United Tractors (UNTR) Jual 1.690 Komatsu hingga Mei 2026, Turun 28,05%

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Tue Jun 30 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan volume penjualan alat berat dengan merek Komatsu sebanyak 1.690 unit sepanjang Januari—Mei 2026. Penjualan ini turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan operasional bulanan, penjualan alat berat UNTR itu turun 28,05% dibanding realisasi lima bulan 2025 sebanyak 2.349 unit.
Jumlah itu terdiri atas penjualan Komatsu sebanyak 610 unit pada Januari, 259 unit pada Februari, 238 unit pada Maret, 306 unit pada April, dan 277 unit pada Mei tahun ini.
Penjualan Komatsu UNTR sepanjang tahun berjalan sampai Mei 2026 didominasi oleh konsumen dari sektor pertambangan 43%. Selain itu, sektor argo sebesar 24%, konstruksi 19%, dan kehutanan sebesar 14%.

Adapun pada bulan Mei saja, UNTR menjual sebanyak 277 unit Komatsu. Penjualan tersebut didominasi 53% dari bisnis argo, 19% bisnis konstruksi, 16% bisnis pertambangan, dan 12% bisnis kehutanan.
Sementara itu, pangsa pasar dari Komatsu secara year to date hingga April 2026 adalah sebesar 17%.
UNTR Revisi Target Penjualan Alat Berat
Corporate Secretary United Tractors Ari Setiyawan mengatakan perseroan merevisi sejumlah target operasional tahun 2026, termasuk target penjualan alat berat Komatsu, menyusul penurunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan yang memengaruhi permintaan.
"Kami revisi target penjualan Komatsu menjadi sekitar 4.000 unit," ujar Ari kepada Bisnis belum lama ini.
Target terbaru tersebut lebih rendah dibandingkan target awal perseroan yang dipatok sebanyak 4.600 unit untuk tahun ini. Sebelumnya.
Sepanjang 2025, United Tractors membukukan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 4.420 unit, turun 16% dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 5.270 unit.
Selain memangkas target penjualan alat berat, United Tractors juga merevisi sejumlah target operasional lainnya. Produksi batu bara dan overburden removal PT Pamapersada Nusantara diperkirakan turun sekitar 15%—17%, sementara target penjualan batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung direvisi menjadi sekitar 9,6 juta ton pada 2026.
Di sisi lain, perseroan menargetkan penjualan emas sekitar 82.000 ons dan nickel ore sekitar 1,2 juta wet metric ton (wmt) sepanjang tahun ini.
"Kami akan review kembali target apabila terdapat revisi atau pelonggaran RKAB pada semester II/2026," kata Ari.
Sebelumnya, Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menuturkan tahun 2026 menjadi tahun yang cukup menantang bagi United Tractors, baik dari aspek eksternal, geopolitik, hingga perubahan regulasi, yang banyak mempengaruhi bisnis UNTR.
“Kami berusaha sebaik mungkin memitigasi seluruh tantangan yang kami hadapi dan di saat yang sama kami juga tidak berhenti untuk memikirkan jangka panjangnya seperti apa,” ucap Iwan dalam konferensi pers UNTR beberapa pekan lalu.
Iwan memperkirakan kondisi menantang bagi UNTR mungkin masih akan berlangsung selama setidaknya sampai tahun ini. Iwan menuturkan selama kuartal I/2026, UNTR melihat terjadinya penurunan penjualan alat berat, penurunan produksi batu bara, dan penurunan produksi emas akibat penghentian operasi tambang Martabe.
Dengan tantangan ini, Iwan menjelaskan UNTR memilih strategi defensif, berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan bisnis-bisnis yang dimiliki saat ini.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント