Harta Djaya (MEJA) Mau Akuisisi Perusahaan Batu Bara Rp1,6 Triliun

Admin Ugems
2 perces olvasmány - Wed Dec 24 01:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA — PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) ancang-ancang untuk mengakuisisi perusahaan batu bara PT Trimata Coal Perkasa dengan nilai diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen MEJA menjelaskan bahwa pemegang saham pengendali perseroan yakni PT Triple Berkah Bersama (Triple B) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan pemegang saham pengendali Trimata Coal Perkasa tentang kesepakatan awal rencana akuisisi 45% saham milik pemegang saham pengendali Trimata Coal Perkasa oleh MEJA.
"Akuisisi tersebut akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku di pasar modal," kata Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto S. dalam suratnya di keterbukaan informasi pada Selasa (23/12/2025).
Direktur Triple Berkah Bersama Noprian Fadli juga menjelaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawab pemegang saham pengendali dalam mengembangkan usaha MEJA, pada 22 Desember 2025 Triple B telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan pemegang saham pengendali Trimata Coal Perkasa.

Perjanjian itu terkait kesepakatan awal rencana akuisisi 45% saham milik pemegang saham pengendali di Trimata Coal Perkasa oleh MEJA.
Nilai akuisisi 45% saham pengendali di Trimata Coal Perkasa tersebut adalah Rp1,6 triliun melalui beberapa tahapan pembayaran.
"45% saham PT Trimata Coal Perkasa yang akan diakuisisi MEJA tersebut memiliki hak yang memenuhi persyaratan untuk menjadikan MEJA sebagai pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa," tulis Noprian di keterbukaan informasi.
Trimata Coal Perkasa sendiri merupakan perusahaan yang memiliki aset batu bara skala besar di Sumatera Selatan dengan luasan konsesi kurang lebih 11.640 hektar. Berdasarkan data eksplorasi pengeboran dan pemodelan seam batu bara menunjukkan estimasi mineable coal resources mencapai sekitar kurang lebih 693,7 juta ton yang hampir seluruhnya memiliki Gross Caloric Value di atas 5000.
Adapun, Trimata Coal Perkasa telah memiliki izin produksi batu bara selama 2024-2026 sebanyak 2.600.000 ton.
MEJA sendiri baru saja diakuisisi oleh Triple B pada awal Desember 2025. Triple B mengambil alih saham MEJA sebanyak 878,84 juta lembar atau 45,8%.
Dalam pengumumannya dijelaskan bahwa akuisisi itu bertujuan untuk pengembangan usaha dalam rangka investasi dari rencana pengembangan dan ekspansi bisnis grup.
Sebagai informasi, Harta Djaya Karya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melakukan IPO pada 12 Februari 2024. Emiten berkode saham MEJA itu melepas sebanyak-banyaknya 480 juta saham atau setara 25,03% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Kala itu, MEJA menetapkan harga IPO senilai Rp103 per lembar. Alhasil MEJA meraup dana segar Rp49,44 miliar.
Pada awal pendirian, MEJA memiliki usaha di bidang pembangunan sebagai pemborong pekerjaan bangunan, jasa konsultan desain interior dan perdagangan furnitur pada 2012. Hal ini bermula ketika perseroan berdiri dan membuka workshop di Sawangan, Depok, Jawa Barat dengan luas mencapai 600 meter persegi.
Titik tolak perkembangan MEJA bermula saat diberi kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai Instansi seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pada 2021, perseroan terpilih menjadi salah satu kontraktor di Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki.
Sementara itu, tahun berikutnya, perseroan mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) dan PT Adhi Karya Tbk. (ADHI). Adapun hingga saat ini, perseroan memiliki fokus dalam tiga segmen bisnis, yakni konsultasi desain, pelaksana konstruksi interior dan pabrikasi furnitur.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz