Temukan Potensi Devisa US$5 Miliar, Danantara: Pengawasan DSI Bakal Diperluas

Admin Ugems
Lecture une minute - Sat Aug 15 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia memastikan cakupan pengawasan ekspor sumber daya alam oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan segera diperluas ke berbagai komoditas strategis lainnya.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pengawasan ekspor oleh DSI ke depan bakal lebih luas dari yang saat ini difokuskan pada tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit (crude palm oil/CPO), dan ferro alloy.
"Nantinya pasti ada [perluasan], nantinya pasti ada. Ya kan sekarang ini baru tiga dulu," ujar Rosan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (14/8/2026).
Rosan menjelaskan bahwa ketiga komoditas tersebut diprioritaskan pada tahap awal lantaran memiliki porsi dan nilai devisa ekspor yang sangat dominan.

Dia mengeklaim nilai ekspor batu bara tercatat mencapai sekitar US$30miliar, diikuti CPO dan produk turunannya US$20 miliar hingga US$24 miliar.
Rosan menilai pengawasan melalui DSI bakal mengikis praktik under invoicing serta transfer pricing. Melalui integrasi data realtime, harga deklarasi yang dilaporkan eksportir dipastikan menyesuaikan harga indeks pasar internasional.
“Sekarang kita sudah bekerja sama dengan Bea Cukai. Ini semua kita sudah langsung berjalan mendeteksi, terus terang mungkin sekarang baru 60% karena integrasi sistem memang takes time. Namun, dari situ saja kita sudah bisa menangkap angka volume dan harga dengan baik,” pungkas Rosan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sistem pengawasan DSI telah mengidentifikasi potensi devisa hingga US$5 miliar dari hasil koreksi selisih harga dan penyesuaian pembayaran Devisa Hasil Ekspor (DHE).
“DSI telah menemukan potensi tambahan US$5 miliar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, potensi tambahan tersebut ditemukan melalui proses pemantauan terhadap transaksi ekspor. Pemerintah akan memperluas pengelolaan dan pemantauan ekspor komoditas melalui DSI.
“Bayangkan jika dalam waktu yang akan datang semua ekspor komoditas kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk negara,” ucap Kepala Negara.



Source https://www.bisnis.com

Commentaires sur la page