RMK Energy (RMKE) Bidik Laba Rp800 Miliar pada 2026

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Fri Jan 09 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT RMK Energy Tbk. (RMKE) mematok target kinerja optimistis pada tahun buku 2026 dengan membidik laba bersih Rp800 miliar.
Target ambisius tersebut didorong oleh penguatan infrastruktur logistik terintegrasi, terutama operasional jalur pengangkutan khusus (hauling road) yang menjadi kunci distribusi batu bara di Sumatera Selatan.
Berdasarkan paparan perseroan, target laba bersih tersebut akan ditopang oleh proyeksi pendapatan yang mencapai Rp4,1 triliun pada 2026.
Optimisme ini muncul seiring rampungnya pembangunan hauling road yang menghubungkan area tambang langsung ke fasilitas angkutan utama, serta telah terhubung dengan tiga pelanggan baru yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan Menambang Muara Enim (MME).

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa integrasi infrastruktur ini kian strategis sejalan dengan pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan mulai 2026.
Kondisi regulasi tersebut secara struktural, lanjutnya, meningkatkan peran jalur hauling khusus dan moda kereta api sebagai tulang punggung distribusi, yang merupakan spesialisasi layanan perseroan.
Di samping itu, dengan posisi kas Rp250 miliar dan kinerja yang membaik, perseroan menargetkan pembagian dividen dengan rasio minimum 20%.
“Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Vincent, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, untuk mendukung target laba, RMKE bakal melakukan ekspansi kapasitas. RMKE berencana membangun container yard yang menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun.
Adapun, kapasitas pelabuhan juga akan ditingkatkan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun guna mengakomodasi lonjakan volume jasa logistik.
Perseroan memproyeksikan volume jasa batu bara akan meningkat signifikan dari sekitar 8 juta ton pada 2025 menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026.
Selain optimalisasi pelanggan yang sudah ada, RMKE juga membidik penambahan 2 hingga 3 pelanggan baru, termasuk potensi kontrak besar melalui jalur hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
_________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz