Net Sell Asing Makin Besar, Ini Saham Paling Banyak Dijual Kemarin

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Wed Apr 01 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) jumbo sebesar Rp1,28 triliun di seluruh pasar pada perdagangan, Selasa (31/3/2026). Angka ini lebih besar dibandingkan hari sebelumnya, yakni Rp 686 miliar.
Aksi jual ini terpantau masih menyasar sejumlah saham big caps, khususnya sektor perbankan dan komoditas.
Saham Bank Rakyat Indonesia(BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp290,2 miliar. Disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp118 miliar dan PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp110 miliar.
Tak hanya itu, saham-saham seperti ANTM, GOTO, hingga CUAN juga masuk dalam radar jual asing.
Secara keseluruhan, nilai transaksi mencapai Rp13,23 triliun, dengan total beli asing Rp5,97 triliun dan jual Rp7,25 triliun.
Selengkapnya, berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp290,2 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp118 miliar
PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp110 miliar
PT bumi resources Tbk (BUMI) - Rp88,1 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp73,7 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp66,9 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp55 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp51,4 miliar
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp46,3 miliar
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp42 miliar


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah. IHSG ditutup turun 0,61% atau -43,45 poin ke level 7.048,22.
Sebanyak 270 saham naik, 435 turun, dan 253 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,92 triliun, melibatkan 25,73 miliar saham dalam 1,72 juta kali transaksi.
Sepanjang hari volatilitas IHSG terbilang tinggi. IHSG mengawali perdagangan di zona hijau, tetapi kemudian terperosok ke zona merah. IHSG akhirnya menutup sesi 1 dengan koreksi, setelah sebelumnya sempat menguat.
Mengutip Refinitiv, utilitas, energi, dan industri menjadi sektor yang mengalami koreksi paling besar. Hal ini seiring dengan saham seperti Barito Renewables Energy (BREN), Bayan Resources (BYAN), hingga Energi Mega Persada (ENRG) yang menjadi beban utama IHSG.


(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

ページコメント