IHSG Ditutup Melemah ke 6.384, Saham MBMA, ADMR, hingga EXCL Kompak Lesu

Admin Ugems
Minuuttiluku - Tue Sep 22 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (21/9/2026). Sejumlah saham seperti MBMA, admr, hingga EXCL bergerak lesu hingga penutupan perdagangan.
Data BEI menunjukkan IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73. Dari ratusan konstituen, sebanyak 294 saham menguat, 372 melemah, dan 297 saham stagnan.
Dari jajaran LQ45, pelemahan harga saham dipimpin oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang turun 3,67% ke Rp525, diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (admr) yang turun 3,46% ke Rp1.535, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang turun 3,20% ke Rp2.420.
Hal yang sama terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang turun 3,18% ke Rp2.130, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 3,13% ke Rp11.600, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 2,99% ke Rp3.240.

Sebaliknya, penguatan harga saham dipimpin oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 1,15% ke Rp1.315, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 1,09% ke Rp930, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 1,03% ke Rp1.475.
Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga bergerak menguat 0,54% ke Rp930. Sisanya, PT Astra International Tbk. (ASII), PT Indika Energy Tbk. (INDY), hingga PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) stagnan.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari, menerangkan secara teknikal, IHSG pada perdagangan pekan lalu ditutup di level 6.441 atau di bawah level MA5 dan MA20. Posisi MA5 secara teknikal disebut membentuk dead cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek.
Meskipun begitu, IHSG dinilai masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah dinilai belum berbalik dan koreksi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.
Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound terbuka ke area 6.541—6.581. Namun, jika area 6.370 tertembus, IHSG dinilai berisiko menguji area 6.200—6.279.
“Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200—6.279, resistance di 6.585—6.633,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Sivun kommentit