RI Pastikan Tak Hanya Andalkan Impor Minyak dari Timur Tengah!

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Fri Mar 13 07:01:00 GMT 2026

Indramayu, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan energi nasional tetap aman meskipun terjadi penutupan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) kementerian esdm Laode Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar kondisi tersebut tidak menimbulkan krisis energi di dalam negeri.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan pasokan minyak mentah yang berasal dari negara-negara Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz. Namun piaknya juga menyiapkan diversifikasi pasokan energi dengan membuka kerja sama dengan negara lain.



"Kemarin sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa kita tidak hanya mengandalkan sumber yang berasal dari negara Timur Tengah khususnya yang melewati Selat hormus, tapi juga ke negara-negara lain, termasuk kita juga kan melanjutkan kerjasama dengan badan usaha Amerika Serikat," kata Laode ditemui di Kawasan Kilang Balongan dikutip Jumat (13/3/2026).
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. Terutama menyusul ditutupnya Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di timur tangah.
Bahlil membeberkan bahwa setiap harinya Selat Hormuz dilewati sekitar 20,1 juta barel minyak per hari. Adapun, sebagian minyak mentah yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah juga melewati jalur tersebut.
"Atas arahan bapak presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang selat hormuz dittutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di kementerian esdm, Selasa (3/3/2026).
Ia pun memerinci, dari total impor minyak mentah RI, sekitar 20-25% berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui selat itu. Sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.
Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sehingga tidak terperangkap dinamika global yang saat ini masih berlangsung.

(pgr/pgr)



Source https://www.cnbcindonesia.com

ページコメント