Harta Djaya (MEJA) Gelar RUPSLB 21 Agustus 2026, Minta Restu Akuisisi Aset Batu Bara

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Thu Jul 23 01:04:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang ketiga pada 21 Agustus 2026 sehubungan dengan rencana akuisisi perusahaan batu bara.
Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen MEJA menjelaskan agenda dalam RUPSLB ketiga ini adalah untuk meminta restu para pemegang saham sehubungan dengan rencana perseroan untuk akuisisi perusahaan tambang batu bara PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
Tak hanya itu, MEJA juga akan membahas soal penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan rencana perubahan bidang usaha perseroan menjadi perusahaan induk.
"Dalam RUPSLB Ketiga tersebut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas mata acara Persetujuan Pemberian Kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mata acara tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung rencana aksi korporasi Perseroan, termasuk persiapan Right Issue dalam rangka rencana akuisisi TCP," tulis Direksi MEJA, dikutip Rabu (22/7/2026).


Saat ini, MEJA tengah menyelesaikan proses audit laporan keuangan periode Juni 2026 untuk rencana aksi korporasi tersebut. Perseroan juga sedang melakukan penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik sehubungan dengan rencana perubahan bidang usaha MEJA menjadi perusahaan induk.
Penunjukan KJPP tersebut merupakan bagian dari proses penilaian independen yang diperlukan untuk mendukung rencana perubahan kegiatan usaha serta memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
Direksi MEJA menyampaikan perubahan bidang usaha menjadi perusahaan induk merupakan bagian dari transformasi perseroan seiring dengan rencana akuisisi TCP.
Perseroan menyatakan akan terus menyampaikan setiap perkembangan material terkait pelaksanaan rights issue, proses akuisisi TCP, maupun perubahan bidang usaha sesuai ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal.
Sebagai informasi, MEJA memiliki bidang usaha dekorasi eksterior, dekorasi interior, aktivitas desain peralatan rumah tangga dan furnitur, konstruksi gedung perkantoran, konstruksi gedung hunian dan konstruksi gedung lainnya.
Sementara PT Trimitra Coal Perkasa merupakan perusahaan batu bara dengan aset skala besar di Sumatra Selatan. Luas konsesi mencapai sekitar 11.640 hektare.
Sumber daya mencapai 693,7 juta ton berdasarkan laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates asal Afrika Selatan. Operasional TCP ditargetkan mulai berproduksi pada 2026.
TCP juga sudah memiliki pembeli siaga (standby buyer), yakni Argo Energy Pte. Ltd., yang merupakan bagian dari Banpu Group dengan kontrak selama satu tahun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz