IHSG Ditutup Melemah 0,38%, Saham DEWA, ADMR hingga BUMI Lesu

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Thu Sep 17 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2026). Sejumlah saham seperti DEWA, admr, hingga BUMI bergerak lesu hingga penutupan perdagangan.
Data BEI menunjukkan IHSG ditutup melemah 0,38% ke 6.436,85. Dari ratusan konstituen, sebanyak 213 saham menguat, 456 melemah, dan 294 saham stagnan.
Dari jajaran LQ45, pelemahan harga saham dipimpin oleh PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang turun 6,57% ke Rp370, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (admr) turun 4,43% ke Rp1.510, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 2,88% ke Rp202.
Hal yang sama terjadi pada PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang turun 2,42% ke Rp605, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 2,17% ke Rp900, dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 1,86% ke Rp2.110.

Sebaliknya, kinerja menguat dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 4,09% ke Rp4.830, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,98% ke Rp5.150, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 1,81% ke Rp7.025.
Hal yang sama terjadi pada PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 1,42% ke Rp2.850, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 1,32% ke Rp2.300, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) naik 1,02% ke Rp12.400.
Sebelumnya, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda mengatakan tekanan terhadap IHSG terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai US$102,65 per barel, sedangkan Brent berada di level US$106,93 per barel. Pada saat yang sama, rupiah kembali melemah ke sekitar Rp17.694 per dolar AS.
Di sisi lain, “Kenaikan UST 10Y ke sekitar 5% turut meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market,” kata Reza dalam risetnya, Rabu (16/9/2026).
Reza mencatat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin telah mencapai 92,4%. Setelah keputusan tersebut, perhatian pasar diperkirakan bergeser pada panduan kebijakan bank sentral AS, khususnya potensi suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama (higher-for-longer).
Secara teknikal, Reza mengatakan IHSG telah menembus ke bawah (breakdown) moving average (MA) 20 di level 6.548 dan keluar dari pola rising wedge. Indikator MACD juga telah membentuk bearish crossover, yang menunjukkan momentum pelemahan masih berlangsung.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント