Sumber Global (SGER) Siapkan Rp90 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

Admin Ugems
En minuts läsning - Sun Jun 28 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) telah menyiapkan dana senilai RP90 miliar untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo pada 10 Juli 2026.
Sekretaris Perusahaan SGER Michael Harold menyampaikan perseroan telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk. Tahap I Tahun 2024 Seri B.
"Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy, Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B sebesar Rp90 miliar siap untuk dilunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo," tulis Michael lewat keterbukaan informasi, dikutip Minggu (28/6/2026).
Adapun, Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk Tahap I Tahun 2024 Seri B tersebut akan jatuh tempo pada 10 Juli 2026.


Dalam perkembangan terbaru, SGER juga mengantongi kontrak pengiriman batu bara ke Vietnam bernilai jumbo sebesar US$154,68 juta, atau setara Rp2,68 triliun (kurs Rp17.300 per dolar AS).
Kontrak pasokan batu bara tersebut untuk mendukung operasi komersial Pembangkit Listrik Tenaga Panas Song Hau 1 di Vietnam untuk periode 2026 hingga 2027.
"Kontrak ini menandakan kembalinya SGER secara kuat ke Vietnam, salah satu pasar energi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," kata Direktur Utama SGER Welly Thoma.
Welly menilai raihan kontrak jumbo tersebut menjadi kesuksesan perseroan di tengah kondisi pasar komoditas yang kompleks. Sebelum Vietnam, SGER juga telah meraih kontrak batu bara di pasar negara-negara Asia lainnya seperti Filipina dan Bangladesh.
Melansir laporan keuangan kuartal I/2026 yang tidak diaudit, SGER meraup pendapatan bersih sebesar Rp2,50 triliun atau meningkat 1,6% secara year on year (YoY). Sebesar 75% atau Rp1,87 triliun pendapatan perseroan didapatkan dari segmen batu bara, kemudian kontribusi kedua dengan pangsa 18% didapat dari kokas minyak bumi senilai Rp450,87 miliar.
Selain itu, ada pula segmen nikel yang menyumbang pendapatan Rp147,10 miliar, pasir dan kapur Rp25,61 miliar, solar senilai Rp2,15 miliar, serta produk kelapa sawit yang berkontribusi sebesar Rp1,50 miliar.



Source https://www.bisnis.com

Kommentarer