLH dalam transisi energi sektor
  memastikan fungsi lingkungan dan ekosistem tetap terjaga&lt;br /&gt;Dari
  pemerintah, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP
  Kemenperin, Solehan menyebutkan pertambangan sebagai sektor strategi
  dalam mendorong ekonomi sekaligus pengembangan EV meski transportasi
  tambang dihadapkan pada tantangan medan yang berat, intensitas
  aktivitas tinggi, area terpencil sehingga membutuhkan kehandalan unit
  yang tinggi.&lt;br /&gt;Kemenperin dalam mendukung transisi EV di
  pertambangan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam
  konversi Internal Combustion Engine (ICE) ke Electric Vehicle (EV)
  sekaligus memperkuat ekosistem EV agar berdaya saing.&lt;br /&gt;Dalam
  mendukung percepatan transisi energi pertambangan melalui EV, Product
  Support Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman menyebutkan
  komitmen Gaya Makmur Group dalam penyediaan kendaraan tambang seperti
  truk berbasis EV, salah satunya lewat Truk kelas 110 ton dengan
  kapasitas baterai 1,7 Megawatthour (MWh) hingga peralatan
  tambang.&lt;br /&gt;Sementara Chief Operating Officer PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt;, Raden
  Utoro mengungkapkan perkembangan adopsi EV di tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt; yang sudah
  dimulai dengan sejumlah tantangan terkait regulasi hingga
  infrastruktur meski dampaknya ke efisiensi tambang cukup
  besar.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak Dialog Shafinaz Nachiar dengan Dewan
  Pengawas Indonesia Mining Association (IMA), Raden Sukhyar serta
  Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI),
  Gita Mahyarani dengan Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno serta Wakil Ketua Umum I, Asosiasi
  Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Ahmad Kharis bersama Direktur
  Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP Kemenperin, Solehan
  dan Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor
  Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Widhi Handoyo serta Product Support
  Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman dengan Chief Operating
  Officer PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;borneo
  indobara&lt;/span&gt;, Raden UtoroEV Transition in Mining Industry Outlook
  2026, CNBC Indonesia,(Rabu, 29/04/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260429125356-8-730888/video-mau-pakai-ev-akses-listrik-jalan-tambang-nikel-jadi-tantangan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Pakai EV di Operasi Tambang, Penambang Minta Bebas Pajak Impor</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307836" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307836</id>
    <updated>2026-05-04T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-05-04T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menggelar EV Transition in
  Mining Industry Outlook 2026 dengan tema &amp;quot;The Future of EV's in
  Mining Industry: Between Efficiency and High Investment&amp;quot; yang
  akan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam
  mengadopsi teknologi kendaraan listrik (electric
  vehicle/EV).&lt;br /&gt;Dewan Pengawas Indonesia Mining Association (IMA),
  Raden Sukhyar dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026
  memastikan komitmen sektor tambang dalam pemanfaatan kendaraan listrik
  atau EV.&lt;br /&gt;Saat ini sejumlah tambang sudah memulai uji coba
  penggunaan truk hingga bus tambang dan lori pengangkut mineral
  tambang. Dimana EV ini memberikan manfaat dalam penghematan BBM hingga
  menekan emisi karbon, namun masih terdapat sejumlah tantangan terkait
  pajak impor EV yang tinggi serta perbaikan regulasi.&lt;br /&gt;Di tengah
  gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak, elektrifikasi
  disebut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia
  (APBI), Gita Mahyarani sebagai kebijakan yang relevan bagi industri
  termasuk sektor tambang. Namun tekanan produksi batu bara dengan
  dipangkasnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 membuat
  investasi untuk EV di tambang batu bara akan menjadi
  tantangan.&lt;br /&gt;Dari sisi nikel, pemanfaatan EV di tambang nikel masih
  menghadapi tantangan terkait terbatasnya infrastruktur energi maupun
  akses jalan yang memadai. Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno juga mengatakan tantangan terkait
  kapasitas dan kapabilitas SDM tambang dalam pemanfaatan EV harus
  menjadi perhatian.&lt;br /&gt;Sementara penggunaan EV di bisnis jasa tambang
  disebut Wakil Ketua Umum I, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia
  (ASPINDO), Ahmad Kharis sangat erat kaitannya dengan investasi
  kontraktor tambang. Oleh karena itu penting untuk memastikan dukungan
  pemerintah terkait pajak impor EV yang masih tinggi serta kepastian
  nasib konsensi tambang.&lt;br /&gt;Sementara Direktur Pencegahan Dampak
  Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan
  Hidup/BPLH, Widhi Handoyo menyebutkan KLH dalam transisi energi sektor
  memastikan fungsi lingkungan dan ekosistem tetap terjaga&lt;br /&gt;Dari
  pemerintah, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP
  Kemenperin, Solehan menyebutkan pertambangan sebagai sektor strategi
  dalam mendorong ekonomi sekaligus pengembangan EV meski transportasi
  tambang dihadapkan pada tantangan medan yang berat, intensitas
  aktivitas tinggi, area terpencil sehingga membutuhkan kehandalan unit
  yang tinggi.&lt;br /&gt;Kemenperin dalam mendukung transisi EV di
  pertambangan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam
  konversi Internal Combustion Engine (ICE) ke Electric Vehicle (EV)
  sekaligus memperkuat ekosistem EV agar berdaya saing.&lt;br /&gt;Dalam
  mendukung percepatan transisi energi pertambangan melalui EV, Product
  Support Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman menyebutkan
  komitmen Gaya Makmur Group dalam penyediaan kendaraan tambang seperti
  truk berbasis EV, salah satunya lewat Truk kelas 110 ton dengan
  kapasitas baterai 1,7 Megawatthour (MWh) hingga peralatan
  tambang.&lt;br /&gt;Sementara Chief Operating Officer PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt;, Raden
  Utoro mengungkapkan perkembangan adopsi EV di tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt; yang sudah
  dimulai dengan sejumlah tantangan terkait regulasi hingga
  infrastruktur meski dampaknya ke efisiensi tambang cukup
  besar.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak Dialog Shafinaz Nachiar dengan Dewan
  Pengawas Indonesia Mining Association (IMA), Raden Sukhyar serta
  Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI),
  Gita Mahyarani dengan Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno serta Wakil Ketua Umum I, Asosiasi
  Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Ahmad Kharis bersama Direktur
  Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP Kemenperin, Solehan
  dan Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor
  Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Widhi Handoyo serta Product Support
  Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman dengan Chief Operating
  Officer PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;borneo
  indobara&lt;/span&gt;, Raden UtoroEV Transition in Mining Industry Outlook
  2026, CNBC Indonesia,(Rabu, 29/04/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260429125354-8-730886/video-pakai-ev-di-operasi-tambang-penambang-minta-bebas-pajak-impor"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-04T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Siapkan Gas Pengganti LPG, Bisa Lebih Murah!</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307691" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307691</id>
    <updated>2026-05-03T01:08:30Z</updated>
    <published>2026-05-03T01:08:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyiapkan alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG)
  subsidi 3 kilogram (kg) melalui pengembangan Compressed Natural Gas
  (CNG). Hal itu mengingat, tingginya beban subsidi energi hingga saat
  ini.&lt;br /&gt;Belum lagi, Bahlil menekankan impor LPG nasional sudah
  mencapai 7 juta ton per tahun. Menurutnya, gas jenis CNG akan jauh
  lebih ekonomis karena bersumber langsung dari produksi gas alam
  domestik yang melimpah.&lt;br /&gt;Dia menyebut pengembangan tabung CNG
  ukuran 3 kg itu bertujuan untuk memberikan opsi energi yang lebih
  terjangkau bagi masyarakat sambil memperkuat kedaulatan
  energi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetapi untuk yang 3 kg-nya ini baru mau dibuat. Ya
  kita mau dan ini cost-nya lebih murah 30-40%,&amp;quot; ujarnya dalam
  acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).&lt;br /&gt;Rencana
  pengembangan CNG 3 kg itu juga dipicu oleh besarnya anggaran negara
  yang harus dialokasikan untuk subsidi LPG setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Bahlil
  mencatat, nilai belanja LPG nasional menyentuh angka Rp 137 triliun
  per tahun, di mana sebesar Rp 80-87 triliun di antaranya harus
  disubsidi oleh negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Masalahnya adalah pertanyaan yang
  selalu saya dapat informasi kenapa kita tidak membuat LPG dalam
  negeri? Padahal kita gas melimpah. Gas kita nggak pernah impor lagi
  lho,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Bahlil memaparkan kendala utama produksi LPG
  domestik terletak pada komposisi gas alam Indonesia yang minim
  kandungan C3 dan C4 sebagai bahan baku utama LPG. Sebaliknya, cadangan
  gas bumi Indonesia lebih didominasi oleh jenis C1 dan C2 yang sangat
  melimpah namun lebih cocok dikonversi menjadi gas pipa atau
  CNG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi kebaikan
  dan pelayanan rakyat apa pun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar
  kita mandiri,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Selain CNG, pemerintah juga
  mendorong proyek hilirisasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor lainnya. Proyek tersebut
  ditargetkan untuk mengolah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori rendah
  yang tersedia dalam jumlah besar di dalam negeri menjadi produk energi
  baru.&lt;br /&gt;&amp;quot;DME ini adalah hasil hilirisasi daripada &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; low calorie untuk
  kita konversi dia untuk menjadi pengganti LPG,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dce)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260502200453-4-731726/bahlil-siapkan-gas-pengganti-lpg-bisa-lebih-murah"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-03T01:08:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video:Pemangkasan Produksi Ancam Nasib Investasi EV Tambang Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307663" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307663</id>
    <updated>2026-05-03T01:06:27Z</updated>
    <published>2026-05-03T01:06:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menggelar EV Transition in
  Mining Industry Outlook 2026 dengan tema &amp;quot;The Future of EV's in
  Mining Industry: Between Efficiency and High Investment&amp;quot; yang
  akan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam
  mengadopsi teknologi kendaraan listrik (electric
  vehicle/EV).&lt;br /&gt;Dewan Pengawas Indonesia Mining Association (IMA),
  Raden Sukhyar dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026
  memastikan komitmen sektor tambang dalam pemanfaatan kendaraan listrik
  atau EV.&lt;br /&gt;Saat ini sejumlah tambang sudah memulai uji coba
  penggunaan truk hingga bus tambang dan lori pengangkut mineral
  tambang. Dimana EV ini memberikan manfaat dalam penghematan BBM hingga
  menekan emisi karbon, namun masih terdapat sejumlah tantangan terkait
  pajak impor EV yang tinggi serta perbaikan regulasi.&lt;br /&gt;Di tengah
  gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak, elektrifikasi
  disebut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia
  (APBI), Gita Mahyarani sebagai kebijakan yang relevan bagi industri
  termasuk sektor tambang. Namun tekanan produksi batu bara dengan
  dipangkasnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 membuat
  investasi untuk EV di tambang batu bara akan menjadi
  tantangan.&lt;br /&gt;Dari sisi nikel, pemanfaatan EV di tambang nikel masih
  menghadapi tantangan terkait terbatasnya infrastruktur energi maupun
  akses jalan yang memadai. Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno juga mengatakan tantangan terkait
  kapasitas dan kapabilitas SDM tambang dalam pemanfaatan EV harus
  menjadi perhatian.&lt;br /&gt;Sementara penggunaan EV di bisnis jasa tambang
  disebut Wakil Ketua Umum I, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia
  (ASPINDO), Ahmad Kharis sangat erat kaitannya dengan investasi
  kontraktor tambang. Oleh karena itu penting untuk memastikan dukungan
  pemerintah terkait pajak impor EV yang masih tinggi serta kepastian
  nasib konsensi tambang.&lt;br /&gt;Sementara Direktur Pencegahan Dampak
  Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan
  Hidup/BPLH, Widhi Handoyo menyebutkan KLH dalam transisi energi sektor
  memastikan fungsi lingkungan dan ekosistem tetap terjaga&lt;br /&gt;Dari
  pemerintah, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP
  Kemenperin, Solehan menyebutkan pertambangan sebagai sektor strategi
  dalam mendorong ekonomi sekaligus pengembangan EV meski transportasi
  tambang dihadapkan pada tantangan medan yang berat, intensitas
  aktivitas tinggi, area terpencil sehingga membutuhkan kehandalan unit
  yang tinggi.&lt;br /&gt;Kemenperin dalam mendukung transisi EV di
  pertambangan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam
  konversi Internal Combustion Engine (ICE) ke Electric Vehicle (EV)
  sekaligus memperkuat ekosistem EV agar berdaya saing.&lt;br /&gt;Dalam
  mendukung percepatan transisi energi pertambangan melalui EV, Product
  Support Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman menyebutkan
  komitmen Gaya Makmur Group dalam penyediaan kendaraan tambang seperti
  truk berbasis EV, salah satunya lewat Truk kelas 110 ton dengan
  kapasitas baterai 1,7 Megawatthour (MWh) hingga peralatan
  tambang.&lt;br /&gt;Sementara Chief Operating Officer PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt;, Raden
  Utoro mengungkapkan perkembangan adopsi EV di tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;borneo indobara&lt;/span&gt; yang sudah
  dimulai dengan sejumlah tantangan terkait regulasi hingga
  infrastruktur meski dampaknya ke efisiensi tambang cukup
  besar.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak Dialog Shafinaz Nachiar dengan Dewan
  Pengawas Indonesia Mining Association (IMA), Raden Sukhyar serta
  Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI),
  Gita Mahyarani dengan Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel
  Indonesia (APNI), Djoko Widajatno serta Wakil Ketua Umum I, Asosiasi
  Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Ahmad Kharis bersama Direktur
  Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian/IPMP Kemenperin, Solehan
  dan Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor
  Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Widhi Handoyo serta Product Support
  Director PT Gaya Makmur Tractors, Surateman dengan Chief Operating
  Officer PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;borneo
  indobara&lt;/span&gt;, Raden UtoroEV Transition in Mining Industry Outlook
  2026, CNBC Indonesia,(Rabu, 29/04/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260429125355-8-730887/videopemangkasan-produksi-ancam-nasib-investasi-ev-tambang-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-03T01:06:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil: Eropa Kembali ke Batu Bara, RI Diminta Pasok 20 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307647" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307647</id>
    <updated>2026-05-03T01:04:26Z</updated>
    <published>2026-05-03T01:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
  mengungkapkan adanya permintaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; mencapai 20 juta
  ton per tahun dari negara-negara Uni Eropa (UE) di tengah dinamika
  geopolitik global yang belum mereda.&lt;br /&gt;Permintaan tersebut muncul
  saat sejumlah negara maju kembali membuka opsi penggunaan energi
  fosil.&lt;br /&gt;Sayangnya Bahlil tidak mengungkapkan kapan permintaan
  tersebut disampaikan dan negara di Uni Eropa yang meminati &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Indonesia
  tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;“Sekarang Amerika buka opsi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, di Eropa membuka
  opsi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ada
  minta kami untuk 20 juta per tahun,” ujar Bahlil dalam acara Sinergi
  Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, (2/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Bahlil menyebut, kondisi global saat ini membuat banyak negara
  mengubah strategi energi mereka, termasuk yang sebelumnya mendorong
  transisi energi bersih.&lt;br /&gt;Dalam situasi tersebut, Indonesia justru
  melihat peluang sekaligus tantangan dalam menjaga ketahanan energi
  nasional.&lt;br /&gt;Menurut dia, langkah negara-negara maju tersebut
  menunjukkan adanya inkonsistensi dalam agenda transisi energi
  global.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di satu sisi mendorong negara berkembang untuk
  meninggalkan     &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;, namun di   sisi lain justru kembali memanfaatkannya untuk
  kepentingan   domestik.&lt;br /&gt;“Dia suruh kami pensiun, dia sendiri
  tidak   pensiun-pensiun. Bagaimana ini net zero emission 2050 2060,”
  ujarnya.&lt;br /&gt;Awalnya, Bahlil menyinggung publikasi JP Morgan Asset
  Management yang diklaim menempatkan Indonesia menjadi negara kedua
  yang paling tahan krisis energi global, salah satu faktornya langaran
  produksi dan cadangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Indonesia yang sangat besar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bahlil menilai,
  keinginan Eropa tidak bisa direspons secara normatif.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Pemerintah, kata Bahlil, memilih pendekatan realistis dengan
  tetap memanfaatkan sumber energi domestik demi menjaga stabilitas
  ekonomi dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.&lt;br /&gt;“Saya bilang
  ini model apa. Saya putuskan, saya bilang (PLTU-PLTU) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; jalan saja dulu.
  Ini bicara tentang survival mode, kami bicara tentang efisiensi.
  Jangan kami korbankan rakyat kami dengan harga listrik yang besar,”
  tegasnya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, Indonesia tidak ingin terjebak dalam
  skema global yang justru merugikan kepentingan nasional.&lt;br /&gt;Oleh
  karena itu, kebijakan energi akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam
  negeri, bukan semata mengikuti tekanan eksternal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam jangka panjang,
  pemerintah tetap mendorong pengembangan   energi baru dan
  terbarukan.&lt;br /&gt;Namun dalam jangka pendek,   pemanfaatan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   dinilai masih
  menjadi pilihan strategis untuk menjaga ketahanan energi   dan
  stabilitas harga listrik di dalam negeri.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://money.kompas.com/read/2026/05/02/190000226/bahlil--eropa-kembali-ke-batu-bara-ri-diminta-pasok-20-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://money.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-03T01:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bukit Asam (PTBA) Bukukan Laba Bersih Rp801,79 Miliar pada Kuartal I/2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307614" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307614</id>
    <updated>2026-05-03T01:01:16Z</updated>
    <published>2026-05-03T01:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) membukukan laba bersih
  sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I/2026, melanjutkan tren kinerja
  solid di tengah tekanan operasional akibat faktor cuaca dan dinamika
  pasar energi.&lt;br /&gt;Direktur Utama &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Arsal Ismail mengatakan,
  perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja melalui strategi
  pengelolaan persediaan yang prudent, efisiensi biaya, serta penerapan
  selective mining.&lt;br /&gt;“Hasilnya, perseroan membukukan pertumbuhan
  laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari
  ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,”
  ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Bisnis, Sabtu (2/5/2026).
  &lt;br /&gt;Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, sepanjang 3 bulan
  pertama 2026, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,93 triliun atau relatif stabil
  secara tahunan. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan
  margin EBITDA sebesar 16% dan margin laba bersih 8%.&lt;br /&gt;Kinerja
  tersebut ditopang oleh penjualan yang relatif terjaga meskipun
  produksi mengalami penurunan. Volume produksi batu bara tercatat turun
  22% secara tahunan, sementara volume penjualan hanya terkoreksi tipis
  1%.&lt;br /&gt;Dari sisi harga, rata-rata harga jual (average selling
  price/ASP) hanya meningkat 1% secara tahunan. Hal ini terjadi di
  tengah pergerakan harga global yang bervariasi, di mana indeks
  Newcastle naik 14% secara tahunan, sedangkan indeks ICI-3 justru turun
  2%.&lt;br /&gt;Adapun, komposisi penjualan hingga akhir Maret 2026 terdiri
  atas 53% pasar domestik dan 47% ekspor, dengan tujuan utama, antara
  lain Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.&lt;br /&gt;Di sisi
  biaya, beban pokok pendapatan tercatat Rp8,39 triliun atau turun 6%
  secara tahunan, sejalan dengan penurunan volume produksi dan aktivitas
  angkutan. Stripping ratio juga membaik menjadi 5,31x dari sebelumnya
  6,42x.&lt;br /&gt;Kendati demikian, tekanan mulai muncul dari kenaikan biaya
  energi. Konflik di Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026 mendorong
  kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun dampaknya pada
  kuartal I/2026 masih relatif terbatas dengan kenaikan sekitar 3%
  secara tahunan.&lt;br /&gt;Sementara itu, beban operasional meningkat 10%
  atau Rp61,37 miliar, terutama dipicu kenaikan beban umum dan
  administrasi.&lt;br /&gt;Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat
  Rp43,23 triliun per 31 Maret 2026, turun 2% dibandingkan posisi akhir
  2025 yang tercatat sebesar Rp43,93 triliun. Liabilitas menurun 8%
  menjadi Rp19,56 triliun, sedangkan ekuitas meningkat 5% menjadi
  Rp23,67 triliun.&lt;br /&gt;Adapun, arus kas dari aktivitas operasi
  meningkat signifikan menjadi Rp2,06 triliun, naik 70% secara tahunan.
  Di sisi lain, belanja modal (capital expenditure/capex) telah
  terealisasi sebesar Rp470 miliar atau sekitar 13% dari target tahunan
  Rp3,64 triliun, dengan mayoritas dialokasikan untuk pengembangan
  angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.&lt;br /&gt;Untuk
  keseluruhan tahun 2026, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; menargetkan volume
  produksi sebesar 49,55 juta ton dan volume penjualan 49,51 juta ton,
  dengan volume angkutan mencapai 41 juta ton serta stripping ratio
  5,63x.&lt;br /&gt;Corporate Secretary Division Head &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Eko Prayitno
  menambahkan, capaian pada kuartal ini menunjukkan fondasi operasional
  perseroan tetap solid di tengah tantangan eksternal, termasuk kondisi
  cuaca yang memengaruhi produksi dan kondisi geopolitik yang mulai
  memanas. &lt;br /&gt;Eko menekankan, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; akan terus menjaga
  disiplin operasional, memperkuat efisiensi, serta memastikan
  fleksibilitas dalam merespon dinamika pasar dan tantangan eksternal.
  &lt;br /&gt;“Dengan fondasi operasional yang solid, perseroan optimis dapat
  terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan
  bagi seluruh pemangku kepentingan,” sebut Eko.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260502/192/1970836/bukit-asam-ptba-bukukan-laba-bersih-rp80179-miliar-pada-kuartal-i2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-03T01:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Catat! Ini Syarat Transisi EV Bisa Lebih Cepat di Industri Tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307363" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307363</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:34Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang percepatan transisi menuju
  kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia sangat
  terbuka, termasuk di sektor pertambangan. Terlebih lagi, Indonesia
  merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia dan Uni Eropa juga
  memberlakukan EU Battery Passport mulai Februari 2027
  mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita penghasil nikel, harusnya ini menjadi
  peluang yang bisa kita capture pak, silahkan. Jadi kalau batu bara dan
  mineral lain sudah mulai dari tahun 70an. Nikel ini kan baru 2017,
  jadi infrastrukturnya juga masih mencoba dipenuhi dengan keadaan yang
  sangat-sangat sukar, Karena apa? Yang paling penting itu adalah
  energi, kedua air, ketiga infrastruktur jalan dan sebagainya,&amp;quot;
  ungkap Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Djoko
  Widajatno dalam EV Transition In &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry Outlook 2026
  &amp;quot;The Future Of EV's In &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry: Between
  Efficiency and High Investment&amp;quot;, Rabu (29/4/2026). &lt;br /&gt;Djoko
  bilang, kawasan yang tergolong siap dan sudah lebih mapan untuk
  mengadopsi EV biasanya berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti
  Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Namun, kawasan tambang di
  sekitar wilayah tersebut belum mampu mengadopsi
  elektrifikasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Listrik juga masih pakai captive power
  plant, kemudian ada yang pakai PLN,&amp;quot; terang dia.&lt;br /&gt;Selain itu,
  tantangan berikutnya adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM)
  yang kompeten. Mengingat, SDM tambang di wilayah Indonesia Timur ini
  biasanya tamatan SMP atau SMA.&lt;br /&gt;Melihat kondisi tersebut, Djoko
  menekankan pentingnya membangun SDM berkualitas agar mereka bisa
  mengoperasikan kendaraan atau alat-alat berat berbasis elektrik. Di
  sisi lain, ia juga mengingatkan aspek keselamatan sangat penting dalam
  adopsi elektrifikasi di wilayah tambang. Mengingat, kendaraan atau
  alat-alat berat elektrik biasanya lebih rawan terbakar dan memiliki
  susunan komponen yang lebih kompleks.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Maka dari itu, para pelaku usaha pertambangan aktif menggelar
  sesi edukasi secara rutin melalui berbagai pertemuan dan pelatihan
  dengan melibatkan para karyawan yang bertugas sebagai operator
  kendaraan atau alat berat tambang elektrik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi di APBI
  ini berusaha untuk mengenalkan EV transition ini lewat edukasi, ada
  training for trainers, ada kerjasama dengan luar negeri, kita
  datangkan orang-orang untuk membicarakan dan mengajari teman-teman
  kita,&amp;quot; ungkap dia. &lt;br /&gt;Hal yang tak kalah penting untuk
  mempercepat adopsi elektrifikasi di sektor tambang adalah kepastian
  regulasi. Djoko berharap pemerintah dapat membuat regulasi mengenai
  investasi maupun penggunaan EV yang konsisten, termasuk di sektor
  pertambangan. Kepastian regulasi tentu akan memudahkan para pelaku
  usaha tambang untuk menjalani proses transisi menuju elektrifikasi.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Karena tanpa regulasi yang konsisten dan tidak ada jaminan
  berusaha, kita mau investasi juga takut,&amp;quot; tandas dia.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dpu/dpu)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260430140343-4-731295/catat-ini-syarat-transisi-ev-bisa-lebih-cepat-di-industri-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307334" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307334</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:31Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) mencatat laba bersih
  tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
  hingga kuartal I tahun 2026 sebesar Rp 801,7 miliar. Capaian tersebut
  meroket 105% dibanding kuartal I tahun 2025 yang sebesar Rp 391,4
  miliar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di tengah tantangan curah hujan yang tinggi pada
  awal tahun, Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui
  pengelolaan persediaan yang prudent, sekaligus melanjutkan disiplin
  efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur
  biaya,&amp;quot; kata Direktur Utama &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;, Arsal Ismail dalam
  keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa,
  pendapatan usaha &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  hingga kuartal I tahun ini tak ada peningkatan secara presentasi
  karena turun tipis dari Rp 9,95 triliun menjadi Rp 9,92 triliun.
  Sementara untuk beban pokok pendapatan turun 6% dari Rp 8,9 triliun
  menjadi Rp 8,3 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sehingga, laba kotor &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; hingga kuartal I naik
  47% dari sebelumnya Rp 1,47 triliun menjadi Rp Rp 1,5 triliun.
  Sementara laba usahanya meroket 98% dari sebelumnya Rp 442,8 miliar
  menjadi Rp 868,02 miliar.&lt;br /&gt;Penurunan ini seiring dengan penurunan
  volume operasional, baik produksi batu bara yang turun 22% secara
  tahunan maupun angkutan yang juga turun 7% secara tahunan. Selain itu,
  dari sisi stripping ratio juga tercatat lebih rendah di angka 5,31x
  dari pada periode yang sama tahun sebelumnya di angka
  6,42x.&lt;br /&gt;Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Maret
  2026 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 53%, sedangkan sisanya
  47% merupakan ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pada akhir periode ini, lima negara
  tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, India,
  Kamboja, dan Thailand,&amp;quot; sebutnya.&lt;br /&gt;Meskipun volume penjualan
  turun 1% secara tahunan, namun respon harga batu bara berbeda pada
  periode ini, yang mana Newcastle Index naik 14% secara tahunan tetapi
  ICI-3 turun 2% secara tahunan, berimbas pada penguatan harga jual
  rata-rata yang tercatat naik 1% YoY.&lt;br /&gt;Sementara untuk beban pokok
  pendapatan turun 6% dari Rp 8,9 triliun menjadi Rp 8,3 triliun. Hingga
  kuartal I, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  menyebut beban operasional naik sebesar Rp61,37 miliar atau 10% dari
  periode yang sama sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
  adanya kenaikan di komponen beban&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan adanya
  konflik di Selat Hormuz yang terjadi pada akhir Februari 2026 sudah
  mulai berdampak pada peningkatan harga BBM/liter, meskipun untuk
  periode ini masih relatif kecil (+3% YoY). &amp;quot;Hal tersebut tentunya
  akan berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh
  Perusahaan, baik untuk kegiatan penambangan maupun angkutan kereta
  api,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Total aset pada 31 Maret 2026 tercatat
  sebesar Rp43,23 triliun atau turun 2% dibandingkan akhir tahun 2025
  yang tercatat sebesar Rp43,92 triliun. &amp;quot;Hal tersebutdisebabkan
  oleh penurunan persediaan serta kas dan setara kas Perusahaan,&amp;quot;
  pungkasnya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, belanja modal sampai dengan 31 Maret
  2026 terealisasi sebesar Rp470 miliar dengan mayoritas digunakan untuk
  Pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung
  Enim-Kramasan.&lt;br /&gt;Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno
  menyebut, capaian pada kuartal ini menunjukkan fondasi operasional
  Perseroan tetap solid di tengah tantangan eksternal, termasuk kondisi
  cuaca yang memengaruhi produksi dan kondisi geopolitik yang mulai
  memanas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan fondasi operasional yang solid, Perseroan
  optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan
  nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,&amp;quot;
  tutupnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ayh/ayh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260501060912-17-731440/laba-ptba-naik-105-bos-besar-ungkap-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307305" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307305</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:27Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
  entitas induk hingga kuartal I tahun ini sebesar US$ 24,14 juta. Angka
  tersebut naik 35,16% dari kuartal I tahun 2025 yang senesar US$ 17,86
  juta.&lt;br /&gt;Mengutip laporan keuangannya yang dilaporkan melalui
  keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba tersebut
  berasal dari pendapatan kuartal I yang naik dari US$ 348,7 menjadi US$
  417,6 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Beban pokok pendapatan
  juga naik dari US$ 297,5 juta menjadi US$   334,8 juta. Sehingga laba
  kotor juga naik dari US$ 51,2 juta menjadi   US$ 82,8
  juta.&lt;br /&gt;Selain itu, dikurangi pos beban usaha BUMI hingga   kuartal
  I ini yang juga naik dari US$ 23,3 juta menjadi US$ 33,7 juta,   maka
  laba usaha BUMI naik dari US$ 27,9 juta menjadi US$ 49,05
  juta.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dikurangi laba setelah pajak penghasilan yang
  naik dari US$ 30,81 juta menjadi US$ 43,6 juta, dan bagi hasil US$ 2,5
  juta, maka laba bersih periode berjalan bumi naik dari US$ 30 juta
  jadi US$ 41,09 juta.&lt;br /&gt;&amp;quot;Peningkatan volume produksi dan
  penjualan, dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio,
  berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar
  10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang
  lebih tinggi di seluruh lini usaha,&amp;quot; ujar Direktur BUMI
  Christopher Fong.&lt;br /&gt;Dirinya menambahkan bahwa kinerja keuangan
  tersebut mencerminkan operating leverage yang melekat pada model
  bisnis &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;.
  Ekspansi marjin ditopang oleh peningkatan volume produksi dan
  penjualan batubara, serta perbaikan struktural pada strip ratio yang
  memperbaiki ekonomi per ton di seluruh operasi tambang utama
  Perseroan.&lt;br /&gt;   &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; akan   terus berfokus pada keberlanjutan perbaikan
  operasional yang telah   dicapai pada kuartal pertama, menjaga
  disiplin alokasi modal, serta   memajukan strategi diversifikasi guna
  membangun ketahanan terhadap   siklus komoditas,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Adapun aset BUMI hingga kuartal   I tahun ini sebesar
  US$ 4,46 miliar atau naik dari aset akhir tahun   2025 lalu yang
  sebesar US$ 4,21 miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260430173821-17-731391/laba-bumi-resources--bumi--naik-35-jadi-us-2414-juta"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307276" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307276</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk
  (UNTR) mengumumkan penurunan laba bersih 80% sepanjang kuartal I-2026.
  Laba UNTR tertekan dari operasional tambang emas yang sempat
  berhenti.&lt;br /&gt;Menurut laporan keuangan terbaru, laba UNTR tercatat
  sebesar Rp643 miliar per 31 Maret 2026. Di tahun lalu, labanya
  tercatat sebesar Rp3,18 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Beriringan, pendapatan bersih UNTR tercatat sebesar Rp28,6
  triliun. Angka ini turun 17% dari Rp34,3 triliun pada periode yang
  sama di tahun 2025.&lt;br /&gt;Pendapatan bersih tersebut terutama berasal
  dari Rp11,9 triliun dari segmen Kontraktor Penambangan, yang turun 6%
  lebih rendah dari periode yang sama di tahun. Selain itu, Rp8,0
  triliun berasal dari segmen Pertambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Termal dan
  Metalurgi, 13% lebih tinggi dari periode yang sama di tahun
  lalu.&lt;br /&gt;Selain itu, pendapatan juga disokong Rp7,5 triliun dari
  segmen Mesin Konstruksi, 31% lebih rendah dari periode yang sama di
  tahun lalu. Selain itu, segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
  tercatat sebesar Rp691,6 miliar, 76% lebih rendah dari periode yang
  sama di tahun lalu.&lt;br /&gt;&amp;quot;Penurunan ini terutama disebabkan oleh
  penurunan signifikan di PT Agincourt Resources karena tidak adanya
  penjualan emas, serta kinerja yang lebih rendah pada segmen Mesin
  Konstruksi dan Kontraktor Penambangan sebagai dampak penurunan alokasi
  RKAB &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; nasional
  tahun 2026,&amp;quot; sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perseroan,
  Kamis, (30/4/2026).&lt;br /&gt;Diketahui, usaha pertambangan emas Perseroan
  dioperasikan oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya, yang
  mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 4 ribu ons sampai
  dengan triwulan pertama tahun 2026, 93% lebih rendah dari periode yang
  sama di tahun lalu. Pada bulan Maret 2026, Tambang Emas Martabe telah
  menerima persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk
  melanjutkan operasional.&lt;br /&gt;Meski demikian, perseroan mengatakan,
  penurunan ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan
  dari sektor Pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Termal dan Metalurgi, terutama disebabkan oleh harga
  rata-rata &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Laba bersih Perseroan tidak termasuk
  nonrecurring charges turun 44% menjadi Rp1,8 triliun, terutama karena
  tidak adanya penjualan emas dari PT Agincourt Resources dan pendapatan
  yang lebih rendah yang sebagian besar mencerminkan dampak dari
  penurunan alokasi RKAB &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; nasional tahun 2026.&lt;br /&gt;Selama kuartal pertama tahun
  2026, Perseroan mencatat non-recurring charges senilai Rp1,2 triliun,
  terutama terdiri dari pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di
  kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan
  (PPKH) di tambang nikel Stargate dan provisi penurunan nilai atas
  investasi panas bumi PT Supreme Energy Rantau Dedap.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260430162542-17-731357/laba-united-tractors--untr--anjlok-80-ada-apa"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, ADRO &amp;amp BUMI Cs Tetap Cuan</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307247" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307247</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada
  perdagangan Kamis (30/4/2026). Walau begitu, saham konstituen seperti
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, BUMI, sampai
  JPFA tetap ditutup menguat.&lt;br /&gt;Melansir IDX Mobile, indeks hasil
  kerja sama harian Bisnis Indonesia ini melemah 1,90% ke 460,95. Walau
  melemah, ada 5 saham konstituen yang ditutup menguat. Mereka adalah PT
  Alamtri Resources Indonsesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) yang naik 3,28% ke
  Rp2.520 dan saham PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) yang ditutup menguat 4,35% ke
  Rp240.&lt;br /&gt;Berikutnya, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang
  ditutup naik 0,37% ke Rp6.850, saham PT Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper
  Tbk. (INKP) menguat 0,78% ke Rp9.750, dan saham PT Japfa Comfeed
  Indonesia Tbk. (JPFA) yang ditutup naik 1,64% ke
  Rp2.4800.&lt;br /&gt;Sementara itu, ada sebanyak 22 saham konstituen yang
  ditutup melemah. Mereka antara lain adalah PT Alamtri Minerals
  Indonesia Tbk. (ADMR) yang melemah 0,54% ke Rp1.850, saham PT Aneka
  Tambang Tbk. (ANTM) melemah 3,61% ke Rp3.740, saham PT Astra
  International Tbk. (ASII) melemah 1,24% ke Rp5.975, dan saham PT Bank
  Central Asia Tbk. (BBCA) ditutup melemah 2,09% ke
  Rp5.850.&lt;br /&gt;Berikutnya, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah
  5,90% ke Rp1.835, saham PT Dharma Sayta Nusantara Tbk. (DSNG) melemah
  5,14% ke Rp1.755, saham PT Indofood Sukser Makmur Tbk. (INDF) melemah
  1,46% ke Rp6.750, serta saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang
  ditutup turun 5,81% ke Rp1.215.&lt;br /&gt;Adapun, sepanjang perdagangan
  hari ini indeks mencatat volume transaksi sebesar 6,98 miliar saham
  dengan nilai Rp10,60 triliun. Kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27
  sekarang menjadi sebesar Rp3.449 triliun.&lt;br /&gt;Dengan pelemahan ini,
  level indeks Bisnis-27 telah terkoreksi 7,49% dalam sepekan terakhir,
  atau 16,68% secara year to date (YtD).&lt;br /&gt;Sebagai informasi, indeks
  Bisnis-27 akan melakukan rebalancing pada periode 4 Mei 2026-30
  Oktober 2026. Tercatat delapan emiten yang baru masuk menjadi
  konstituen pendatang baru, mereka adalah PT Merdeka Battery Materials
  Tbk. (MBMA), PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia
  Tbk. (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Triputra
  Agro Persada Tbk. (TAPG), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma
  Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260430/7/1970455/indeks-bisnis-27-ditutup-melemah-adro-bumi-cs-tetap-cuan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Laba Bersih Bumi Resources (BUMI) Melesat 35,2% pada Kuartal I/2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307218" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307218</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba
  bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai
  US$24,1 juta atau sekitar Rp417,05 miliar (asumsi kurs Rp17.305 per
  US$) sepanjang kuartal I/2026.&lt;br /&gt;Perolehan laba emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; tersebut melesat
  35,2% dibandingkan kuartal I/2025 yang mencapai US$17,9
  juta.&lt;br /&gt;BUMI mengawali tahun 2026 dengan kinerja kuat yang ditandai
  dengan kenaikan pendapatan sebesar 19,7% menjadi US$417,7 juta atau
  sekitar Rp7,23 triliun.&lt;br /&gt;Dari sisi pos beban, Perseroan membukukan
  kenaikan beban pokok pendapatan senilai US$334,8 juta atau sekitar
  Rp5,79 triliun atau naik 12,5% dibandingkan kuartal I/2025. Lalu,
  beban usaha naik 44,8% menjadi US$33,8 juta atau sekitar Rp584,9
  miliar pada kuartal I/2026.&lt;br /&gt;Alhasil, Perseroan membukukan laba
  usaha senilai US$49,1 juta atau sekitar Rp849,67
  miliar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Peningkatan volume produksi dan penjualan,
  dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio, berhasil
  mengompensasi penurunan harga jual rata-rata &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebesar 10%
  sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang
  lebih tinggi di seluruh lini usaha,&amp;quot; tulis manajemen BUMI melalui
  siaran pers, Kamis (30/4/2026).&lt;br /&gt;Manajemen menyatakan, dengan
  margin operasi meningkat menjadi 11,7% dari 8,0% pada periode yang
  sama tahun sebelumnya, Perseroan membukukan laba sebelum pajak senilai
  US$55,3 juta atau sekitar Rp956,97 miliar. Capaian ini naik 93,1%
  dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ekspansi margin
  ini ditopang oleh peningkatan volume produksi dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, serta perbaikan
  struktural pada strip ratio yang memperbaiki ekonomi per ton di
  seluruh operasi tambang utama Perseroan,&amp;quot; kata
  manajemen.Sementara itu, laba bersih yang dibukukan BUMI mencapai
  US$41,1 juta atau sekitar Rp711,23 miliar, naik 36,6% dibandingkan
  kuartal I/2025. Untuk laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk adalah senilai US$24,1 juta.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Kinerja Operasi&lt;br /&gt;Volume produksi dan penjualan BUMI tercatat
  lebih tinggi secara tahunan, dengan produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; naik 12% menjadi
  19,2 juta ton dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; meningkat 14%
  menjadi 19,1 juta ton pada kuartal I/2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perbaikan strip
  ratio dari 8,4x menjadi 7,7x mencerminkan mine sequencing yang
  menguntungkan serta perencanaan operasional yang disiplin, dan turut
  menekan biaya penambangan per ton meskipun pengupasan tanah penutup
  [overburden] meningkat 3% secara tahunan,&amp;quot; tutur
  manajemen.&lt;br /&gt;Sementara itu, persediaan menurun menjadi 2,0 juta ton
  dari 2,4 juta ton, mencerminkan tingkat penjualan yang kuat seiring
  dengan kenaikan produksi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau   menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca.   Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun   keuntungan yang timbul dari
  keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260430/192/1970504/laba-bersih-bumi-resources-bumi-melesat-352-pada-kuartal-i2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>TBS Energi (TOBA) Kantongi Rp1,43 Triliun di Triwulan I/2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307189" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307189</id>
    <updated>2026-05-01T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-05-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) sepanjang
  Januari-Maret 2026 membukukan total pendapatan sebesar US$82,29 juta
  atau sekitar Rp1,43 triliun (kurs JISDOR Rp17.324 per dolar AS). Angka
  ini meningkat 20,6% secara year on year (YoY) dibanding raihan
  US$71,52 juta pada periode yang sama 2025.&lt;br /&gt;Direktur TBS Juli
  Oktariana menjabarkan bahwa lini bisnis pengelolaan limbah menjadi
  kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60% dari total
  pendapatan konsolidasi, atau 93% dari total EBITDA
  disesuaikan.&lt;br /&gt;Pendapatan dari segmen bisnis pengelolaan limbah
  juga melonjak 447,69% YoY atau 5,5 kali lipat dari US$9,4 juta dalam
  kuartal pertama 2025 menjadi US$51,9 juta selama triwulan pertama
  2026.&lt;br /&gt;Juli menegaskan bahwa kinerja kuartal I 2026 merupakan
  validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan yang kini
  bertransformasi dari bisnis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ke bisnis
  hijau.&lt;br /&gt;&amp;quot;Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025
  merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana
  dan krusial bagi masa depan TBS. Fase transisi ini akan berdampak
  sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi
  agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi,
  yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang
  saham,&amp;quot; ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis
  (30/4/2026).&lt;br /&gt;Sementara itu, pada segmen energi terbarukan,
  fasilitas pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) berkapasitas 6
  megawatt (MW) yang dimiliki perseroan telah beroperasi secara penuh
  dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$3,2 juta. Sedangkan,
  proyek PLTS Terapung berkapasitas 46 megawatt-peak (MWp) telah
  mencapai progres pembangunan dengan target penyelesaian operasional
  pada kuartal keempat 2026.&lt;br /&gt;Selanjutnya dari segmen kendaraan
  listrik, pendapatan dari penjualan dan penyewaan sepanjang
  Januari-Maret 2026 tumbuh hampir 2,5 kali lipat sebesar 137,82% YoY
  dari US$1,3 juta menjadi US$3,2 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara
  di segmen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  yang kini   perlahan mulai ditinggalkan, Juli menjelaskan bahwa
  perseroan   memprioritaskan efisiensi dengan cara menekan biaya
  operasional tunai   sebesar 5,8% menjadi US$42,5 per ton. Langkah ini
  mampu menjaga   resiliensi bisnis di tengah fluktuasi harga pasar,
  sehingga margin   laba kotor pertambangan tetap terjaga secara stabil
  di angka 15,8%   pada kuartal pertama 2026.&lt;br /&gt;Sementara dari aspek
  neraca keuangan,   Juli menjabarkan bahwa efisiensi yang dilakukan
  TOBA membuat posisi   arus kas operasional yang sebelumnya negatif
  US$2,9 juta pada 2025   menjadi positif US$9,9 juta pada 2026. Dengan
  kas yang membaik ini   perseroan optimis dapat leluasa membiayai
  pertumbuhan bisnis hijau   yang kini menjadi core bisnis
  TOBA.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan posisi kas   sebesar US$103,3 juta pada
  kuartal pertama 2026 dan manajemen modal   kerja yang disiplin, TBS
  memiliki kapasitas likuiditas yang cukup   untuk mendukung rencana
  pertumbuhan dan target netralitas karbon pada   tahun 2030,”
  jelasnya.&lt;br /&gt;Adapun, laba kotor yang dibukukan   perseroan sepanjang
  triwulan pertama 2026 tercatat tumbuh 46,8% YoY   dari US$7,07 juta
  menjadi US$10,38 juta. Dari sisi bottom line, TOBA   memang masih
  mengalami kerugian sebesar US$9,55 juta, namun kinerja di   triwulan
  I/2026 tersebut jauh mengecil atau berkurang 83% YoY   dibanding
  raihan triwulan pertama 2025 saat perseroan menanggung   kerugian
  US$58,92 juta.&lt;br /&gt;Juli menjelaskan bahwa kinerja bottom   line yang
  masih negatif tersebut lebih disebabkan oleh item non-cash,   di mana
  ada aspek amortisasi dan depresiasi yang terjadi akibat   akuisisi
  TOBA atas perusahaan asal Singapura, CORA Environment, tahun   lalu.
  Perseroan juga optimis seiring dengan kinerja bisnis hijau yang
  menunjukkan performa pertumbuhan signifikan, perseroan dapat membalik
  kerugian menjadi laba.&lt;br /&gt;&amp;quot;Secara operasional, bisnis waste
  management ini masih making profit sebenarnya, cuma tadi ada biaya
  intangible asset itu kita harus depresiasi dan masukkan ke dalam
  buku,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau   menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca.   Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun   keuntungan yang timbul dari
  keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260430/192/1970396/tbs-energi-toba-kantongi-rp143-triliun-di-triwulan-i2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Proyek Pengganti LPG Ditargetkan Rampung Dalam 3 Tahun</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307127" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307127</id>
    <updated>2026-04-30T07:00:25Z</updated>
    <published>2026-04-30T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Tanjung Enim, CNBC Indonesia - Komisaris Utama holding pertambangan
  Mining Industry Indonesia (MIND ID) Fuad Bawazier mengungkapkan proyek
  Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera
  Selatan, ditargetkan dapat rampung dalam waktu tiga tahun ke
  depan.&lt;br /&gt;Menurut dia, proyek DME tersebut diharapkan benar-benar
  terealisasi setelah sebelumnya sempat tertunda selama bertahun-tahun.
  Ia mengingatkan agar pengalaman masa lalu tidak kembali
  terulang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jangan sampai itu terulang lagi. Mudah-mudahan
  Pak Herman (Gubernur Sumsel) ini akan terwujud DME-nya,&amp;quot; ujarnya
  dalam acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, dikutip Kamis
  (30/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Fuad memastikan sejak
  dulu proyek pemerintah tetap dikerjakan   dengan target selesai,
  terlepas dari berbagai perhitungan keekonomian   seperti IRR maupun
  biaya. Ia pun meminta seluruh pihak memberikan   dukungan agar
  proyek-proyek tersebut dapat berjalan sesuai
  rencana.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi tolong dibantu benar-benar beliau ini. Supaya
  bisa semua proyek-proyek bisa terwujud. Supaya terwujud benar, berapa
  tahun ini? 3 tahun, kira-kira. Jadi Pak Herman, Bapak balik lagi 3
  tahun lagi pak,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Sementara, Direktur Hilirisasi dan
  Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Turino Yulianto
  menegaskan bahwa proyek hilirisasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang
  memiliki peran penting, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi
  nasional.&lt;br /&gt;Menurut dia, proyek tersebut menggunakan clean coal
  technology yang mampu menekan emisi hingga 30-40 persen dibandingkan
  pembakaran &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  secara langsung. Proyek DME diinisiasi oleh BPI Danantara dan
  dijalankan oleh MIND ID bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan
  Pertamina.&lt;br /&gt;&amp;quot;Proyek ini menggunakan teknologi istilahnya
  clean coal technology Dimana emisinya bisa turun 30-40% dibandingkan
  batubara dibakar begitu saja,&amp;quot; ujar dia dalam acara
  groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Rabu
  (29/4/2026).&lt;br /&gt;Turino menjelaskan pabrik DME yang akan dibangun ini
  dirancang memiliki kapasitas produksi 1,4 juta ton per tahun, yang
  setara dengan sekitar 1 juta ton LPG. Produk DME nantinya akan diserap
  oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga.&lt;br /&gt;Ia menambahkan
  bahwa &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang
  diolah nantinya merupakan jenis low rank atau &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori rendah
  yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sementara
  ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260430103647-4-731218/proyek-pengganti-lpg-ditargetkan-rampung-dalam-3-tahun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-30T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RI Bakal Sulap 7 Juta Ton Batu Bara Jadi 1 Juta Ton LPG</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307098" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307098</id>
    <updated>2026-04-30T07:00:23Z</updated>
    <published>2026-04-30T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Tanjung Enim, CNBC Indonesia - Indonesia bersiap mengurangi
  ketergantungan impor LPG melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi
  Dimethyl Ether (DME). Hal ini menyusul dikebutnya Proyek Hilirisasi
  Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi DME oleh PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bukit asam&lt;/span&gt; Tbk (PTBA) di
  Tanjung Enim, Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;Direktur Hilirisasi dan
  Diversifikasi Produk PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bukit
  asam&lt;/span&gt; Tbk (PTBA) Turino Yulianto menjelaskan proyek ini
  dirancang dengan kapasitas produksi 1,4 juta ton DME per tahun. Secara
  nilai kalori, jumlah tersebut setara dengan sekitar 1 juta ton
  LPG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi yang kita desain sekarang, kapasitas 1,4 juta ton
  DME. Itu setara kira-kira kalorinya dengan 1 juta ton LPG. Menggunakan
  batubara berapa? 7 juta ton batubara per tahun. Jadi dari 7 juta
  batubara itu jadi 1,4 juta DME setara 1 juta LPG,&amp;quot; ujar Turino
  usai acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan
  batu bara menjadi Dimetyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra
  Selatan, dikutip Kamis (30/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Lebih lanjut, ia membeberkan karena menjadi proyek DME pertama
  di Indonesia, pihaknya membuka peluang kerja sama teknologi dengan
  mitra internasional. Setidaknya, sejumlah perusahaan dari China,
  Jerman, dan Amerika Serikat telah diundang untuk penjajakan kerja
  sama.&lt;br /&gt;Menurut dia, pemilihan mitra menjadi kunci keberhasilan
  proyek karena DME merupakan industri baru di dalam negeri, meskipun di
  negara lain telah lama berkembang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah, proyek pertama kali
  ini tentu banyak hal yang harus kita mitigasi. Sehingga kita kuncinya
  salah satunya harus cari partner yang benar-benar kompeten.
  Benar-benar dia pernah bangun pabrik DME dan sekarang masih jalan.
  Jadi itu strategi kita. Karena ini proyek pertama kali kuncinya di
  pemilihan mitra ini mesti tepat,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Di sisi lain, ia
  memandang bahwa proyek ini dapat berjalan lancar karena koordinasi
  lintas BUMN yang saat ini dikawal oleh Danantara sebagai orkestrator,
  yang menyinergikan PTBA, Pertamina, Pertamina Patra
  Niaga.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, proyek ini diinisiasi oleh BPI
  Danantara dan dijalankan oleh MIND ID bersama PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bukit asam&lt;/span&gt; Tbk (PTBA),
  Pertamina, serta mitra strategis lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260430100611-4-731209/ri-bakal-sulap-7-juta-ton-batu-bara-jadi-1-juta-ton-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-30T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Diresmikan Prabowo, Ini Daftar 13 Proyek Hilirisasi Baru &amp; Pemiliknya</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307069" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/fi/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5307069</id>
    <updated>2026-04-30T07:00:19Z</updated>
    <published>2026-04-30T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan
  pembangunan atau groundbreaking 13 proyek hilirisasi di beberapa titik
  di wilayah Indonesia. Dari ke 13 proyek ini rata-rata dibangun oleh
  BUMN dan mitranya.&lt;br /&gt;Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan,
  bahwa groundbrekaing ini merupakan proyek hilirisasi tahap ke-2 yang
  mencakup 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun. Di mana ada 5
  proyek sektor energi, 5 proyek mineral dan 3 proyek pertanian.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Tadi sudah disebut hilirisasi tahap pertama ada 13 proyek
  di 13 lokasi dan beberapa saat ini tahun ini juga kita akan tambah
  hilirisasi 6 lagi proyek, dan terus menerus akan kita tambah. mungkin
  ada tahap ke 4, 5, 6, Insya Allah tahun ini juga,&amp;quot; terang Prabowo
  dalam peresmian di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip Kamis
  (30/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Prabowo menegaskan, bahwa
  hilirisasi sumber daya alam di   Indonesia menjadi jalan satu-satunya
  supaya Indonesia bisa lebih   makmur. Oleh karena itu, pemerintah akan
  terus melanjutkan pembangunan   hilirisasi di tanah air.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Hilirisasi adalah jalan   satu-satunya untuk kita bisa
  lebih makmur,&amp;quot; terang   Prabowo.&lt;br /&gt;Salah satu proyek
  hilirisasi fase 2 yang menjadi   perhatian adalah groundbreaking
  pengembangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi Dimethyl   Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
  Proyek ini diinisiasi   oleh BPI Danantara dan dijalankan oleh MIND ID
  bersama PT Bukit Asam   Tbk, Pertamina, serta mitra strategis
  lainnya.&lt;br /&gt;Proyek DME sendiri   diharapkan menjadi substitusi LPG
  impor. Mengingat ketergantungan   Indonesia dengan energi impor selama
  ini cukup tinggi.&lt;br /&gt;Berikut   Daftar 13 Proyek Hilirisasi Fase 2
  beserta pemilik proyeknya:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 1-2: &lt;br /&gt;Pembangunan
  Fasilitas Kilang Gasoline   &lt;br /&gt;BUMN Holding: PT Pertamina
  (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Dumai (Riau),   Cilacap (Jawa Tengah)&lt;br /&gt;•
  Pengembangan kapasitas kilang gasoline   pada fasilitas eksisting RU
  II Dumai dan RU IV Cilacap dengan total   kapasitas 62 MBSD yang
  ditargetkan onstream pada Q4 2030.&lt;br /&gt;•   Proyek ini mensubstitusi
  impor gasoline hingga 2 juta KL per tahun   atau 9,47% gap
  supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax   Series dari
  produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan   termasuk
  propylene dan LPG.&lt;br /&gt;• Proyek ini berkontribusi pada   penguatan
  ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga   energi,
  yang pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi
  masyarakat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 3-4-5: &lt;br /&gt;Pembangunan Tangki
  Operasional BBM&lt;br /&gt;BUMN   Holding: PT Pertamina
  (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Palaran (Kalimantan   Timur), Biak (Papua),
  Maumere (Nusa Tenggara Timur)&lt;br /&gt;•   Pengembangan tiga Terminal BBM
  di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu   KL), dan Maumere (70 ribu KL)
  dengan total tambahan kapasitas 153 ribu   KL, meningkatkan kapasitas
  penyimpanan nasional sebesar 3,1%.&lt;br /&gt;•   Dijalankan oleh Pertamina
  Patra Niaga dan ditargetkan onstream   bertahap pada 2027 (Maumere)
  dan 2028 (Palaran, Biak).&lt;br /&gt;• Proyek   ini memperkuat keandalan
  distribusi energi, khususnya di wilayah   Indonesia Timur, sehingga
  mendorong pemerataan pembangunan dan   memperkecil kesenjangan harga
  antarwilayah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 6&lt;br /&gt;Fasilitas Pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  DME&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT Pertamina (Persero), PT Mineral Industri
  Indonesia (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Tanjung Enim (Sumatera
  Selatan)&lt;br /&gt;• Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4
  juta ton per tahun di Tanjung Enim, dengan PTBA sebagai operator dan
  Pertamina Patra Niaga sebagai o_taker.&lt;br /&gt;• Proyek ini mensubstitusi
  impor LPG yang saat ini memenuhi 80% kebutuhan nasional.&lt;br /&gt;• Selain
  memberikan efisiensi devisa, proyek ini memperkuat ketahanan energi
  domestik serta menciptakan peluang kerja baru dalam pengembangan
  industri hilir berbasis energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek
  7:&lt;br /&gt;Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat   dari
  Nikel&lt;br /&gt;BUMN Holding/Mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. /
  Tsingshan Group&lt;br /&gt;Lokasi: Indonesia Morowali Industrial Park
  (Sulawesi Tengah)&lt;br /&gt;• Pengembangan fasilitas produksi stainless
  steel slab berkapasitas 1,2 juta ton per tahun berbasis nikel lokal
  melalui proses peleburan dan pemurnian modern.&lt;br /&gt;• Inisiatif ini
  meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus mendorong
  penciptaan lapangan kerja industri serta pertumbuhan ekonomi kawasan
  industri secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek
  8&lt;br /&gt;Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon   dari Bijih
  Besi Lokal&lt;br /&gt;BUMN Holding/Mitra: PT Krakatau Steel   (Persero) Tbk.
  / Xin Hai Group&lt;br /&gt;Lokasi: Cilegon (Banten)&lt;br /&gt;•   Pengembangan
  fasilitas produksi steel slab berkapasitas 1,5 juta ton   per tahun
  melalui peningkatan proses produksi dan modernisasi   fasilitas
  existing untuk mencapai efisiensi operasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagai
  bagian dari industri dasar, proyek ini memperkuat   fondasi
  industrialisasi nasional serta mendukung efisiensi pembangunan
  infrastruktur dan peningkatan daya saing industri domestik.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 9&lt;br /&gt;Ekosistem dan Fasilitas Produksi
  Aspal   Buton&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT
  Jasa Marga   (Persero) Tbk.&lt;br /&gt;Lokasi: Karawang (Jawa Barat)&lt;br /&gt;•
  Pengembangan   Aspal Buton diarahkan untuk meningkatkanpemanfaatan
  dari 5   ribu&lt;br /&gt;ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada
  2030.&lt;br /&gt;• Proyek   ini mendorong optimalisasi sumber daya lokal
  sekaligus meningkatkan   aktivitas ekonomi daerah penghasil serta
  membuka peluang kerja di   sektor konstruksi dan material.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Proyek 10&lt;br /&gt;Hilirisasi Tembaga dan Emas&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT
  Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Len Industri
  (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Gresik (Jawa Timur)&lt;br /&gt;• Pengembangan
  fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta manufaktur logam mulia berbasis
  anode slime.&lt;br /&gt;• Proyek ini memperkuat industri strategis nasional
  serta membuka peluang kerja bernilai tambah tinggi di sektor
  manufaktur logam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 11&lt;br /&gt;Pengolahan Sawit
  menjadi Oleofood dan   Biodiesel&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT Perkebunan
  Nusantara III   (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Sei Mangkei (Sumatera
  Utara)&lt;br /&gt;•   Pengembangan klaster hilirisasi sawit melalui
  fasilitas oleofood dan   biodiesel.&lt;br /&gt;• Proyek ini meningkatkan
  nilai tambah komoditas sawit   sekaligus mendukung peningkatan
  kesejahteraan petani serta penguatan   ketahanan energi
  nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 12&lt;br /&gt;Fasilitas Pengolahan Pala
  menjadi   Oleoresin&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III
  (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Maluku Tengah (Maluku)&lt;br /&gt;• Pengembangan
  fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin.&lt;br /&gt;• Proyek ini
  memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan
  serta&lt;br /&gt;meningkatkan pendapatan petani melalui produk bernilai
  tambah lebih tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Proyek 13 &lt;br /&gt;Fasilitas Terpadu
  Kelapa&lt;br /&gt;BUMN Holding: PT   Perkebunan Nusantara III
  (Persero)&lt;br /&gt;Lokasi: Maluku Tengah   (Maluku)&lt;br /&gt;• Pengembangan
  fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi   menghasilkan MCT,
  coconut&lt;br /&gt;flour, dan activated carbon.&lt;br /&gt;•   Proyek ini
  mendorong diversifikasi produk berbasis kelapa sekaligus
  meningkatkan&lt;br /&gt;pendapatan petani dan memperluas akses ke pasar
  ekspor bernilai tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260430074622-4-731148/diresmikan-prabowo-ini-daftar-13-proyek-hilirisasi-baru-pemiliknya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-30T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
