Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Mulai Bangkit

Admin Ugems
En minuts läsning - Mon Aug 24 07:01:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) jumbo di pasar saham Indonesia sepanjang pekan perdagangan 18-21 Agustus 2026. Investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih Rp 2,23 triliun di seluruh pasar yang terdiri dari Rp 548,58 miliar di pasar reguler dan 1,68 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Saham-saham bank besar dan komoditas masih menjadi buruan utama dana asing di tengah reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus kembali level psikologis 6.500.



Sepanjang pekan tersebut, IHSG melanjutkan tren penguatan dan ditutup di level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026), naik 0,37% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Penguatan indeks turut ditopang oleh saham-saham perbankan pelat merah yang juga menjadi favorit investor asing pekan ini.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari Stockbit, berikut daftar saham dengan nilai net buy asing di pasar reguler terbesar periode 18-21 Agustus 2026:

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) - Rp745,3 miliar
Bank Central Asia (BBCA) - Rp409,1 miliar
Amman Mineral Internasional (AMMN) - Rp329,1 miliar
Aneka Tambang (ANTM) - Rp251,2 miliar
J Resources Asia Pasifik (PSAB) - Rp133,6 miliar
Timah (TINS) - Rp125,1 miliar
bumi resources Minerals (BRMS) - Rp88,6 miliar
Barito Pacific (BRPT) - Rp40,1 miliar
Bank Negara Indonesia (BBNI) - Rp38,6 miliar
Vale Indonesia (INCO) - Rp37,3 miliar

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin daftar net buy asing dengan nilai mencapai Rp745,3 miliar, jauh di atas saham lainnya. Saham bank BUMN ini juga tercatat sebagai penopang utama penguatan IHSG akhir pekan lalu, dengan kontribusi 14,01 poin ke indeks setelah melesat 2,87% ke level Rp3.230 per saham pada penutupan Jumat.
Di posisi kedua, Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan net buy asing senilai Rp409,1 miliar. Saham-saham perbankan besar lainnya, yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), juga masuk dalam daftar dengan net buy Rp38,6 miliar, melengkapi tren akumulasi asing di sektor finansial sepanjang pekan ini.
Sementara itu, saham-saham berbasis komoditas dan tambang turut diburu asing. Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat net buy Rp329,1 miliar, disusul Aneka Tambang (ANTM) dengan Rp251,2 miliar. Beberapa saham tambang lain seperti J Resources Asia Pasifik (PSAB), Timah (TINS), bumi resources Minerals (BRMS), dan Vale Indonesia (INCO) juga masuk jajaran top net buy asing pekan ini.
Aliran dana asing yang deras ke saham perbankan dan komoditas ini sejalan dengan sentimen penguatan sektor finansial dan utilitas yang menopang reli IHSG sepanjang pekan. Meski demikian, pasar masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal, mulai dari eskalasi konflik AS-Iran, pergerakan yield US Treasury, hingga risalah FOMC yang menunjukkan perdebatan arah suku bunga The Fed.
Dari dalam negeri, investor turut menanti rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Transaksi Berjalan kuartal II-2026 dari Bank Indonesia, yang akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah arus modal asing dapat terus berlanjut ke pasar saham domestik pada pekan-pekan mendatang.

(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Kommentarer