Asing Net Sell Rp365 Miliar di Sesi I, LegoADMF Hingga BBCA

Admin Ugems
Leitura de 2 minutos - Wed Sep 30 01:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (29/9/2026), di tengah tekanan berkelanjutan usai kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) soal harga minimum saham mulai berlaku kemarin.
IHSG pada penutupan sesi I turun 12,86 poin atau 0,21% ke level 6.135. Pada pembukaan, indeks dibuka di posisi 6.118,81, dan tekanan jual langsung terasa sejak awal perdagangan hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.013,08 sekitar pukul 09.30 WIB. Pasar kemudian menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sempat menguat tajam ke level tertinggi harian 6.150,55 menjelang pukul 11.00 WIB, sebelum aksi ambil untung kembali menyeret indeks ke zona merah.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,34 triliun dengan volume 231 juta lot, sementara sebanyak 451 saham melemah, 262 saham stagnan, dan hanya 250 saham menguat.



Volatilitas tinggi ini terjadi bertepatan dengan mulai berlakunya kebijakan BEI yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler dan pasar tunai sejak Senin (28/9/2026), yang turut memicu tekanan jual pada sejumlah saham "gocap". Dari eksternal, kebijakan moneter global yang lebih ketat, penguatan dolar AS, serta kenaikan harga energi masih membayangi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia, sementara rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan.
Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, yaitu Rp365,88 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp5,61 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,62 triliun dan foreign sell Rp2,99 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) dengan nilai mencapai Rp243,05 miliar - jauh melampaui saham lainnya. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp104,54 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp75,20 miliar.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp63,57 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp39,89 miliar, serta PT bukit asam Tbk. (PTBA) Rp38,33 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sebesar Rp33,59 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp25,07 miliar, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) Rp10,34 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp66,87 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) senilai Rp30,93 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp21,68 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp17,10 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp15,41 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Selasa (29/9/2026).
Net Foreign Buy

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp66,87 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp30,93 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp21,68 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp17,10 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp15,41 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp14,65 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp13,27 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp12,38 miliar
PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp11,51 miliar
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp9,99 miliar

Net Foreign Sell

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) - Rp243,05 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp104,54 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp75,20 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp63,57 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp39,89 miliar
PT bukit asam Tbk. (PTBA) - Rp38,33 miliar
PT adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp33,59 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp25,07 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp10,34 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) - Rp10,03 miliar


(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentários da Página