Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat, Saham BBCA, KLBF, hingga TLKM Jadi Penopang

Admin Ugems
Lecture une minute - Fri Jun 12 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Sejumlah saham seperti BBCA, KLBF, hingga TLKM turut bergerak menguat hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup menguat 0,04% ke posisi 408,36. Dari 27 konstituen, sebanyak 9 saham menguat, 16 melemah, dan 2 stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang naik 3,10% ke Rp5.825, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 2,84% ke Rp725, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 2,14% ke Rp2.870, dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 2,02% ke Rp1.265.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,67% ke Rp1.215, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,45% ke Rp3.500, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 0,81% ke Rp1.860, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 0,62% ke Rp3.260.
Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 6,15% ke Rp4.270, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 5,08% ke Rp448, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) melemah turun 4,95% ke Rp480, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turun 4,73% ke Rp7.550.
Selain itu, pelemahan juga dialami oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 4,01% ke Rp2.630, PT bumi resources Tbk. (BUMI) turun 2,78% ke Rp140, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 2,65% ke Rp294, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) turun 2,60% ke Rp1.500.
Sebelumnya, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.
"IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus MA20-nya," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Kamis (11/6/2026).
Analis memperkirakan level support IHSG ada di area 5.594 dan 5.344, serta di level resistance 5.941 dan 6.065.
Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif datang dari penguatan nilai tukar rupiah, koreksi harga minyak dunia, serta meningkatnya optimisme investor terhadap langkah pemerintah dalam merespons gejolak pasar modal domestik.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang penguatan untuk menguji level psikologis 6.000.
"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguji level psikologis di level Rp6.000," tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Rabu (10/6/2026).



Source https://www.bisnis.com

Commentaires sur la page