Asing Net Sell Rp335 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Admin Ugems
2 minutes de lecture - Thu Sep 24 01:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau pada sesi I perdagangan Rabu (23/9/2026), meski sempat bergerak fluktuatif di tengah penantian keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada akhir sesi I naik 40,42 poin atau 0,64% ke level 6.317,46. Pada awal perdagangan, indeks dibuka di level 6.446,90 dan sempat menguat hingga mencapai level tertinggi harian 6.451,33, sebelum tekanan jual membawa IHSG berbalik melemah hingga menyentuh level terendah di 6.381,57.
Penguatan IHSG hari ini didorong oleh sektor konsumer kritikal yang melesat 3,5%, disusul sektor material dasar naik 1,7%, dan energi naik 1,1%. Sebanyak 416 saham menguat, 224 saham melemah, dan 323 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,04 triliun.



Pasar hari ini fokus menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang menjadi keputusan pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September lalu. Mayoritas responden polling CNBC Indonesia memperkirakan BI Rate akan ditahan di level 5,75%. Dari eksternal, rupiah sempat melemah ke posisi Rp17.850/US$ pada perdagangan sebelumnya, sementara harga minyak dunia justru jatuh lima hari beruntun dengan Brent turun ke bawah US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak awal September.
Meski IHSG ditutup di zona hijau, berdasarkan data IDX Mobile, investor asing justru tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp335,80 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,95 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,81 triliun dan foreign sell Rp2,14 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp128,74 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp69,39 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp64,85 miliar.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp33,66 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp29,54 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro) Rp26,87 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp20,57 miliar, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp17,10 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp15,99 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp39,34 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp24,75 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp23,28 miliar, PT indika energy Tbk. (INDY) Rp16,04 miliar, serta PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp15,17 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Rabu (23/9/2026).
Net Foreign Buy

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp39,34 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) - Rp24,75 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp23,28 miliar
PT indika energy Tbk. (INDY) - Rp16,04 miliar
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp15,17 miliar
PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) - Rp14,85 miliar
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) - Rp12,68 miliar
PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) - Rp10,43 miliar
PT Sumber Global EnergyTbk. (SGER) - Rp8,49 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp6,96 miliar

Net Foreign Sell

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp128,74 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp69,39 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp64,85 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp33,66 miliar
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp29,54 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro) - Rp26,87 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp20,57 miliar
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp17,10 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp15,99 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp13,87 miliar


(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Commentaires sur la page