Dikit Lagi Tuntas, RKAB Batu Bara Sudah Disetujui Hampir 600 Juta Ton

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Tue Apr 07 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk perusahaan pertambangan batu bara hampir sepenuhnya selesai. Pemerintah saat ini telah menyetujui RKAB batu bara mendekati angka 600 juta ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa proses persetujuan RKAB saat ini sudah berada di tahap akhir. Pihaknya tinggal menunggu beberapa perusahaan tambang untuk melengkapi kekurangan dokumen persyaratan administrasi.
"Hampir finish. Ya kan ini ada beberapa yang belum lengkap dan lain sebagainya, suruh lengkap-lengkapin tapi sudah hampir selesai lah," ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).



Tri memaparkan bahwa akumulasi volume persetujuan produksi batu bara saat ini terus bergerak naik dari angka sebelumnya yang berada di level 580 juta ton.
"(Dari 580 juta ton) sudah bergerak, sudah mendekati, hampir selesai lah. Ya gitulah kira-kira," tambahnya.
Terkait wacana kebijakan relaksasi atau pelonggaran kuota produksi batu bara yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Tri membenarkan adanya rencana "relaksasi terukur" tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah belum menetapkan mekanisme teknis maupun waktu pelaksanaan revisi RKAB tersebut.
Pemerintah sangat berhati-hati dalam menambah kuota produksi agar tidak merusak keseimbangan pasar. Menurut Tri, penambahan pasokan yang tidak terkendali justru berisiko memicu kelebihan pasokan (oversupply) yang pada akhirnya akan menekan harga batu bara.
"Mekanismenya belum. Ini kan supply demand, begitu nanti supply-nya over lagi ya pasti turun lagi (harganya)," jelas Tri.
Di sisi lain, Tri memastikan bahwa alokasi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO), khususnya bagi pembangkit listrik PT PLN (Persero), dalam kondisi yang sangat aman. Ia menyebutkan bahwa proses pengamanan pasokan saat ini sudah masuk ke tahap penyelesaian kontrak.
"Insya Allah aman. Untuk saat ini ya tinggal kontrak antara PLN sama yang diberikan tugas," pungkasnya.
Target batu bara
Untuk sektor batu bara, pemerintah berencana memangkas produksi pada 2026 menjadi kurang lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790 juta ton.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemangkasan target produksi ini ditujukan guna mendorong harga batu bara kembali naik dan menjaga cadangan batu bara ke depannya.
Menurut dia, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514 juta ton batu bara atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga batu bara.
"Akibatnya apa supply and demand tidak terjaga, artinya harga batu bara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," ujar Bahlil, dikutip Senin (19/1/2026).

(pgr/pgr)



Source https://www.cnbcindonesia.com

ページコメント