CFO Bayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam

Admin Ugems
A Minute Read - Wed Sep 23 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur sekaligus Chief Financial Officer PT bayan resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, melaporkan penjualan sebagian sahamnya di perseroan. Transaksi ini dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 September 2026, di tengah gonjang-ganjing isu pengambilalihan saham BYAN oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka yang disampaikan sesuai POJK Nomor 4/2024, McLeod menjual 185.200 unit saham BYAN pada 21 September 2026 dengan harga Rp13.352 per saham. Transaksi berjenis penjualan langsung ini tidak melibatkan skema Repurchase Agreement.



Dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham McLeod di BYAN berkurang dari 4.000.000 unit menjadi 3.814.800 unit. Meski demikian, porsi hak suaranya di perseroan tercatat tidak berubah, yakni tetap sebesar 0,01% baik sebelum maupun sesudah transaksi.
McLeod menjabat sebagai Direktur PT bayan resources Tbk sejak 18 Maret 2008 hingga saat ini. Warga negara asing asal Inggris ini memiliki latar belakang sebagai akuntan profesional di beberapa firma akuntansi di Inggris, serta pernah menjabat sebagai Country Head Corporate Restructuring KPMG pada 1997-2004. Ia juga tercatat pernah menjadi Direktur Non-Eksekutif di Kangaroo Resources Limited pada 2012-2014.
Dari sisi pendidikan, McLeod meraih Scottish Higher National Diploma bidang akuntansi dari Napier College, Edinburgh pada 1987, dan menjadi anggota Institute of Chartered Accountants of Scotland pada 1991. Dalam laporannya, ia menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota direksi lain, dewan komisaris, maupun pemegang saham utama dan pengendali perseroan.
Transaksi penjualan saham oleh McLeod ini muncul di tengah rangkaian kabar seputar rencana pengalihan saham BYAN kepada kelompok usaha Haji Isam yang telah bergulir sejak Agustus 2026. Isu ini sempat memicu lonjakan harga saham BYAN yang naik 18,75% ke level Rp17.100 pada 18 Agustus 2026, dengan kapitalisasi pasar sempat mencapai Rp496,55 triliun, meski manajemen BYAN maupun emiten terafiliasi Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), saat itu membantah mengetahui rencana transaksi dimaksud.
Kabar akuisisi kembali menguat pada pertengahan September 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026, yang mencakup rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham BYAN atau setara 30% dari total saham beredar perseroan. Kabar ini kembali mengerek saham BYAN, yang melonjak 19,96% ke level Rp13.825 per saham usai pengumuman tersebut, meski perseroan menegaskan transaksi masih bersifat bersyarat dan penyelesaiannya bergantung pada sejumlah persyaratan pendahuluan.

(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments