Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak di Sumatra untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional hingga tiga bulan. Keputusan ini dinilai penting guna memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kapasitas penyimpanan minyak nasional saat ini masih terbatas. Adapun, kapasitas penyimapan RI saat ini baru mampu menopang kebutuhan sekitar 20 hingga 25 hari.
Bahlil menilai pembangunan fasilitas penyimpanan menjadi prioritas agar pemerintah memliki ruang yang cukup untuk menampung minyak dalam jumlah besar.
"Storage kita harus dibangun dulu. Untuk minimal 3 bulan. Kalau impor banyak mau taruh di mana? Emang faktanya begitu bukan salah siapa-siapa," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di kementerian esdm, dikutip Rabu (4/3/2026).
Adapun, feasibility study untuk proyek tersebut saat ini sedang berjalan dan ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada tahun ini. Meski begitu, ia belum merinci secara detail lokasi pembangunan tangki penyimpanan tersebut.
"FS lagi jalan, target tahun ini dilakukan. Lokasi di Sumatra jangan tanya saya detailnya," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di berbagai wilayah. Mulai dari Lhokseumawe Aceh hingga Fakfak Papua Barat.
Hal ini menyusul diserahkannya 18 dokumen pra feasibility study (pra-FS) terkait proyek hilirisasi dari Tim Satgas Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
Berdasarkan bahan paparan kementerian esdm, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan investasi mencapai Rp 232 triliun. Terdiri dari proyek kilang senilai Rp 160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp 72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960.
Adapun, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 18 wilayah. Seperti Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak.
(pgr/pgr)
Source https://www.cnbcindonesia.com