Deretan 10 Akuisisi Jumbo Emiten Sepanjang 2026: DSSA, SINI dan BUMI Teratas

Admin Ugems
3 Minute Read - Sun Sep 13 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) merampungkan aksi akuisisi dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah sepanjang 2026. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tercatat sebagai emiten dengan nilai akuisisi terbesar yang telah diselesaikan hingga September 2026.
Berdasarkan rekap transaksi yang dihimpun Bisnis Indonesia, terdapat 35 aksi akuisisi yang melibatkan 29 emiten sepanjang 2026 hingga September. Transaksi tersebut mencakup aksi yang telah diselesaikan maupun yang masih berada dalam tahap proses atau perencanaan.
Jika hanya melihat transaksi yang telah diselesaikan dan memiliki nilai yang diketahui, DSSA berada di posisi teratas dengan nilai akuisisi sekitar Rp4 triliun. Selanjutnya terdapat PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) dengan nilai sekitar Rp1,73 triliun dan PT bumi resources Tbk. (BUMI) senilai sekitar Rp1,004 triliun.
10 Akuisisi Terbesar yang Telah Rampung
Berikut daftar 10 aksi akuisisi emiten dengan nilai transaksi terbesar yang telah diselesaikan sepanjang 2026 hingga 9 September:




Peringkat
Emiten
Target Akuisisi
Kepemilikan
Nilai Transaksi




1
DSSA
PT Bali Media Telekomunikasi
100%
Rp4 triliun


2
SINI
PT Kemilau Mulia Sakti
99,99%
Rp1,73 triliun


3
BUMI
Loyal Metals Ltd.
100%
Rp1 triliun


4
PKPK
PT Deli Pratama Angkutan Laut
49%
Rp890 miliar


5
RAJA
PT Layar Nusantara Gas
5%
Rp670,2 miliar


6
BNII
PT Maybank Sekuritas Indonesia
51%
Rp583,74 miliar


7
TOWR
PT Bach Multi Global Tbk.
25,52%
Rp460,7 miliar


8
WBSA
PT Bermuda Inovasi Logistik
99,99%
Rp215 miliar


9
UANG
PT Daria Mulia Properti
63,03%
Rp156 miliar


10
BAYU
PT Mandala Prima Perkasa
100%
Rp112,5 miliar



DSSA memimpin daftar setelah menyelesaikan pengambilalihan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) dengan nilai transaksi sekitar Rp4 triliun. DSSA mengambil alih lebih dari 99% saham BMT, yang kemudian menjadi entitas anak perseroan.
Setelah BMT menjadi entitas anak, DSSA juga melakukan penambahan modal senilai Rp8,54 triliun untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan tersebut.
Direktur DSSA David Fernando Audy dan Daniel Cahya menjelaskan rangkaian transaksi tersebut dilakukan agar BMT memiliki keleluasaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
“BMT merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99% dan DSSA perlu memberi keleluasaan bagi BMT untuk berfokus pada pelaksanaan kegiatan usahanya,” kata David dan Daniel dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (22/7/2026).
Di posisi kedua, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menyelesaikan pengambilalihan 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,73 triliun. Transaksi tersebut melibatkan sekitar 507,38 juta saham.
Sementara itu, PT bumi resources Tbk. (BUMI) berada di posisi ketiga setelah menyelesaikan akuisisi Loyal Metals Ltd. (LLM), perusahaan tambang tembaga dan emas yang didirikan berdasarkan hukum Australia.
BUMI melakukan transaksi tersebut melalui bumi resources Australia Pty Ltd (BRA), anak usaha yang 100% sahamnya dimiliki perseroan. Akuisisi tersebut melibatkan 175,71 juta saham Loyal Metals dengan nilai sekitar Rp1,004 triliun atau setara AU$79,07 juta. Transaksi tersebut diselesaikan pada 4 September 2026.
“Perseroan melalui anak usahanya di Australia yaitu bumi resources Australia Pty Ltd, yang merupakan anak usaha Perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Australia, yang 100% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, telah melakukan transaksi akuisisi atas sejumlah 175.710.515 saham yang merupakan 100% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada Loyal,” demikian keterangan BUMI dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (4/9/2026).
Selanjutnya, PT Paragon Karya Perkasa Tbk. (PKPK) menyelesaikan akuisisi 49% saham PT Deli Pratama Angkutan Laut dengan nilai sekitar Rp890 miliar atau US$50 juta.
PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) juga menyelesaikan pengambilalihan 5% saham PT Layar Nusantara Gas dengan nilai sekitar Rp670,2 miliar atau US$38,575 juta.
Pada sektor jasa keuangan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) mencatatkan dua transaksi akuisisi sepanjang 2026. Salah satunya masuk dalam 10 besar berdasarkan nilai transaksi, yakni pengambilalihan 51% saham PT Maybank Sekuritas Indonesia senilai Rp583,74 miliar.
Selain transaksi tersebut, BNII mengambil alih 51% saham PT Maybank Asset Management dengan nilai sekitar Rp5,35 miliar.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) berada di posisi ketujuh setelah menyelesaikan pengambilalihan 25,52% saham PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) dengan nilai sekitar Rp460,7 miliar.
Transaksi tersebut melibatkan sekitar 1,04 miliar saham. Setelah transaksi, kepemilikan TOWR di BACH menjadi 51%.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) menempati posisi kedelapan melalui pengambilalihan 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik senilai Rp215 miliar.
WBSA juga melakukan transaksi kedua dengan mengambil alih 99,99% saham PT Sinar Jatimitra senilai Rp17,13 miliar.
Selanjutnya, PT Pakuan Tbk. (UANG) menyelesaikan pengambilalihan 63,03% saham PT Daria Mulia Properti dengan nilai sekitar Rp156 miliar. UANG juga mengambil alih 99,99% saham PT Vasanta Daria Development dengan nilai Rp45 miliar.
PT Bayu Buana Tbk. (BAYU) melengkapi daftar 10 besar setelah menyelesaikan pengambilalihan 100% saham PT Mandala Prima Perkasa dengan nilai sekitar Rp112,5 miliar.
Rencana Akuisisi Bernilai Besar Masih Berproses
Di luar transaksi yang telah rampung, terdapat sejumlah rencana akuisisi dengan nilai transaksi yang lebih besar. Namun, aksi tersebut masih berada dalam tahap proses sehingga tidak dimasukkan dalam daftar 10 akuisisi terbesar yang telah diselesaikan.
PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU), misalnya, memproses pengambilalihan 49% saham PT Borneo Prima dengan nilai sekitar Rp21,24 triliun berdasarkan rekap transaksi.
PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) juga memproses rencana akuisisi terhadap 14 entitas pemilik fasilitas rumah sakit dengan nilai sekitar Rp9 triliun.
Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memproses rencana akuisisi bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dengan nilai sekitar US$207 juta atau sekitar Rp3,68 triliun.
PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) juga memproses rencana pengambilalihan 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun.
Adapun PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) memproses rencana pengambilalihan 40% saham PT Armada Maritim Persada dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp1,6 triliun atau US$90 juta. /Dyah Ayu Kusuma Wardhani.



______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Page Comments