Alamtri Resources (ADRO) Bakal Buyback Saham Rp4 Triliun Mulai April 2026

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Thu Mar 12 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro) merancang pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan nilai maksimum hingga Rp4 triliun. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.
Corporate Secretary adro Maharani Cindy Opssedha mengatakan rencana pembelian kembali saham ini disampaikan sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada publik sekaligus memenuhi ketentuan peraturan di pasar modal.
“Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000.000,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (12/3/2026).
Buyback saham tersebut akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPST.
Pelaksanaan buyback juga akan mengikuti ketentuan dalam POJK No. 29/2023 serta Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas. Dalam aturan tersebut, jumlah nilai nominal saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari total modal ditempatkan perseroan dan tidak boleh membuat kekayaan bersih perseroan lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.
Perseroan memperkirakan pelaksanaan buyback dapat dimulai pada 20 April 2026 apabila agenda tersebut disetujui dalam RUPST.
Manajemen menilai rencana buyback saham ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk memanfaatkan kondisi pasar dalam kurun waktu pelaksanaan yang direncanakan.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan sehingga harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” kata Maharani.
Perseroan menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan. Hal ini karena saldo laba dan arus kas perseroan dinilai cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut.
Dana untuk pembelian kembali saham akan sepenuhnya bersumber dari kas internal perseroan. Jika seluruh dana yang dialokasikan digunakan, total aset dan ekuitas perseroan berpotensi berkurang hingga Rp4 triliun.
Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan di pasar reguler melalui BEI dengan harga penawaran lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, perseroan juga telah melakukan buyback saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi pada periode 16 Mei hingga 2 Juni 2025 sebanyak 33 juta saham atau sekitar 0,11% dari total modal disetor.
Selanjutnya, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 2 Juni 2025, perseroan kembali melaksanakan program buyback selama 12 bulan sejak 3 Juni 2025.
Dalam periode tersebut hingga 28 Februari 2026, perseroan telah membeli kembali sebanyak 556,19 juta saham atau sekitar 1,89% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Dengan demikian, total saham hasil buyback yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 28 Februari 2026 mencapai 589,19 juta saham atau sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント