BUVA Siapkan Rights Issue Rp 1,54 T, MGLV dan PSSI Ekspansi Bisnis

Admin Ugems
読了時間: 2 分 - Wed Oct 07 07:00:00 GMT 2026

Jakarta -

Market OverviewIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (6/10) di zona hijau. IHSG naik 1,21% ke level 6.192,93.Penguatan IHSG antara lain ditopang saham BYAN yang melesat 9,80%, disusul AMMN naik 6,89% dan MORA menguat 7,82%. Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar bergerak melemah, seperti BBCA yang turun 1,21%, BBRI terkoreksi 0,32%, dan BREN turun 1,02%.Dari aktivitas investor, asing mencatatkan net sell Rp597,49 miliar di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai net sell mencapai Rp629,87 miliar.
Seluruh 11 sektor saham yang tercatat di BEI berakhir menguat. Sektor transportasi menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi, yakni 3,16%.Sentimen positif juga terlihat dari pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,49% ke level 51.521, S&P 500 bertambah 0,58% ke 7.818, sedangkan Nasdaq menguat 0,45% ke 27.599.BYAN menjadi salah satu saham yang memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan IHSG. Saham tersebut naik 9,80% dan memberikan pengaruh sebesar 19,67 poin terhadap indeks. Pergerakan BYAN berkaitan dengan perkembangan transaksi akuisisi saham, termasuk peningkatan jumlah saham yang akan dialihkan menjadi 10,08 miliar saham dari sebelumnya 10 miliar saham. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan struktur kepemilikan perseroan.Sementara itu, ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08%. Berbeda dengan EIDO, indeks MSCI Indonesia tercatat turun 0,31%.Berita EmitenPT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) BUVA mendapat lampu hijau untuk melaksanakan rights issue atau PMHMETD II. Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 5 Oktober 2026.Dalam aksi tersebut, BUVA menetapkan rasio 4:1 dan akan menerbitkan 6,15 miliar saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp250 per saham, sehingga dana yang berpotensi diperoleh perseroan mencapai sekitar Rp1,54 triliun.Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan pengembangan dan pembiayaan. BUVA mengalokasikan Rp426,34 miliar sebagai penyertaan modal untuk pengembangan West Resort Uluwatu.Selanjutnya, Rp417,80 miliar akan digunakan untuk pelunasan dipercepat utang kepada Bank Mandiri. Perseroan juga menyiapkan Rp390,34 miliar untuk pembangunan Uluwatu Estate.Adapun masing-masing Rp 150 miliar dialokasikan untuk renovasi Alila Ubud dan pengembangan Bintan Land. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam aksi tersebut, kepemilikannya berpotensi terdilusi maksimal 20%.Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 19-30 Oktober 2026. Sementara itu, cum-right di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 13 Oktober 2026, dengan recording date pada 15 Oktober 2026.PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) MGLV melanjutkan pengembangan bisnis pusat data melalui dua anak usahanya.Nextier Askara Center (NAC) mengambil alih sekaligus menambah kapasitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Tambahan kapasitas sebesar 36 MW tersebut membuat total kapasitas JababekaDC menjadi 42 MW.Di lokasi lain, Nextier GenAi Center (NGC) mengembangkan data center di KEK Industropolis Batang. Fasilitas BatangDC tersebut dirancang dengan kapasitas hingga 60 MW.Untuk membiayai pengembangan kedua fasilitas tersebut, MGLV memberikan corporate guarantee atas fasilitas pinjaman BNI yang diterima NAC dan NGC. NAC memperoleh fasilitas pinjaman hingga Rp4,13 triliun, sedangkan NGC memperoleh fasilitas hingga Rp6,63 triliun.Dengan demikian, total fasilitas yang terkait dengan kedua anak usaha tersebut mencapai Rp10,75 triliun. Nilai ini tercatat sebagai transaksi material karena setara dengan 94,14 kali ekuitas MGLV per 30 Juni 2026 yang sebesar Rp114,23 miliar.Melalui pengembangan tersebut, MGLV menargetkan kapasitas data center yang dikelolanya dapat mencapai sekitar 102 MW. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kapasitas eksisting sebesar 6 MW di Jababeka.PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) PSSI menambah enam kapal baru untuk memperkuat armadanya. Penambahan tersebut terdiri dari dua kapal tunda atau tugboat dan empat tongkang atau barge.Kapal-kapal tersebut memiliki kapasitas masing-masing lebih dari 10.000 ton dan dibangun di dua galangan kapal yang berada di Batam. Penambahan armada menjadi bagian dari program peremajaan kapal untuk mendukung kegiatan pengangkutan dry bulk.Dengan tambahan enam unit tersebut, PSSI bersama entitas anak kini mengoperasikan total 47 unit armada per 30 September 2026.Perseroan masih menyiapkan penambahan armada berikutnya. PSSI merencanakan dua set tugboat dan barge serta dua barge tambahan yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal III 2026 hingga awal kuartal IV 2026.Selain memperkuat bisnis pengangkutan batu bara, PSSI juga mulai menjajaki segmen liquid bulk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas sumber pendapatan di luar bisnis angkutan batu bara.Rekomendasi Saham Hari IniENRG - Buy 1060-1075 | TP 1095-1110 | SL 1010AMMN - Buy 4470-4490 | TP 4610-4740 | SL 4250BYAN - Buy 13300-13400 | TP 13600-13825 | SL 12575IATA - Buy 112-114 | TP 117-119 | SL 107MEDC - Buy 1425-1435 | TP 1460-1485 | SL 1360Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
(ang/ang)



Source https://finance.detik.com

ページコメント