<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-05-12T13:01:15Z</updated>
  <dc:date>2026-05-12T13:01:15Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Perang AS-Iran Makan Korban Amerika Sendiri</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311062" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311062</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:32Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran di
  Timur Tengah &amp;quot;memakan korban&amp;quot; Amerika sendiri. Setidaknya
  ini terlihat dari laporan baru Reuters, Selasa
  (12/6/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Meledaknya&amp;quot; harga bahan bakar (BBM)
  membuat pemerintah Presiden AS Donald Trump harus mengeluarkan
  kebijakan baru Senin. Intinya, pemerintah federal akan mengeluarkan
  cadangan minyak strategisnya, SPR, kemudian meminjamkan minyak mentah
  dari sana kepada sejumlah perusahaan energi.Ini sebagai bagian dari
  kesepakatan global untuk menenangkan pasar minyak yang telah melonjak
  akibat perang AS dengan Iran. Berdasarkan data AAA, harga bensin
  rata-rata di AS mencapai US$4,52 (sekitar Rp79.100) per galon pada
  Senin, level tertinggi sejak 2022.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;SPR adalah
  cadangan minyak mentah darurat milik pemerintah AS   yang disimpan
  untuk menghadapi kondisi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt;. SPR
  berfungsi sebagai &amp;quot;stok penyangga&amp;quot; jika terjadi gangguan
  besar pada pasokan minyak dunia, seperti perang, bencana alam, atau
  lonjakan harga yang ekstrem.&lt;br /&gt;Minyak di dalamnya disimpan di
  fasilitas bawah tanah berupa gua-gua garam di wilayah Texas dan
  Louisiana. Pemerintah AS bisa melepas minyak dari SPR ke pasar untuk
  menambah pasokan dan menstabilkan harga energi dan sebaliknya, SPR
  juga bisa diisi kembali saat kondisi pasar lebih stabil.&lt;br /&gt;Kemarin,
  Departemen Energi AS (DOE) menyebut sembilan perusahaan energi ikut
  dalam skema pinjaman minyak tersebut, termasuk Exxon Mobil, Trafigura,
  dan Marathon Petroleum. Jumlah yang dipinjam perusahaan itu hanya
  sekitar 58% dari total 92,5 juta barel yang sebelumnya ditawarkan
  pemerintah AS bulan lalu.&lt;br /&gt;Program ini merupakan bagian dari
  kesepakatan internasional yang dipimpin AS bersama lebih dari 30
  negara anggota International Energy Agency (IEA) untuk melepas sekitar
  400 juta barel minyak ke pasar global. Kesepakatan itu muncul setelah
  Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang biasanya
  dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari.&lt;br /&gt;Penutupan
  jalur tersebut membuat harga minyak dan bahan bakar melonjak tajam di
  pasar internasional. Pemerintah AS sendiri telah lebih dulu
  meminjamkan sekitar 80 juta barel minyak dari SPR pada musim semi
  tahun ini, di mana Washington menargetkan pelepasan hingga 172 juta
  barel minyak dari cadangan strategisnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam
  pernyataan di awal Mei, Kepala IEA Fatih Birol, mengatakan perang di
  Timur Tengah telah menciptakan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; terbesar
  dalam sejarah modern. Menurutnya, IEA siap melepas tambahan cadangan
  minyak bila gangguan pasokan terus berlanjut.&lt;br /&gt;Khusus di AS,
  lonjakan harga energi kini menjadi ancaman politik bagi Trump dan
  Partai Republik. Apalagi pemilu sela Kongres AS akan berlangsung
  November mendatang dan mengancam posisi Trump sebagai presiden.
  &lt;br /&gt;Jika AS terus-menerus melepas atau &amp;quot;meluncurkan&amp;quot; SPR,
  dampaknya bisa terasa di beberapa lapisan: pasar energi, fiskal,
  sampai geopolitik. Pertama, dalam jangka pendek, pelepasan SPR
  biasanya memang berhasil menenangkan harga minyak, tapi kalau
  dilakukan terlalu sering atau terlalu besar, efek jangka panjangnya
  bisa berbeda.&lt;br /&gt;Cadangan SPR AS akan menipis, sehingga kemampuan
  negara itu untuk merespons &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; berikutnya
  menjadi lebih lemah. SPR pada dasarnya adalah &amp;quot;tameng
  darurat&amp;quot;-kalau tamengnya terus dipakai, daya tahannya
  berkurang.&lt;br /&gt;Dari sisi pasar, ketergantungan pada pelepasan
  cadangan juga bisa menciptakan sinyal negatif. Investor bisa menilai
  bahwa kondisi pasokan energi global sedang rapuh, sehingga volatilitas
  harga minyak justru bisa meningkat, bukan menurun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pasar
  juga bisa mengantisipasi intervensi pemerintah, membuat pergerakan
  harga jadi tidak stabil atau hanya sementara,&amp;quot; kata ekonom energi
  Universitas Michigan, Lutz Kilian, dimuat Econstor.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(sef/sef)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512114232-4-734353/perang-as-iran-makan-korban-amerika-sendiri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Momen Purbaya Ditelepon Bahlil Saat Tarif Baru Royalti Tambang Ditunda</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311033" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311033</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:29Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan kebijakan terkait royalti
  komoditas mineral terjadi secara cepat kemarin. Dari semula dirancang
  naik mulai Juni 2026, menjadi tiba-tiba ditunda.&lt;br /&gt;Menteri Keuangan
  Purbaya Yudhi Sadewa mengaku juga mengetahui perubahan itu berselang
  dua jam setelah ia mengatakan kepada publik bahwa kebijakan kenaikan
  royalti untuk komoditas batu-bara dan nikel itu akan berlaku Juni,
  seiring dengan pemberlakuan bea keluar nya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Rupanya ada perubahan setelah saya bicara kemarin kan. Itu
  enggak lama perubahannya setelah saya ngomong, sejam atau dua jam
  setelah itu ada perubahan,&amp;quot; kata Purbaya di kantornya, Jakarta,
  Selasa (12/5/2026).&lt;br /&gt;Purbaya mengatakan, juga sempat ditelfon
  langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil
  Lahdalia terkait pembatalan ini. Ia mengaku siap menyesuaikan dengan
  keputusan Bahlil.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pak Bahlil telpon saya, yaudah kita
  ikutin,&amp;quot; tegas Purbaya.&lt;br /&gt;Purbaya menegaskan, penundaan tarif
  baru royalti komoditas mineral tambang ini belum ada batas waktunya.
  Ia memastikan, akan mengusulkan kebijakan lain yang bisa mengompensasi
  dari kenaikan tarif royalti itu, tapi belum bisa diungkap ke
  publik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita ikutin saja dari Pak Bahlil nanti seperti apa.
  Tapi akan ada perubahan yang tanpa itu (kenaikan tarif royalti) pun
  pendapatan kami akan meningkat. Yang penting untuk saya itu,&amp;quot;
  ucapnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah menunda
  rencana penerapan kenaikan tarif royalti untuk komoditas mineral,
  termasuk emas, tembaga, nikel, hingga timah.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil,
  materi yang sempat disosialisasikan oleh tim &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; beberapa
  waktu lalu masih sebatas konsep awal dan belum menjadi bagian dari
  Peraturan Pemerintah (PP).&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekali lagi saya katakan ya,
  bahwa apa yang disosialisasikan itu bukan keputusan, tapi itu baru ya
  istilahnya uji publik lah. Ada masukan apa-apa, gitu. Nah, begitu
  masukannya enggak baik, kita akan segera melakukan revisi. Dan sekali
  lagi saya katakan bahwa itu belum menjadi aturan karena itu kan nanti
  jadi PP. PP-nya belum ada,&amp;quot; ujar Bahlil ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ia pun memastikan bahwa
  pihaknya tidak akan terburu-buru   menerapkan aturan tersebut sebelum
  dilakukan kajian yang lebih   mendalam dan menghasilkan formulasi yang
  menguntungkan semua pihak,   baik negara maupun pelaku
  usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Maka ini saya pikir saya   akan pending untuk
  membangun formulasi yang baik, yang saling   menguntungkan. Negara
  untung dan juga pengusaha harus untung,&amp;quot;   kata Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512110943-4-734325/momen-purbaya-ditelepon-bahlil-saat-tarif-baru-royalti-tambang-ditunda"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RI Punya BBM Baru B50 1 Juli 2026, Berapa Harganya?</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311004" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5311004</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:27Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan mandatori biodiesel 50%
  atau B50 pada bahan bakar Solar akan mulai diterapkan pada 1 Juli
  2026.&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan pemerintah saat ini masih melakukan
  serangkaian uji coba guna memastikan implementasi B50 berjalan lancar
  dan tidak menimbulkan kendala teknis pada berbagai sektor transportasi
  maupun industri.&lt;br /&gt;&amp;quot;B50, 1 Juli sudah mulai penerapan dan
  sudah melakukan tes-tes terus. Doain, dalam schedule kita setuju di
  penerapan, doain dalam tes-tes. Sekarang kan tes di kapal, di beberapa
  alat berat dan kereta. Mudah-mudahan enggak ada soal. Kalau dia sesuai
  schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya,&amp;quot; kata Bahlil di
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Senin (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski demikian,
  Bahlil menyampaikan pemerintah tetap membuka   kemungkinan penyesuaian
  apabila dalam proses pengujian ditemukan   kendala teknis pada mesin
  atau performa bahan bakar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi   tatkala dalam uji coba-an
  itu ada mesinnya, ada mungkin enggak pas,   kita akan melakukan
  penyesuaian,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Terkait skema   harga B50,
  Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi   Energi
  (EBTKE) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penetapan harga
  nantinya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku saat
  ini.&lt;br /&gt;Menurut dia, pemerintah sedang menyiapkan formula harganya
  berdasarkan aturan tersebut. Nantinya, harga patokan B50 akan dirilis
  secara rutin setiap bulan. Tujuannya untuk memberikan kepastian harga,
  baik bagi para pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen, saat
  kebijakan tersebut resmi diberlakukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mengikuti formula.
  Kalau itu mengikuti formula kan tiap bulan kita keluarkan
  harganya,&amp;quot; ungkapnya saat ditemui di Stasiun Blending dan
  Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Selasa
  (12/5/2026).&lt;br /&gt;Terkait rincian penghitungan komponen Bahan Bakar
  Nabati (BBN) atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME), pihaknya sedang
  melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
  (Ditjen Migas).&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita sedang berhitung dengan Dirjen Migas
  karena prediksi hingga Desember itu kan perlu diklarifikasi karena ini
  kan misal ada penghematan ada pembahasan terus nih kalau yang
  minyak,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  implementasi program B50 diproyeksikan mampu memberikan manfaat
  ekonomi yang signifikan bagi negara melalui peningkatan nilai tambah
  minyak sawit mentah (CPO).&lt;br /&gt;Dari sisi fiskal, kebijakan tersebut
  berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun pada tahun
  2026, meningkat dari target awal program B40 yang sebesar Rp 140
  triliun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pasokan tadi kan saya bilang kita sedang berhitung
  terus tapi cukup kalau saya prediksi cukup FAME-nya cukup,&amp;quot; tutur
  Eniya saat ditanya kesiapan bahan baku untuk implementasi Juli
  mendatang.&lt;br /&gt;Pemerintah menargetkan implementasi awal B50 dimulai
  pada Juli 2026 seiring dengan adanya dinamika energi global dan upaya
  penguatan ketahanan energi nasional. &amp;quot;Kalau itu kita menyesuaikan
  dengan Dirjen Migas. Target pengurangan impornya kan hitungannya
  50%-nya. Sekarang itu serapan biodiesel kira-kira 25% sudah
  terserap,&amp;quot; kata Eniya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512104256-4-734307/ri-punya-bbm-baru-b50-1-juli-2026-berapa-harganya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tambang Ilegal di Kawasan IKN Terkuak, Otorita IKN Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310975" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310975</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:25Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) buka suara
  terkait adanya aktivitas tambang ilegal yang ada di wilayah IKN,
  termasuk di wilayah hutan konservasi Tahura Bukit
  Soeharto.&lt;br /&gt;Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan (UKHK) Otorita
  IKN sekaligus Ketua Umum Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal
  Wilayah IKN, Agung Dodit Muliawan menegaskan Otorita IKN telah
  melakukan berbagai langkah untuk memberantas aktivitas ilegal di
  wilayah IKN sejak tahun 2023.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sejak 2023, kami telah
  membentuk Satgas lintas kementerian dan lembaga untuk melakukan
  pengawasan, penindakan, hingga penegakan hukum terhadap berbagai
  aktivitas ilegal di kawasan IKN, termasuk di Tahura Bukit
  Soeharto,&amp;quot; ujar Agung Dodit di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan,
  IKN dikutip Selasa (12/05/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal Wilayah IKN melibatkan
  berbagai unsur, di antaranya Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan,
  Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kodam VI/Mulawarman, Polda
  Kalimantan Timur, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Universitas
  Mulawarman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten
  Kutai Kartanegara, dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser
  Utara.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, Satgas telah melakukan sejumlah
  penindakan terhadap aktivitas ilegal di kawasan Tahura dan wilayah
  hutan lainnya di IKN. Beberapa di antaranya meliputi penanganan kasus
  pengangkutan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  ilegal yang telah berstatus P21, penutupan tambang ilegal di Bukit
  Tengkorak, penanganan tambang ilegal di belakang RS Samboja oleh Polda
  Kaltim, hingga penanganan kasus pertambangan dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ilegal di Samboja
  oleh Bareskrim Polri.&lt;br /&gt;Selain itu, Satgas juga melakukan
  penindakan terhadap pengangkutan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ilegal
  menggunakan tujuh truk dan pengangkutan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ilegal menuju
  jetty yang telah diserahkan kepada aparat penegak hukum
  terkait.&lt;br /&gt;Agung Dodit menegaskan bahwa kawasan Tahura Bukit
  Soeharto merupakan kawasan hutan konservasi yang secara hukum tidak
  boleh digunakan untuk kegiatan pertambangan dalam bentuk apa
  pun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami berkomitmen menjaga kawasan konservasi ini dari
  segala bentuk perambahan dan aktivitas pertambangan ilegal. Penegakan
  hukum akan terus dilakukan tanpa pengecualian,&amp;quot;
  tegasnya.&lt;br /&gt;Otorita IKN juga aktif melakukan sosialisasi kepada
  masyarakat dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi terhadap
  aktivitas yang telah terlanjur ada sebelum pembentukan IKN.&lt;br /&gt;Ke
  depan, Otorita IKN akan meningkatkan frekuensi patroli, memperkuat
  penegakan hukum, melanjutkan proses hukum terhadap seluruh aktivitas
  ilegal, serta melibatkan masyarakat sebagai mitra pengawasan melalui
  saluran pelaporan resmi Otorita IKN.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512101117-4-734298/tambang-ilegal-di-kawasan-ikn-terkuak-otorita-ikn-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Terungkap! Ada Tambang Ilegal di Kawasan IKN</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310946" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310946</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:23Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas tambang ilegal ternyata ditemukan
  di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk di wilayah hutan
  konservasi Tahura Bukit Soeharto.&lt;br /&gt;Kepala Unit Kerja Hukum dan
  Kepatuhan (UKHK) Otorita IKN sekaligus Ketua Umum Satuan Tugas
  Penanggulangan Aktivitas Ilegal Wilayah IKN, Agung Dodit Muliawan
  menegaskan Otorita IKN telah melakukan berbagai langkah untuk
  memberantas aktivitas ilegal di wilayah IKN sejak tahun
  2023.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sejak 2023, kami telah membentuk Satgas lintas
  kementerian dan lembaga untuk melakukan pengawasan, penindakan, hingga
  penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal di kawasan IKN,
  termasuk di Tahura Bukit Soeharto,&amp;quot; ujar Agung Dodit di Kawasan
  Inti Pusat Pemerintahan, IKN dikutip Selasa (12/05/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal Wilayah
  IKN melibatkan   berbagai unsur, di antaranya Kementerian ESDM,
  Kementerian Kehutanan,   Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kodam
  VI/Mulawarman, Polda   Kalimantan Timur, Kejaksaan Tinggi Kalimantan
  Timur, Universitas   Mulawarman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,
  Pemerintah Kabupaten   Kutai Kartanegara, dan Pemerintah Kabupaten
  Penajam Paser   Utara.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, Satgas telah
  melakukan sejumlah   penindakan terhadap aktivitas ilegal di kawasan
  Tahura dan wilayah   hutan lainnya di IKN. Beberapa di antaranya
  meliputi penanganan kasus   pengangkutan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   ilegal yang
  telah berstatus P21, penutupan tambang ilegal di Bukit   Tengkorak,
  penanganan tambang ilegal di belakang RS Samboja oleh Polda   Kaltim,
  hingga penanganan kasus pertambangan dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ilegal di Samboja
  oleh Bareskrim Polri&lt;br /&gt;Selain itu, Satgas juga melakukan penindakan
  terhadap pengangkutan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; ilegal menggunakan tujuh truk dan pengangkutan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ilegal menuju
  jetty yang telah diserahkan kepada aparat penegak hukum
  terkait.&lt;br /&gt;Agung Dodit menegaskan bahwa kawasan Tahura Bukit
  Soeharto merupakan kawasan hutan konservasi yang secara hukum tidak
  boleh digunakan untuk kegiatan pertambangan dalam bentuk apa
  pun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami berkomitmen menjaga kawasan konservasi ini dari
  segala bentuk perambahan dan aktivitas pertambangan ilegal. Penegakan
  hukum akan terus dilakukan tanpa pengecualian,&amp;quot;
  tegasnya.&lt;br /&gt;Otorita IKN juga aktif melakukan sosialisasi kepada
  masyarakat dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi terhadap
  aktivitas yang telah terlanjur ada sebelum pembentukan IKN.&lt;br /&gt;Ke
  depan, Otorita IKN akan meningkatkan frekuensi patroli, memperkuat
  penegakan hukum, melanjutkan proses hukum terhadap seluruh aktivitas
  ilegal, serta melibatkan masyarakat sebagai mitra pengawasan melalui
  saluran pelaporan resmi Otorita IKN.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512095749-4-734292/terungkap-ada-tambang-ilegal-di-kawasan-ikn"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tegas! Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Emas, Tembaga, Timah-Nikel</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310917" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310917</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:20Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas mengatakan, menunda penerapan
  kenaikan tarif royalti untuk komoditas emas, tembaga, nikel timah dan
  lainnya.&lt;br /&gt;Padahal sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya
  menyatakan, kebijakan kenaikan tarif royalti komoditas pertambangan
  itu akan berjalan pada Juni 2026 ini, dengan alasan sudah didiskusikan
  dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan akan dirilis Peraturan
  Pemerintah (PP) terbaru.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mungkin mulai berlaku awal Juni.
  Kalau saya nggak salah, betul nggak Juni? Juni,&amp;quot; kata Purbaya
  kepada pewarta, Senin (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Bahlil mengakui bahwa beberapa hari
  terakhir pihaknya memang melakukan exercise dan sosialisasi terkait
  rencana perubahan tarif royalti itu. Hak ini dilakukan untuk menjaring
  masukan dari para pelaku usaha sebelum aturan resmi
  diterbitkan.&lt;br /&gt;Atas sosialisasi itu, kata Bahlil, pemerintah telah
  menerima berbagai tanggapan dari pengusaha maupun publik terkait
  rencana tersebut. Oleh sebab itu, Bahlil akan mengevaluasi kembali
  formulasi kebijakan agar tidak memberatkan pelaku
  usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan saya setelah mendengar masukan dari publik dan
  teman-teman pengusaha juga saya dapat masukan, maka ini saya pikir
  saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling
  menguntungkan. Negara untung dan pengusaha harus untung,&amp;quot; tegas
  Bahlil.&lt;br /&gt;Ia pun memastikan pemerintah akan menunda pembahasan
  lebih lanjut untuk mencari formulasi yang dianggap lebih tepat bagi
  seluruh pihak. Hal ini sekaligus menjawab apakah aturan ini akan
  diberlakukan pada Juni mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya, mungkin masih kita
  pikirkan lagi. Andaikan pun itu, harus mencari formulasi yang ideal,
  yang tidak boleh merugikan juga pengusaha tapi juga pendapatan negara
  juga bisa kita optimalkan,&amp;quot; ujar Bahlil.&lt;br /&gt;Sebelumnya &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; telah
  menggelar konsultasi publik (public hearing) pada Jumat, 8 Mei 2026.
  Pertemuan tersebut membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
  Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, revisi aturan tersebut
  nantinya akan menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk berbagai
  komoditas minerba seperti tembaga, emas, perak, bijih nikel, serta
  timah.&lt;br /&gt;Berikut usulan tarif royalti yang sempat dibahas:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Tembaga&lt;br /&gt;Usulan tarif royalti konsentrat tembaga dikenakan
  terhadap produk konsentrat PT AMNT&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Tembaga &amp;lt;7.000
  US$/dmt naik menjadi 9% dari sebelumnya   7%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 7.000
  sampai &amp;lt;10.000 US$/dmt naik menjadi 11%   dari sebelumnya
  7,5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 10.000 sampai &amp;lt;13.000 US$/dmt   naik menjadi
  12% dari sebelumnya 8%&lt;br /&gt;HMA Tembaga ≥13.000 US$/dmt   naik menjadi
  13% dari sebelumnya 10%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Usulan tarif royalti katoda
  tembaga dikenakan terhadap produk   konsentrat PT AMNT&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;HMA Tembaga &amp;lt;7.000 US$/dmt naik menjadi 7% dari sebelumnya
  4%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 7.000 sampai &amp;lt;10.000 US$/dmt naik menjadi 8%
  dari sebelumnya 5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 10.000 sampai &amp;lt;13.000 US$/dmt
  naik menjadi 9% dari sebelumnya 6%&lt;br /&gt;HMA Tembaga ≥13.000 US$/dmt
  naik menjadi 10% dari sebelumnya 7%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Emas&lt;br /&gt;Usulan
  Tarif Royalti Emas berupa penyesuaian interval   dan tarif dari HMA
  2.500 US$/toz hingga interval tertinggi ≥ 5.000   US$/toz, untuk
  mengakomodir lonjakan harga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Emas &amp;lt;2.500 US$/troy
  ounce dikenakan tarif 14% dari   sebelumnya HMA Emas &amp;lt;1.800
  US$/troy ounce tarif 7%&lt;br /&gt;HMA Emas   2.500 hingga &amp;lt;3.000
  US$/troy ounce dikenakan tarif 15% dari   sebelumnya HMA Emas 1.800
  hingga &amp;lt;2.000 US$/troy ounce tarif   10%&lt;br /&gt;HMA Emas 3.000 hingga
  &amp;lt;3.500 US$/troy ounce dikenakan   tarif 16% dari sebelumnya HMA
  Emas 2.000 hingga &amp;lt;2.200 US$/troy   ounce tarif 11%&lt;br /&gt;HMA Emas
  3.500 hingga &amp;lt;4.000 US$/troy ounce   dikenakan tarif 17% dari
  sebelumnya HMA Emas 2.200 hingga &amp;lt;2.500   US$/troy ounce tarif
  12%&lt;br /&gt;HMA Emas 4.000 hingga &amp;lt;4.500 US$/troy   ounce dikenakan
  tarif 18% dari sebelumnya HMA Emas 2.500 hingga   &amp;lt;2.700 US$/troy
  ounce tarif 14%&lt;br /&gt;HMA Emas 4.500 hingga   &amp;lt;5.000 US$/troy ounce
  dikenakan tarif 19% dari sebelumnya HMA Emas   2.700 hingga &amp;lt;3.000
  US$/troy ounce tarif 15%&lt;br /&gt;HMA Emas ≥5.000   US$/troy ounce
  dikenakan tarif 20% dari sebelumnya HMA Emas ≥3.000   US$/troy ounce
  tarif 16%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perak&lt;br /&gt;Usulan Tarif Royalti Perak berupa
  perubahan dari   tarif yang sebelumnya flat 5% menjadi tarif progresif
  dari interval   terendah HMA &amp;lt; 60 USD/toz untuk mengakomodir
  kenaikan harga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Perak &amp;lt;60 US$/toz dikenakan tarif
  5%&lt;br /&gt;HMA Perak 60   hingga &amp;lt;80 US$/toz dikenakan tarif
  6%&lt;br /&gt;HMA Perak 80 hingga   &amp;lt;100 US$/toz dikenakan tarif
  7%&lt;br /&gt;HMA Perak ≥100 US$/toz   dikenakan tarif 8%&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Bijih Nikel&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Nikel &amp;lt;16.000 US$/ton naik
  menjadi 14% dari sebelumnya   HMA Nikel &amp;lt;18.000 US$/ton tarif
  14%&lt;br /&gt;HMA Nikel 16.000 hingga   &amp;lt;18.000 US$/ton naik menjadi 15%
  dari sebelumnya HMA Nikel 18.000   hingga &amp;lt;21.000 US$/ton tarif
  15%&lt;br /&gt;HMA Nikel 18.000 hingga   &amp;lt;20.000 US$/ton naik menjadi 16%
  dari sebelumnya HMA Nikel 21.000   hingga &amp;lt;24.000 US$/ton tarif
  16%&lt;br /&gt;HMA Nikel 20.000 hingga   &amp;lt;22.000 US$/ton naik menjadi 17%
  dari sebelumnya HMA Nikel 24.000   hingga &amp;lt;31.000 US$/ton tarif
  18%&lt;br /&gt;HMA Nikel 22.000 hingga   &amp;lt;26.000 US$/ton naik menjadi 18%
  dari sebelumnya HMA Nikel ≥31.000   US$/ton tarif 19%&lt;br /&gt;HMA Nikel
  ≥26.000 US$/ton menjadi 19%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Timah&lt;br /&gt;Usulan Tarif
  Royalti Timah berupa penyesuaian   (interval) dan tarif dari HMA
  20.000 USD/ton hingga interval ≥50.000   USD/ton untuk mengakomodir
  kenaikan harga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Timah &amp;lt;20.000 US$/ton naik
  menjadi 5% dari sebelumnya   3%&lt;br /&gt;HMA Timah 20.000 sampai
  &amp;lt;30.000 US$/ton naik menjadi 7,5%   dari sebelumnya 5%&lt;br /&gt;HMA
  Timah 30.000 sampai &amp;lt;35.000 US$/ton   naik menjadi 10% dari
  sebelumnya 7,5%&lt;br /&gt;HMA Timah 35.000 sampai   &amp;lt;40.000 US$/ton naik
  menjadi 12,5% dari sebelumnya 10%&lt;br /&gt;HMA   Timah 40.000 sampai
  &amp;lt;45.000 US$/ton tarif 15%&lt;br /&gt;HMA Timah 45.000   sampai &amp;lt;50.000
  US$/ton tarif 17,5%&lt;br /&gt;HMA Timah ≥50.000 US$/ton   tarif 20%&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260512080240-4-734236/tegas-bahlil-tunda-kenaikan-tarif-royalti-emas-tembaga-timah-nikel"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jelang MSCI, Asing Ketahuan Kantongi Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310888" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310888</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatat net foreign sell
  Rp751,2 miliar di seluruh pasar, Senin (11/5/2026). Namun, beberapa
  saham ternyata masuk kerangjang beli asing, terutama di sektor
  konsumsi, komoditas, hingga telekomunikasi.&lt;br /&gt;PT Mitra Adiperkasa
  Tbk (MAPI) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar mencapai
  Rp83,8 miliar. Disusul PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Energy Indonesia Tbk
  (ADRO) Rp47,9 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp44,2
  miliar.&lt;br /&gt;Di sisi lain, investor masih mencermati hasil review MSCI
  yang diumumkan hari ini. Pasar khawatir potensi perubahan bobot maupun
  keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI dapat memicu
  volatilitas lanjutan di pasar domestik.&lt;br /&gt;Adapun berikut 10 saham
  dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp83,8 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Energy Indonesia Tbk
  (ADRO) Rp47,9 miliar&lt;br /&gt;PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp44,2
  miliar&lt;br /&gt;PT Astra International Tbk (ASII) Rp37,9 miliar&lt;br /&gt;PT
  Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) Rp23,3 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom Indonesia
  (Persero) Tbk (TLKM) Rp23,2 miliar&lt;br /&gt;PT Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper
  Tbk (INKP) Rp20,3 miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp17,9
  miliar&lt;br /&gt;PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp15,6 miliar&lt;br /&gt;PT
  Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp12,6 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah
  signifikan, terseret tekanan jual di saham-saham big caps perbankan
  hingga konglomerasi.&lt;br /&gt;Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI),
  pada penutupan perdagangan IHSG turun 63,77 poin atau 0,92% ke posisi
  6.905,62. Sebanyak 442 saham melemah, sementara hanya 251 saham
  menguat dan 125 stagnan.&lt;br /&gt;Nilai transaksi mencapai Rp20,53 triliun
  dengan volume perdagangan 41,47 miliar saham dalam 2,83 juta kali
  transaksi.&lt;br /&gt;Mengutip Refinitiv, tekanan terbesar terhadap IHSG
  datang dari saham perbankan jumbo.BMRI menjadi pemberat utama indeks
  dengan kontribusi penurunan mencapai 29,73 poin indeks. Sebagai
  informasi, pada perdagangan kemarin saham BMRI memasuki periode ex
  date.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511210655-17-734199/jelang-msci-asing-ketahuan-kantongi-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Terciduk Banyak Jual Saham Ini Jelang MSCI</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310859" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310859</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:16Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali mencatat aksi jual
  bersih jumbo di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin
  (11/5/2026), di tengah kekhawatiran pasar menjelang pengumuman hasil
  review dan rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada Selasa
  (12/5/2026).&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), asing
  membukukan net foreign sell Rp751,2 miliar di seluruh pasar. Nilai
  transaksi tercatat Rp14,89 triliun, dengan nilai jual asing mencapai
  Rp7,82 triliun, lebih besar dibanding beli asing Rp7,07
  triliun.&lt;br /&gt;Tekanan jual asing terutama terjadi di saham-saham big
  caps perbankan dan konglomerasi.&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  (BMRI) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar mencapai Rp334,7
  miliar. Disusul PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) Rp135,4 miliar dan PT Dian Swastatika
  Sentosa Tbk (DSSA) Rp115,9 miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar 10 saham dengan
  net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT
  Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp334,7 miliar&lt;br /&gt;PT     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk   (BUMI)
  Rp135,4 miliar&lt;br /&gt;PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)   Rp115,9
  miliar&lt;br /&gt;PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp89,8 miliar&lt;br /&gt;PT   Bank
  Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp60 miliar&lt;br /&gt;PT Chandra
  Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp41,9 miliar&lt;br /&gt;PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  Rp38,9 miliar&lt;br /&gt;PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp38,6
  miliar&lt;br /&gt;PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Rp34 miliar&lt;br /&gt;PT Amman
  Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp30,9 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah
  signifikan, terseret tekanan jual di saham-saham big caps perbankan
  hingga konglomerasi.&lt;br /&gt;Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI),
  pada penutupan perdagangan IHSG turun 63,77 poin atau 0,92% ke posisi
  6.905,62. Sebanyak 442 saham melemah, sementara hanya 251 saham
  menguat dan 125 stagnan.&lt;br /&gt;Nilai transaksi mencapai Rp20,53 triliun
  dengan volume perdagangan 41,47 miliar saham dalam 2,83 juta kali
  transaksi.&lt;br /&gt;Mengutip Refinitiv, tekanan terbesar terhadap IHSG
  datang dari saham perbankan jumbo. BMRI menjadi pemberat utama indeks
  dengan kontribusi penurunan mencapai 29,73 poin indeks. Sebagai
  informasi, pada perdagangan kemarin saham BMRI memasuki periode ex
  date.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511205528-17-734198/asing-terciduk-banyak-jual-saham-ini-jelang-msci"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hilirisasi Nikel-Batu Bara Dorong Ekspansi Bisnis IPCM</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310830" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310830</id>
    <updated>2026-05-12T07:00:13Z</updated>
    <published>2026-05-12T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) bersama
  induk usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim menegaskan komitmen memperkuat
  dukungan terhadap program hilirisasi nasional melalui layanan
  transhipment dan transportasi laut untuk komoditas strategis seperti
  nikel, tembaga, dan batu bara.&lt;br /&gt;Direktur Strategi dan Komersial
  SPJM, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, mengatakan sinergi dengan IPCM
  menjadi langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan
  aktif dalam mendukung agenda hilirisasi pemerintah.&lt;br /&gt;“Sinergi
  dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa
  Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi pemerintah.
  Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi, sekaligus
  membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek,”
  ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).&lt;br /&gt;Melalui
  kolaborasi tersebut, IPCM dan SPJM memperkuat layanan angkutan laut,
  tunda-pandu, hingga pengelolaan terminal khusus. Perseroan juga
  membuka peluang kerja sama dengan BUMN pemilik proyek hilirisasi guna
  memperkuat rantai logistik energi dan mineral nasional.&lt;br /&gt;Saat ini,
  IPCM melayani kapal kargo komoditas energi dan mineral di sejumlah
  wilayah strategis. Untuk komoditas batu bara, layanan diberikan di
  seluruh BUP Pelindo Regional 2, Meulaboh, PT MBP milik Alamtri Group,
  serta TUKS PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bukit
  asam&lt;/span&gt; Tbk. (PTBA).&lt;br /&gt;Sementara itu, layanan LNG dijalankan di
  terminal khusus PT Jawa Satu Power, PT Nusantara Regas, dan PT PGN LNG
  Indonesia. Adapun untuk komoditas nikel, IPCM beroperasi di Pelabuhan
  Weda dan terminal khusus PT Trimegah Bangun Persada di
  Laiwui.&lt;br /&gt;Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan
  perseroan siap memperkuat armada untuk menopang kebutuhan logistik
  hilirisasi nasional.&lt;br /&gt;“IPCM siap memperkuat jumlah armada guna
  mendukung program hilirisasi, sehingga layanan angkutan, tunda-pandu,
  dan terminal khusus dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan
  logistik energi dan mineral nasional,” katanya.&lt;br /&gt;Dalam mendukung
  ekspansi tersebut, IPCM dan SPJM menyiapkan dua strategi utama.
  Pertama, memperluas kapasitas layanan maritim, termasuk angkutan,
  tunda-pandu, dan pengelolaan terminal khusus guna mengakomodasi
  peningkatan distribusi komoditas hilirisasi.&lt;br /&gt;Kedua, memperkuat
  joint business dengan BUMN project owner seperti PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bukit asam&lt;/span&gt; dan
  Pertamina.&lt;br /&gt;Di sisi kinerja, IPCM mencatat laba bersih sebesar
  Rp45,57 miliar pada kuartal I/2026 atau naik 3,03% secara tahunan.
  Total aset perseroan tercatat mencapai Rp1,79 triliun atau meningkat
  4,39% dibandingkan posisi akhir 2025.&lt;br /&gt;Selain itu, arus kas
  operasi IPCM meningkat 36,29% menjadi Rp102,10 miliar. Perseroan
  menilai capaian tersebut mencerminkan efisiensi biaya dan penguatan
  profitabilitas untuk mendukung ekspansi bisnis di sektor logistik
  maritim hilirisasi.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260512/192/1973113/hilirisasi-nikel-batu-bara-dorong-ekspansi-bisnis-ipcm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jalan 1 Juli 2025, BBM B50 RI Uji Tes di Kapal-Alat Berat</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310742" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310742</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:32Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan mandatori biodiesel 50%
  atau B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.&lt;br /&gt;Menurut dia,
  saat ini pemerintah masih melakukan serangkaian uji coba pada berbagai
  moda transportasi dan alat industri guna memastikan kesiapan
  implementasi.&lt;br /&gt;Adapun, pengujian B50 dilakukan di sejumlah sektor,
  mulai dari kapal, alat berat hingga kereta api. Uji coba dilakukan
  untuk memastikan campuran biodiesel dengan Solar tetap kompatibel
  dengan mesin dan tidak menimbulkan gangguan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Doain, dalam
  schedule kita setuju di penerapan, doain dalam tes-tes. Sekarang kan
  tes di kapal, di beberapa alat berat dan kereta. Mudah-mudahan enggak
  ada soal. Kalau dia sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli
  penerapannya,&amp;quot; kata Bahlil ditemui di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Senin (11/2/2026).&lt;br /&gt;Namun demikian, Bahlil menyampaikan pemerintah
  tetap membuka kemungkinan penyesuaian apabila dalam proses pengujian
  ditemukan kendala teknis pada mesin atau performa bahan
  bakar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi tatkala dalam uji coba itu ada mesinnya, ada
  mungkin enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian,&amp;quot; kata
  Bahlil.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Bahlil menyebut pemerintah sudah melakukan
  uji coba B50 selama 6 bulan. Uji coba tersebut dilakukan di berbagai
  jenis mesin, mulai dari alat berat, kereta api, hingga truk. Dengan
  demikian, target implementasi B50 bisa diterapkan mulai 1 Juli 2026
  mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai
  dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai
  diterapkan implementasi B50,&amp;quot; katanya saat ditemui di Kantor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  dikutip Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;Penerapan B50 juga sesuai dengan
  tujuan pemerintah saat ini yakni mendiversifikasi sumber energi dalam
  negeri. Hal itu juga sejalan dengan antisipasi eskalasi geopolitik
  dunia yang tidak menentu saat ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bayangkan sekarang kalau
  tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa,&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511192314-4-734184/jalan-1-juli-2025-bbm-b50-ri-uji-tes-di-kapal-alat-berat"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Pastikan BBM Baru RI B50 Berlaku 1 Juli 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310713" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310713</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan mandatori biodiesel 50%
  atau B50 pada bahan bakar Solar akan mulai diterapkan pada 1 Juli
  2026.&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan, pemerintah saat ini masih melakukan
  serangkaian uji coba guna memastikan implementasi B50 berjalan lancar
  dan tidak menimbulkan kendala teknis pada berbagai sektor transportasi
  maupun industri.&lt;br /&gt;&amp;quot;B50, 1 Juli sudah mulai penerapan dan
  sudah melakukan tes-tes terus. Doain, dalam schedule kita setuju di
  penerapan, doain dalam tes-tes. Sekarang kan tes di kapal, di beberapa
  alat berat dan kereta. Mudah-mudahan enggak ada soal. Kalau dia sesuai
  schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya,&amp;quot; kata Bahlil di
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Jakarta, Senin (11/5/2026).&lt;br /&gt;Meski demikian, Bahlil menyampaikan,
  pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian apabila dalam proses
  pengujian ditemukan kendala teknis pada mesin atau performa bahan
  bakar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi tatkala dalam uji coba itu ada mesinnya, ada
  mungkin enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian,&amp;quot; kata
  Bahlil.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Bahlil menyebut pemerintah sudah melakukan
  uji coba B50 selama 6 bulan. Uji coba tersebut dilakukan di berbagai
  jenis mesin, mulai dari alat berat, kereta api, hingga truk. Dengan
  demikian, target implementasi B50 bisa diterapkan mulai 1 Juli 2026
  mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai
  dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai
  diterapkan implementasi B50,&amp;quot; katanya saat ditemui di Kantor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  dikutip Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;Penerapan B50 juga sesuai dengan
  tujuan pemerintah saat ini yakni mendiversifikasi sumber energi dalam
  negeri. Hal itu juga sejalan dengan antisipasi eskalasi geopolitik
  dunia yang tidak menentu saat ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bayangkan sekarang kalau
  tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa,&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan uji coba
  jalan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk truk dan bus besar merek
  Mercedes-Benz serta UD Trucks asal Jepang.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal
  Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi menyampaikan bahwa hasil uji jalan tersebut sudah sesuai
  dengan target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan
  yang diuji mampu menggunakan bahan bakar B50 dengan baik.&lt;br /&gt;Selain
  itu, hasil uji ini juga menunjukkan bahwa B50 memiliki kinerja yang
  andal, aman digunakan, dan kompatibel dengan teknologi yang ada saat
  ini serta tidak ada kendala yang signifikan.&lt;br /&gt;Saat ini pihaknya
  terus mematangkan kesiapan infrastruktur distribusi dan pasokan bahan
  baku. Tujuannya agar seluruh sarana pendukung sudah siap saat
  kebijakan B50 resmi dilaksanakan pada jadwal yang telah
  ditentukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Insya Allah sesuai dengan arahan bisa 1 Juli,
  (2026)&amp;quot; katanya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji
  Jalan B50, Lembang, Selasa (21/4/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Semua sektor B50,
  jadi tidak ada yang 40 terus 50 begitu itu infrastrukturnya malah
  kesusahan sehingga mulainya serentak. Semua sektor di Indonesia,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, uji jalan B50 ini sudah dimulai dari
  uji laboratorium sejak awal 2025. Lalu, dilanjutkan dengan uji
  penggunaan B50 pada mesin diesel yang dimulai serentak sejak Desember
  2025 di sejumlah sektor pengguna yaitu sektor otomotif, angkutan laut,
  mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api dan
  pembangkit, di mana, sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama
  untuk memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan
  pada kondisi operasional sehari-hari.&lt;br /&gt;&amp;quot;Awal 2025 kita sudah
  melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan
  tahun lalu. Lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji
  di 6 sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu
  pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan mulai tanggal
  9 Desember 2025,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa seluruh
  proses uji dilakukan secara bertahap dan terukur, termasuk mencakup
  berbagai tipe kendaraan dan kondisi operasional, guna memastikan
  standar teknis, keandalan dan keselamatan tetap terjaga.&lt;br /&gt;Setelah
  menyelesaikan uji jalan, kendaraan akan dicek secara menyeluruh untuk
  melihat kinerja dan dampak bahan bakar B50 terhadap mesin
  kendaraan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bulan Mei nanti semua (kendaraan) sektor
  otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah
  selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine (uji mesin).
  Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak
  tempuh 40.000 km,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Hingga April 2026, hasil
  sementara uji jalan menunjukkan bahwa penggunaan B50 pada kendaraan
  diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kendala
  yang signifikan.&lt;br /&gt;Selain truk, pemerintah juga sudah melakukan uji
  coba B50 pada kereta api sejak Desember 2025.&lt;br /&gt;Eniya menuturkan,
  uji coba B50 untuk kereta akan dilakukan dua pengujian, yang pertama
  di Stasiun Lempuyangan ini adalah untuk uji genset kereta yang akan
  berangkat ke Jakarta dan kembali ke Yogyakarta selama 2.400 jam.
  Sedangkan pengujian lainnya adalah untuk lokomotif di Surabaya yang
  akan dilakukan selama enam bulan.&lt;br /&gt;Untuk hasil pengujian B50 pada
  kereta api ini, Eniya berharap hasilnya akan baik seperti uji coba B50
  di sektor otomotif, dan akan menunggu laporan detail dari PT KAI
  bagaimana kondisi filter dan kapan harus melakukan penggantian
  filter.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi perkeretaapian, (engine) kereta kan pelan ya,
  kategorinya kan low speed engine, kalau otomotif ini speed engine-nya
  paling tinggi. Nah itu bisa dipastikan pasti akan jalan untuk kereta.
  Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti
  apa,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511184834-4-734164/bahlil-pastikan-bbm-baru-ri-b50-berlaku-1-juli-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310684" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310684</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:28Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib program subsidi energi nasional kini
  berada di persimpangan jalan. Selama ini, ketergantungan terhadap
  impor LPG membuat fungsi APBN kurang optimal, mengingat belanja
  subsidi lebih banyak digunakan untuk menopang komoditas impor daripada
  menggerakkan sumber daya domestik.&lt;br /&gt;Mengacu Laporan Kinerja Ditjen
  Migas Kementerian ESDM tahun 2025, ketergantungan Indonesia terhadap
  gas impor terus memburuk dalam lima tahun terakhir. Dalam hal ini,
  porsi impor LPG telah mendominasi lebih dari 75% konsumsi
  nasional.&lt;br /&gt;Pada 2021, dari total konsumsi LPG sebanyak 8,36 juta
  ton, impor produk tersebut mencapai 6,34 juta ton. Angka impor ini
  kemudian melonjak menjadi 7,49 juta ton pada 2025 dari total konsumsi
  9,24 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli
  LPG saja itu sekitar Rp120 triliun sampai Rp150 triliun. Apalagi kalau
  harga minyak dunia naik, pasti lebih besar lagi,&amp;quot; ujar Menteri
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ditulis Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;Selain tekanan devisa, Bahlil juga menyoroti beban
  subsidi LPG di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
  yang terus merangkak.&lt;br /&gt;Kementerian Keuangan mencatat belanja
  subsidi LPG mencapai Rp67,6 triliun pada 2021, melonjak menjadi
  Rp100,4 triliun pada 2022, kemudian sebesar Rp74,3 triliun pada 2023,
  Rp80,9 triliun pada 2024, dan mencapai Rp87 triliun pada
  2025.&lt;br /&gt;''Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari
  jalan agar bahan baku yang tersedia di dalam negeri bisa dikonversi
  untuk mengganti LPG,&amp;quot; terang Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Salah satu strategi yang digenjot guna menutup gap besar impor
  LPG ialah melalui hilirisasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori rendah
  menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dikembangkan oleh MIND ID,
  Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga.&lt;br /&gt;Proyek ini
  telah diresmikan Percepatan Pengembangan Coal to DME oleh Presiden
  Prabowo dalam Rangkaian Groundbreaking Proyek Hilirisasi Ke-2 di akhir
  April 2026.&lt;br /&gt;Di samping itu, sejumlah akademisi dan pengamat
  memberi catatan kritis atas groundbreaking proyek tersebut. Pengamat
  energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  (FTUI), IwaGarniwa menilai keberhasilan DME sebagai substitusi LPG
  tidak hanya bergantung padapembangunan pabrik, tapi juga butuh
  dukungan dari sisi insentif fiskal dan konsistensi.&lt;br /&gt;Dirinya
  bilang, DME perlu disokong oleh kepastian harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan stimulus
  kebijakan berupasubsidi agar harga jualnya lebih terjangkau diterima
  masyarakat.&lt;br /&gt;''DME sangat sensitif terhadap harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan capex
  gasifikasi itu tinggi. Jika harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di atas US$60 per
  ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi,'' ujar Iwa dalam kesempatan
  terpisah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam hal ini, Iwa mendorong
  dilakukannya reformasi subsidi   energi secara bertahap dari komoditas
  ke individu melalui Data Terpadu   Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tanpa
  reformasi ini, insentif untuk   beralih ke jaringan gas (jargas),
  listrik, atau DME menjadi   lemah.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah diminta
  mengembangkan indikator   kinerja proyek ini. Keberhasilan tidak hanya
  diukur dari jumlah pabrik   DME, melainkan dari penurunan volume impor
  LPG, penghematan subsidi,   dan penurunan intensitas emisi per
  kapita.&lt;br /&gt;''Diversifikasi energi   rumah tangga adalah isu
  multidimensi yang menyangkut fiskal, ketahanan   energi, lingkungan,
  dan keadilan sosial. Keberhasilannya bergantung   pada konsistensi
  kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan   mengelola
  transisi secara berkeadilan,&amp;quot; jelas Iwa.&lt;br /&gt;Tak hanya   itu,
  pemerintah juga perlu menyusun peta jalan diversifikasi energi   rumah
  tangga berdasarkan karakteristik wilayah.Misalnya, pemanfaatan
  jaringan gas bumi (jargas) di kota besar yang dekat dengan
  jaringantransmisi gas, penggunaan kompor listrik di daerah dengan
  surplus daya listrik, sertapemanfaatan DME di wilayah non-pipa seperti
  Sumatera Selatan dan Kalimantan.&lt;br /&gt;Dengan skema tersebut, potensi
  substitusi LPG diperkirakan dapat mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5
  juta ton per tahun atau setara 55%-75% dari volume impor LPG saat
  ini.&lt;br /&gt;Selain dukungan kebijakan, Pengamat Energi Migas Hadi Ismoyo
  juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha
  untuk mengembangkan infrastruktur DME.&lt;br /&gt;''Infrastruktur kompor DME
  sudah ada di Lemigas. Tidak masalah. Tinggal membuat pabrik skala
  besar. Danantara bisa kolaborasi dengan Pertamina yang sudah punya
  jaringan distribusi yang matang dan terukur,&amp;quot; tandas Hadi.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dpu/dpu)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511171836-4-734131/potensi-tekan-impor-75-reformasi-subsidi-dme-jadi-kunci-keberhasilan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas Cs, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310655" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310655</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:25Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah menunda
  rencana penerapan kenaikan tarif royalti untuk komoditas mineral,
  termasuk emas, tembaga, nikel, hingga timah.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil,
  materi yang sempat disosialisasikan oleh tim &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; beberapa
  waktu lalu masih sebatas konsep awal dan belum menjadi bagian dari
  Peraturan Pemerintah (PP).&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekali lagi saya katakan ya,
  bahwa apa yang disosialisasikan itu bukan keputusan, tapi itu baru ya
  istilahnya uji publik lah. Ada masukan apa-apa, gitu. Nah, begitu
  masukannya enggak baik, kita akan segera melakukan revisi. Dan sekali
  lagi saya katakan bahwa itu belum menjadi aturan karena itu kan nanti
  jadi PP. PP-nya belum ada,&amp;quot; ujar Bahlil ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ia pun memastikan bahwa
  pihaknya tidak akan terburu-buru   menerapkan aturan tersebut sebelum
  dilakukan kajian yang lebih   mendalam dan menghasilkan formulasi yang
  menguntungkan semua pihak,   baik negara maupun pelaku
  usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Maka ini saya pikir saya   akan pending untuk
  membangun formulasi yang baik, yang saling   menguntungkan. Negara
  untung dan juga pengusaha harus untung,&amp;quot;   kata
  Bahlil.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya   Mineral
  (ESDM) diketahui sedang mematangkan rencana penyesuaian tarif
  royalti untuk sejumlah komoditas mineral. Penyesuaian tarif itu
  bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara.&lt;br /&gt;   &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;   sendiri
  telah menggelar konsultasi publik (public hearing) pada Jumat,   8 Mei
  2026. Pertemuan tersebut membahas revisi Peraturan Pemerintah   (PP)
  Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang
  Berlaku pada &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, revisi aturan tersebut
  nantinya akan menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk berbagai
  komoditas minerba seperti tembaga, emas, perak, bijih nikel, serta
  timah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511143910-4-734057/bahlil-tunda-kenaikan-tarif-royalti-tambang-emas-cs-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tok! Bahlil Tunda Usulan Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas Cs!</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310626" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310626</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan usulan kenaikan tarif royalti untuk
  komoditas mineral, termasuk emas, tembaga, nikel, hingga timah masih
  sebatas tahap uji publik. Sehingga belum menjadi keputusan final
  pemerintah dan harus ditunda.&lt;br /&gt;Bahlil mengakui bahwa beberapa hari
  terakhir pihaknya memang melakukan exercise dan sosialisasi terkait
  rencana perubahan tarif royalti. Hak ini dilakukan untuk menjaring
  masukan dari para pelaku usaha sebelum aturan resmi
  diterbitkan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi gini, saya ingin mengatakan bahwa
  beberapa hari lalu teman-teman tim melakukan exercise. Amanat
  undang-undang itu adalah setiap peraturan yang akan kita buat diawali
  dengan exercise dan sosialisasi untuk mendapatkan feedback dari
  pelaku,&amp;quot; katanya ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bahlil lantas membeberkan
  pemerintah telah menerima berbagai   tanggapan dari pengusaha maupun
  publik terkait rencana tersebut. Oleh   sebab itu, Bahlil akan
  mengevaluasi kembali formulasi kebijakan agar   tidak memberatkan
  pelaku usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan saya setelah mendengar   masukan dari
  publik dan teman-teman pengusaha juga saya dapat masukan,   maka ini
  saya pikir saya akan pending untuk membangun formulasi yang   baik,
  yang saling menguntungkan. Negara untung dan pengusaha harus
  untung,&amp;quot; tegas Bahlil.&lt;br /&gt;Ia pun memastikan pemerintah akan
  menunda pembahasan lebih lanjut untuk mencari formulasi yang dianggap
  lebih tepat bagi seluruh pihak. Hal ini sekaligus menjawab apakah
  aturan ini akan diberlakukan pada Juni mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya,
  mungkin masih kita pikirkan lagi. Andaikan pun itu, harus mencari
  formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan juga pengusaha tapi
  juga pendapatan negara juga bisa kita optimalkan,&amp;quot; ujar
  Bahlil.&lt;br /&gt;Sebelumnya &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; telah
  menggelar konsultasi publik (public hearing) pada Jumat, 8 Mei 2026.
  Pertemuan tersebut membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
  Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, revisi aturan tersebut
  nantinya akan menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk berbagai
  komoditas minerba seperti tembaga, emas, perak, bijih nikel, serta
  timah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Purbaya Sebut Aturan Terbit Juni&lt;br /&gt;Sebelum
  pernyataan Menteri   Bahlil muncul ke publik, Menteri Keuangan Purbaya
  Yudhi Sadewa sempat   aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan
  tambang, seperti batu bara   dan nikel, akan mulai berlaku pada awal
  Juni 2026.&lt;br /&gt;Aturan ini   sudah didiskusikan dengan Presiden
  Prabowo dan akan dirilis peraturan   presiden (PP)-nya segera.
  &amp;quot;Mungkin mulai berlaku awal Juni. Kalau   saya nggak salah, betul
  nggak Juni? Juni,&amp;quot; kata Purbaya kepada   pewarta, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;Sayangnya, Purbaya belum bisa merinci   komoditas
  yang akan dikenakan penyesuaian tarif. Namun, dia   mengungkapkan
  kemungkinan besar semua barang tambang akan dikenakan   penyesuaian
  tarif.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti lihat ya kalau bea keluar. Tapi   kalau
  menurut itu sih, across the board kata Pak bahlil waktu saya   ketemu
  dia kemarin. Across the board itu semua barang tambang,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511133310-4-734031/tok-bahlil-tunda-usulan-kenaikan-tarif-royalti-tambang-emas-cs"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Purbaya Ketemu Bahlil: Bahas Bea Keluar untuk Semua Komoditas Tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310597" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310597</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:21Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  mengungkapkan, penerapan bea keluar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nikel akan
  berlaku pada Juni 2026, seiring dengan pemberlakuan tarif baru royalti
  komoditas mineral yang tengah disiapkan Kementerian Energi dan Sumber
  Daya Manusia (ESDM).&lt;br /&gt;&amp;quot;Dua-duanya kelihatannya. Diusahakan
  Juni,&amp;quot; kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Purbaya mengaku sudah
  mengadakan pertemuan dengan Menteri ESDM   Bahlil Lahadalia untuk
  mendiskusikan kebijakan pengenaan bea keluar     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nikel   ini
  beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Saat itu, Bahlil kata dia sudah sepaham
  untuk penerapan bea keluar, bahkan beranggapan bea keluar seharusnya
  dikenakan untuk seluruh komoditas tambang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Across the board
  kata Pak Bahlil waktu saya ketemu dia kemarin. Across the board itu
  semua barang tambang,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Meski begitu, Purbaya belum
  bisa bicara jauh terkait penerapan bea keluar untuk seluruh komoditas
  tambang. Ia menekankan, kebijakannya harus menunggu peraturan
  pemerintah yang tengah diramu Kementerian ESDM.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi nanti
  lihat detailnya begitu PP-nya keluar ya,&amp;quot; tutur
  Purbaya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM sedang
  mematangkan rencana penyesuaian tarif royalti untuk sejumlah komoditas
  mineral. Penyesuaian tarif itu bertujuan untuk meningkatkan penerimaan
  negara.&lt;br /&gt;Kementerian ESDM pun telah menggelar konsultasi publik
  (public hearing) pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas
  revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan
  Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada Kementerian ESDM.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, revisi aturan
  tersebut nantinya akan   menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk
  berbagai komoditas minerba   seperti tembaga, emas, perak, bijih
  nikel, serta timah.&lt;br /&gt;Kebijakan   yang akan diambil juga
  menyesuaikan klaster komoditas kobalt sebagai   produk ikutan nikel
  matte, menyesuaikan klaster komoditas konsentrat   seng dan konsentrat
  timbal, penambahan jenis dan tarif royalti untuk   komoditas besi,
  penambahan jenis dan tarif royalti untuk kobalt   sebagai mineral
  ikutan dalam produk pengolahan dan/atau pemurnian   selain komoditas
  nikel, hingga penambahan jenis dan tarif iuran tetap   mineral bukan
  logam dan batuan yang berada di atas 12 mil laut lepas pantai.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511125023-4-734005/purbaya-ketemu-bahlil-bahas-bea-keluar-untuk-semua-komoditas-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Acuan Rata-Rata Emas, Nikel Cs RI 2026 Melejit, Tembus Segini</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310568" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310568</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mencatat kenaikan pada rata-rata Harga Mineral Acuan (HMA)
  untuk sejumlah komoditas strategis nasional sepanjang awal tahun
  2026.&lt;br /&gt;Lonjakan harga yang tercatat pada komoditas tembaga, perak,
  nikel, hingga timah. Hal itu memicu rencana pemerintah untuk melakukan
  penyesuaian tarif royalti untuk menangkap potensi keuntungan berlebih
  atau windfall profit.&lt;br /&gt;   &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;   menilai
  tren kenaikan harga tersebut perlu diimbangi dengan kontribusi   yang
  lebih besar terhadap penerimaan negara melalui revisi Peraturan
  Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis
  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;.
  Pemerintah berupaya mensinkronkan tarif pungutan agar tetap relevan
  dengan dinamika pasar komoditas global yang sedang berada di interval
  harga tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berdasarkan data yang
  diterima CNBC Indonesia, berikut adalah   rincian perkembangan harga
  rata-rata komoditas mineral sepanjang tahun   2026 dibandingkan tahun
  sebelumnya:&lt;br /&gt;Tembaga&lt;br /&gt;Berdasarkan   catatan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian   esdm&lt;/span&gt;, sejak
  Oktober 2025 Periode II, HMA (Harga Mineral Acuan)   Tembaga menembus
  10.000 US$/dmt, sehingga tarif Royalti pada PP   19/2025 sudah berada
  di interval tertinggi.&lt;br /&gt;Tahun 2026, tren   kenaikan harga tembaga
  masih berlanjut, dimana HMA Tembaga per   Februari Periode II sempat
  menembus 13.000 US$/dmt. HMA Tembaga 2026   rata-rata 12.655,16
  US$/dmt, jauh di atas rata-rata 2025 sebesar   9819,48
  US$/dmt.&lt;br /&gt;Perak&lt;br /&gt;Sejak November 2025 Periode I, HMA   Perak
  menembus 50 US$/toz. Pada Februari 2026 Periode II, HMA Perak   berada
  di harga tertinggi 95,35 US$/toz dan mulai turun hingga 76,69
  US$/Toz pada Mei 2026 Periode 1.&lt;br /&gt;HMA Perak 2026 rata-rata 79,27
  US$/Toz, dua kali lipat lebih besar dibanding 2025 dengan rata-rata
  38,23 US$/Toz.&lt;br /&gt;Nikel&lt;br /&gt;Sepanjang 2025, HMA Nikel cenderung
  bergerak turun dari 16.126 US$/dmt (April Periode I) ke 14.599 US$/dmt
  di Desember 2025 Periode II. Di sepanjang 2025, HMA Nikel masih berada
  pada layer pertama dalam skema PP 19/2025.&lt;br /&gt;Di awal 2026, HMA
  Nikel naik ke titik tertinggi pada Februari 2026 Periode I di harga
  17.774 US$/dmt kemudian mulai turun hingga ke 16.933,57 US$/dmt pada
  Mei 2026 Periode I. Adapun, HMA Nikel 2026 rata-rata 16.822,29
  US$/dmt, lebih besar dibanding 2025 dengan rata-rata 15.177,12
  US$/dmt.&lt;br /&gt;Timah&lt;br /&gt;Sejak Desember 2025, HMA Timah menembus 4.000
  US$/ton, sehingga tarif Royalti pada PP 19/2025 sudah berada di
  interval tertinggi.&lt;br /&gt;Awal 2026 harga Timah tetap di atas 40.000
  US$/dmt, bahkan sempat naik ke titik tertinggi pada Maret 2026 di
  harga 55.205 US$/ton. Adapun, HMA Timah 2026 rata-rata 51.101,46
  US$/ton, jauh di atas rata-rata 2025 sebesar 34.353,88 US$/ton.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511122926-4-734004/harga-acuan-rata-rata-emas-nikel-cs-ri-2026-melejit-tembus-segini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Direstui Presiden, Siap-Siap Tarif Baru Royalti Tambang Dirilis Juni</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310539" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310539</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  memastikan aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang,
  seperti &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan
  nikel, akan mulai berlaku pada awal Juni 2026. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Purbaya
  mengatakan aturan ini sudah didiskusikan dengan Presiden   Prabowo dan
  akan dirilis peraturan presiden (PP)-nya segera. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Mungkin mulai berlaku awal Juni. Kalau saya nggak salah,
  betul nggak Juni? Juni,&amp;quot; kata Purbaya kepada pewarta, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sayangnya, Purbaya belum
  bisa merinci komoditas yang akan   dikenakan penyesuaian tarif. Namun,
  dia mengungkapkan kemungkinan   besar semua barang tambang akan
  dikenakan penyesuaian tarif. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti lihat ya kalau
  bea keluar. Tapi kalau menurut itu   sih, across the board kata Pak
  bahlil waktu saya ketemu dia kemarin.   Across the board itu semua
  barang tambang,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang   merancang revisi
  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 tentang   Jenis dan
  Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada Kementerian ESDM.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, aturan tersebut nantinya akan
  menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk berbagai komoditas minerba
  seperti tembaga, emas, perak, bijih nikel, serta timah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Aturan soal royalti ini nantinya keluar sejalan dengan
  aturan   Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) serta aturan
  Bea   Keluar &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  dan   Nikel, yakni Juni 2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau ini kayaknya
  Juni deh. Tergantung ini, tergantung   berapa cepat PP-nya diproses.
  Tapi diskusi sudah selesai,&amp;quot;   katanya. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(haa/haa)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511121506-4-733995/direstui-presiden-siap-siap-tarif-baru-royalti-tambang-dirilis-juni"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ICEE 2026 Digelar, Bahas Kerja Sama Energi Batu Bara Tiongkokxe2x80x93Indonesia</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310519" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310519</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Mengusung tema Cooperation for New Development in Energy, Indonesia
  Coal and Energy Expo 2026 (ICEE 2026) resmi dibuka di Jakarta
  International Expo pada 11 Mei 2026.(Dok. ICEE 2026)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;HUBUNGAN industri energi antara Indonesia dan Tiongkok terus
  menunjukkan penguatan di tengah perubahan lanskap energi global yang
  bergerak menuju transformasi hijau dan digital. Di tengah kebutuhan
  akan efisiensi energi, teknologi pertambangan cerdas, serta
  pengurangan emisi karbon, kedua negara mulai memperluas kolaborasi
  tidak hanya pada perdagangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, tetapi juga
  pengembangan teknologi dan transformasi industri energi.&lt;br /&gt;Hal
  tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Indonesia Coal and Energy Expo
  2026 (ICEE 2026) yang resmi dibuka di Jakarta International Expo pada
  11 Mei 2026. Mengusung tema Cooperation for New Development in Energy,
  pameran ini berfokus pada pemanfaatan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; bersih,
  pembangunan tambang hijau, peningkatan pertambangan cerdas, serta
  integrasi energi baru.&lt;br /&gt;ICEE 2026 diposisikan sebagai platform
  profesional tingkat tinggi yang menghubungkan Indonesia dan Tiongkok
  sekaligus menjangkau pasar Asia Tenggara, dengan tujuan mendukung
  transformasi industri &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dan energi global. Sebagai salah satu jendela penting
  pertukaran industri energi kedua negara, ICEE tidak hanya menjadi
  ajang pameran industri, tetapi juga mekanisme kerja sama strategis
  untuk mendorong komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, penjajakan
  kerja sama industri, hingga realisasi proyek.Baca juga : Pemerintah
  Bidik Lokasi Hilirisasi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Jadi Dimetil Eter&lt;br /&gt;Pembukaan ICEE 2026 dihadiri
  perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri energi dari
  Indonesia dan Tiongkok. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara
  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Tri
  Winarno, serta Wakil Ketua China National Coal Association, Xie
  Hongxu, menyampaikan pidato utama dalam forum utama ICEE
  2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Penyelenggaraan forum energi berstandar tinggi dengan
  karakter internasional sangat penting guna mendukung penguatan kerja
  sama energi Indonesia dan Tiongkok di tengah perubahan industri
  global,&amp;quot; ujar Tri Winarno. Hal senada disampaikan Xie
  Hongxu.&lt;br /&gt;Acara pembukaan dipandu oleh Wakil Ketua China Council
  for the Promotion of International Trade Coal Industry Branch, Su
  Chuanrong. Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Priyadi,
  Chief Representative China Council for the Promotion of International
  Trade Representative Office in Indonesia Niu Liangliang, serta
  Chairman Shixin International Exhibition Group Co., Ltd. Cao Linbing
  turut memberikan sambutan.Baca juga : Samin Tan Jadi Tersangka Tambang
  Ilegal PT AKT, Diduga Ada Jaringan Pejabat Terlibat&lt;br /&gt;Dibandingkan
  penyelenggaraan pertama, ICEE tahun ini mengalami peningkatan
  menyeluruh dari sisi skala, sumber daya, konten, dan layanan.
  &lt;br /&gt;Area pameran mencapai 20.000 meter persegi atau meningkat lebih
  dari 30% dibanding tahun sebelumnya. Lebih dari 150 perusahaan turut
  ambil bagian, mencakup seluruh rantai industri mulai dari eksplorasi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,
  penambangan, pencucian dan pengolahan, transportasi logistik,
  pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional dan
  pemeliharaan cerdas.&lt;br /&gt;Sejumlah perusahaan Fortune Global 500,
  China Top 500, serta perusahaan terkemuka industri turut hadir dalam
  pameran tersebut, termasuk China Coal, China Coal Technology &amp;amp;
  Engineering Group, Sinopec, Huawei, XCMG Group, Xukuang Group,
  Shandong Energy, CRRC Datong, LiuGong Machinery, Shaanxi Automobile
  Group, Taiyuan Heavy Industry, CCCC Tianhe, Longking Environmental
  Protection, dan Cidi Intelligent Driving.&lt;br /&gt;Rangkaian kegiatan di
  hari pertama mencakup kunjungan VIP ke area pameran, pidato utama,
  pemaparan tematik perusahaan, diskusi panel industri, hingga
  penandatanganan kerja sama. Chairman Shandong Energy Group Li Wei,
  Chairman China Coal Machinery Industry Association Yang Shuyong,
  Deputy General Manager China Coal Energy Group Ni Jiayu, Deputy
  General Manager China Coal Technology &amp;amp; Engineering Group Lei
  Huang, serta President of Huawei Mining Corps Wu Haiyu turut membahas
  peluang kerja sama energi Indonesia–Tiongkok, peningkatan pertambangan
  cerdas, pemanfaatan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; bersih, dan transformasi hijau sektor energi.&lt;br /&gt;Dalam
  sesi diskusi tematik, Chairman PT Ucoal Sumberdaya FH Kristiono,
  Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia
  Ardhi IshaSk, Chairman China Coal Processing &amp;amp; Utilization
  Association Ma Jian, serta Chairman China Coal Machinery Industry
  Association Yang Shuyong membahas implementasi teknologi, kerja sama
  industri, dan peningkatan layanan pertambangan.&lt;br /&gt;Di sela forum,
  Shanghai Ganglian E-Commerce Holdings Co., Ltd. dan Asosiasi Industri
  Kokas Indonesia juga menandatangani perjanjian kerja sama yang
  diharapkan dapat memperkuat perdagangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; serta sinergi
  industri kedua negara dari tahap pertukaran menuju implementasi
  nyata.&lt;br /&gt;Untuk memperkuat pembahasan transformasi industri energi,
  ICEE 2026 juga akan menggelar Indonesia International Clean Coal
  Utilization and Green Mining Conference 2026 pada 12 Mei. Konferensi
  tersebut akan membahas pembangunan tambang hijau, transformasi cerdas,
  substitusi energi baru, serta jalur pengurangan emisi
  karbon.&lt;br /&gt;Perwakilan dari Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia,
  Huawei, REPT Battero, LiuGong, Xuzhou Mining Group, XCMG Group,
  Yunding Technology, dan Xapiens dijadwalkan memberikan pemaparan
  tematik. Dalam kesempatan tersebut, Huawei juga akan memperkenalkan
  solusi digital dan cerdas untuk industri pertambangan Indonesia guna
  menghadirkan jalur teknologi dan gagasan kerja sama yang dapat
  diterapkan dalam mendukung transformasi hijau dan rendah karbon di
  sektor pertambangan nasional.&lt;br /&gt;Pameran ini diproyeksikan menarik
  sekitar 15.000 kunjungan profesional. Melalui integrasi jaringan
  anggota dari dua asosiasi besar di Indonesia, audiens profesional yang
  diundang secara khusus disebut mewakili sekitar 70%persen total
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  Indonesia. Selain itu, lebih dari 600 pembeli dari perusahaan produsen
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; utama
  Indonesia dan perusahaan jasa pertambangan terkemuka turut hadir
  dengan kebutuhan bisnis yang spesifik.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut dinilai
  menciptakan jalur pertemuan yang lebih efisien antara peserta pameran,
  perusahaan tambang utama, penyedia jasa pertambangan, dan para
  pengambil keputusan industri.&lt;br /&gt;Selama penyelenggaraan ICEE 2026,
  berbagai agenda paralel juga digelar, mulai dari sesi perdagangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, pertemuan
  bisnis B2B, pameran teknologi mutakhir, hingga area khusus proyek
  kerja sama Indonesia–Tiongkok.&lt;br /&gt;Sesi perdagangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; turut
  menghadirkan Wakil Ketua China Coal Transportation and Distribution
  Association Zhao Jianguo, Ketua Komite Logistik Asosiasi Pertambangan
  Batubara Indonesia, Director PT Indo Tambangraya Megah Tbk Tulus
  Situmeang, Executive Vice Chairman Guangdong Energy Transportation and
  Marketing Association He Yudan, serta Executive Deputy General Manager
  International Business Department China Risun Group Jiao Yong. Para
  narasumber membahas perdagangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  Indonesia–Tiongkok, logistik, kepabeanan, kredit, hingga mekanisme
  kerja sama jangka panjang. (E-1)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/889168/icee-2026-digelar-bahas-kerja-sama-energi-batu-bara-tiongkokindonesia"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Cek Target Penjualan United Tractors (UNTR) Terbaru Tahun 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310503" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310503</id>
    <updated>2026-05-12T01:00:13Z</updated>
    <published>2026-05-12T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk.
  (UNTR) menyampaikan target terbaru penjualan alat berat dan hasil
  tambang perseroan untuk tahun 2026. UNTR diketahui melakukan revisi
  terhadap target penjualan perseroan. &lt;br /&gt;Corporate Secretary United
  Tractors Ari Setiyawan menjelaskan pihaknya melakukan revisi terhadap
  sejumlah target penjualan pada tahun 2026, imbas dari penurunan RKAB
  yang berdampak pada bisnis United Tractors. &lt;br /&gt;“Kami revisi target
  penjualan Komatsu menjadi sekitar 4.000 unit,” kata Ari pekan lalu
  kepada Bisnis.&lt;br /&gt;Ari juga menuturkan produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan overburden
  removal PT Pamapersada Nusantara juga turun sekitar 15%-17%. Kemudian,
  penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  melalui PT Tuah Turangga Agung juga turun menjadi sekitar 9,6 juta ton
  tahun ini.&lt;br /&gt;UNTR juga menargetkan penjualan emas sekitar 82.000
  ons di tahun ini. Lalu, penjualan nickel ore sekitar 1,2 juta wmt
  untuk 2026.&lt;br /&gt;“Kami akan review kembali target kalau ada revisi
  atau pelanggaran RKAB di semester II/2026,” ucap Ari.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menuturkan tahun
  2026 menjadi tahun yang cukup menantang bagi United Tractors, baik
  dari aspek eksternal, geopolitik, hingga perubahan regulasi, yang
  banyak mempengaruhi bisnis UNTR.&lt;br /&gt;“Kami berusaha sebaik mungkin
  memitigasi seluruh tantangan yang kami hadapi dan di saat yang sama
  kami juga tidak berhenti untuk memikirkan jangka panjangnya seperti
  apa,” ucap Iwan dalam konferensi pers UNTR beberapa pekan lalu.
  &lt;br /&gt;Iwan memperkirakan kondisi menantang bagi UNTR mungkin masih
  akan berlangsung selama setidaknya sampai tahun ini. Iwan menuturkan
  selama kuartal I/2026, UNTR melihat terjadinya penurunan penjualan
  alat berat, penurunan produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, dan penurunan
  produksi emas akibat penghentian operasi tambang Martabe. &lt;br /&gt;Dengan
  tantangan ini, Iwan menjelaskan UNTR memilih strategi defensif,
  berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan bisnis-bisnis yang
  dimiliki saat ini. &lt;br /&gt;Di saat yang bersamaan, kata dia, kinerja
  UNTR didukung oleh balance sheet, kondisi keuangan perusahaan yang
  kuat, UNTR menurutnya terus mencari peluang-peluang baru, baik di
  sektor mineral lain maupun energi.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260511/192/1973071/cek-target-penjualan-united-tractors-untr-terbaru-tahun-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-12T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Royalti Emas, Tembaga &amp; Nikel Cs Bakal Diubah, Pengusaha Buka Suara!</title>
    <link rel="alternate" href="https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310450" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://ugems.id/ja/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5310450</id>
    <updated>2026-05-11T07:00:14Z</updated>
    <published>2026-05-11T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) sedang merancang revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
  Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam materi yang dibahas, aturan tersebut nantinya
  akan menetapkan penyesuaian tarif royalti untuk berbagai komoditas
  minerba seperti tembaga, emas, perak, bijih nikel, serta
  timah.&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA),
  Sari Esayanti mengatakan, kenaikan tarif royalti perlu dipertimbangkan
  secara cermat. Kebijakan ini dinilai akan berdampak pada kestabilan
  kewajiban keuangan pelaku usaha pertambangan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Terutama di tengah dinamika global dan meningkatnya
  kebutuhan investasi guna mendukung sustainability operasi termasuk
  hilirisasi,&amp;quot; terang Santi kepada CNBC Indonesia, Senin
  (11/5/2026).&lt;br /&gt;Ia berharap peningkatan tarif royalti harus
  beriringan dengan pemahaman mendalam tentang kondisi yang dihadapi
  perusahaan, termasuk penyesuaian kebijakan terkait DHE, Bea Keluar,
  HPM, penerapan B50, dan lainnya yang turut menambah berat operasional
  perusahaan pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kepastian dan konsistensi
  kebijakan merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing industri
  pertambangan Indonesia. Seringnya perubahan kebijakan dapat
  meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha, sehingga memengaruhi
  persepsi risiko investasi di sektor pertambangan,&amp;quot; tegas
  Santi.&lt;br /&gt;Kondisi ini, tambah Santi, juga berpotensi menurunkan
  tingkat kepercayaan investor dan lembaga keuangan dalam mendukung
  pembiayaan jangja panjang bagi pengembangan industri pertambangan
  nasional.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; diketahui
  melakukan konsultasi publik (public hearing) pada Jumat, 8 Mei 2026.
  Pertemuan tersebut membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
  Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP Yang Berlaku pada
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam dokumen yang diterima CNBC Indonesia, ditulis
  bahwa latar belakang rencana perubahaan tersebut karena pemerintah
  melihat adanya potensi windfall profit akibat kenaikan beberapa harga
  komoditas, seperti emas, tembaga, perak, timah, dan
  nikel.&lt;br /&gt;Pemerintah juga melihat adanya penambahan dan penyesuaian
  tarif untuk beberapa komoditas dengan melihat perkembangan harga dan
  produk baik nasional maupun global.&lt;br /&gt;Selain itu, sudah ada pula
  kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pengenaan royalti
  terhadap Mineral Ikutan Ekonomis/Berharga. Terakhir, alasan lain
  adalah adanya arahan pimpinan dalam rangka optimalisasi penerimaan
  negara.&lt;br /&gt;Usulan tarif&lt;br /&gt;Tembaga&lt;br /&gt;Usulan tarif royalti
  konsentrat tembaga dikenakan terhadap produk konsentrat PT AMNT&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;HMA Tembaga &amp;lt;7.000 US$/dmt naik menjadi 9% dari sebelumnya
  7%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 7.000 sampai &amp;lt;10.000 US$/dmt naik menjadi 11%
  dari sebelumnya 7,5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 10.000 sampai &amp;lt;13.000 US$/dmt
  naik menjadi 12% dari sebelumnya 8%&lt;br /&gt;HMA Tembaga ≥13.000 US$/dmt
  naik menjadi 13% dari sebelumnya 10%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Usulan tarif
  royalti katoda tembaga dikenakan terhadap produk   konsentrat PT
  AMNT&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Tembaga &amp;lt;7.000 US$/dmt naik menjadi 7% dari
  sebelumnya   4%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 7.000 sampai &amp;lt;10.000 US$/dmt naik
  menjadi 8%   dari sebelumnya 5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 10.000 sampai
  &amp;lt;13.000 US$/dmt   naik menjadi 9% dari sebelumnya 6%&lt;br /&gt;HMA
  Tembaga ≥13.000 US$/dmt   naik menjadi 10% dari sebelumnya 7&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Emas&lt;br /&gt;Usulan Tarif Royalti Emas berupa penyesuaian
  interval   dan tarif dari HMA 2.500 US$/toz hingga interval tertinggi
  ≥ 5.000   US$/toz, untuk mengakomodir lonjakan harga.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;HMA Emas &amp;lt;2.500 US$/troy ounce dikenakan tarif 14% dari
  sebelumnya HMA Emas &amp;lt;1.800 US$/troy ounce tarif 7%&lt;br /&gt;HMA Emas
  2.500 hingga &amp;lt;3.000 US$/troy ounce dikenakan tarif 15% dari
  sebelumnya HMA Emas 1.800 hingga &amp;lt;2.000 US$/troy ounce tarif
  10%&lt;br /&gt;HMA Emas 3.000 hingga &amp;lt;3.500 US$/troy ounce dikenakan
  tarif 16% dari sebelumnya HMA Emas 2.000 hingga &amp;lt;2.200 US$/troy
  ounce tarif 11%&lt;br /&gt;HMA Emas 3.500 hingga &amp;lt;4.000 US$/troy ounce
  dikenakan tarif 17% dari sebelumnya HMA Emas 2.200 hingga &amp;lt;2.500
  US$/troy ounce tarif 12%&lt;br /&gt;HMA Emas 4.000 hingga &amp;lt;4.500 US$/troy
  ounce dikenakan tarif 18% dari sebelumnya HMA Emas 2.500 hingga
  &amp;lt;2.700 US$/troy ounce tarif 14%&lt;br /&gt;HMA Emas 4.500 hingga
  &amp;lt;5.000 US$/troy ounce dikenakan tarif 19% dari sebelumnya HMA Emas
  2.700 hingga &amp;lt;3.000 US$/troy ounce tarif 15%&lt;br /&gt;HMA Emas ≥5.000
  US$/troy ounce dikenakan tarif 20% dari sebelumnya HMA Emas ≥3.000
  US$/troy ounce tarif 16%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perak&lt;br /&gt;Usulan
  Tarif Royalti Perak berupa perubahan dari   tarif yang sebelumnya flat
  5% menjadi tarif progresif dari interval   terendah HMA &amp;lt; 60
  US$/toz untuk mengakomodir kenaikan harga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Perak
  &amp;lt;60 US$/toz dikenakan tarif 5%&lt;br /&gt;HMA Perak 60   hingga &amp;lt;80
  US$/toz dikenakan tarif 6%&lt;br /&gt;HMA Perak 80 hingga   &amp;lt;100 US$/toz
  dikenakan tarif 7%&lt;br /&gt;HMA Perak ≥100 US$/toz   dikenakan tarif
  8%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bijih Nikel&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Nikel
  &amp;lt;16.000 US$/ton naik menjadi 14% dari sebelumnya   HMA Nikel
  &amp;lt;18.000 US$/ton tarif 14%&lt;br /&gt;HMA Nikel 16.000 hingga   &amp;lt;18.000
  US$/ton naik menjadi 15% dari sebelumnya HMA Nikel 18.000   hingga
  &amp;lt;21.000 US$/ton tarif 15%&lt;br /&gt;HMA Nikel 18.000 hingga   &amp;lt;20.000
  US$/ton naik menjadi 16% dari sebelumnya HMA Nikel 21.000   hingga
  &amp;lt;24.000 US$/ton tarif 16%&lt;br /&gt;HMA Nikel 20.000 hingga   &amp;lt;22.000
  US$/ton naik menjadi 17% dari sebelumnya HMA Nikel 24.000   hingga
  &amp;lt;31.000 US$/ton tarif 18%&lt;br /&gt;HMA Nikel 22.000 hingga   &amp;lt;26.000
  US$/ton naik menjadi 18% dari sebelumnya HMA Nikel ≥31.000   US$/ton
  tarif 19%&lt;br /&gt;HMA Nikel ≥26.000 US$/ton menjadi 19%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Timah&lt;br /&gt;Usulan Tarif Royalti Timah berupa penyesuaian
  (interval) dan tarif dari HMA 20.000 USD/ton hingga interval ≥50.000
  USD/ton untuk mengakomodir kenaikan harga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;HMA Timah
  &amp;lt;20.000 US$/ton naik menjadi 5% dari sebelumnya   3%&lt;br /&gt;HMA
  Tembaga 20.000 sampai &amp;lt;30.000 US$/ton naik menjadi 7,5%   dari
  sebelumnya 5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 30.000 sampai &amp;lt;35.000 US$/ton   naik
  menjadi 10% dari sebelumnya 7,5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga 35.000 sampai
  &amp;lt;40.000 US$/ton naik menjadi 12% dari sebelumnya 10%&lt;br /&gt;HMA
  Tembaga 40.000 sampai &amp;lt;45.000 US$/ton tarif 15%&lt;br /&gt;HMA Tembaga
  45.000 sampai &amp;lt;50.000 US$/ton tarif 17,5%&lt;br /&gt;HMA Tembaga ≥50.000
  US$/ton tarif 20%&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260511111959-4-733962/royalti-emas-tembaga-nikel-cs-bakal-diubah-pengusaha-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-11T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
