Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kembali menambah koleksi raihan dividennya. Kali ini, Danantara mendapatkan dividen dari tiga perusahaan tambang, yaitu PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (ptba), PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM).
Sebagai informasi, holding industri pertambangan, MIND ID menguasai mayoritas saham pada sejumlah emiten tambang strategis. Ketika ptba, ANTM, dan TINS membagikan dividen, sebagian besar dana tersebut mengalir ke MIND ID.
Di antara emiten-emiten tambang tersebut, emiten emas ANTM menyumbang nilai dividen terbesar untuk tahun buku 2025. ANTM membagikan dividen sebesar Rp210 per saham.
MIND ID diketahui menggenggam sebanyak 15,61 miliar saham ANTM. Dengan demikian, MIND ID akan mendapatkan bagian dividen sebesar Rp3,28 triliun dari ANTM.
Emiten tambang selanjutnya yang memberikan kontribusi dividen cukup besar untuk MIND ID adalah ptba. Dengan dividen sebesar Rp114,51 per saham, ptba akan memberikan dividen sebesar Rp869,76 miliar ke MIND ID.
Sementara itu, TINS akan memberikan kontribusi dividen sebesar Rp426,88 miliar kepada MIND ID.
Adapun PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akan memberikan dividen sebesar Rp77,9 per saham, yang berarti senilai total Rp279,15 miliar kepada MIND ID.
Total keseluruhan dividen emiten-emiten tambang pelat merah tersebut yang akan didapatkan oleh MIND ID adalah Rp4,85 triliun.
Di sisi lain, Danantara melalui PT Danantara Asset Management menjadi pengendali dari sejumlah BUMN di BEI. Danantara Asset Management akan mendapatkan total dividen Rp54,7 triliun dari enam perusahaan tercatat di BEI, yaitu BBNI, BBRI, BMRI, JSMR, SMGR, dan TLKM.
Penyumbang dividen terbesar untuk portofolio Danantara adalah BMRI, dengan nilai dividen sebesar Rp18,11 triliun.
Selanjutnya adalah BBRI dengan nilai dividen Rp16,67 triliun, dan TLKM dengan nilai dividen yang diperkirakan sebesar Rp11,29 triliun.
Adapun apabila keseluruhan dividen yang didapatkan Danantara Asset Management dan MIND ID digabungkan, maka total nilainya akan mencapai Rp59,56 triliun.
Source https://www.bisnis.com