Emiten Prajogo Pangestu (PTRO) Raih Nilai Kontrak Rp70 Triliun Semester I/2025

Admin Ugems
A Minute Read - Tue Oct 07 01:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kontraktor tambang milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) menyampaikan telah memperoleh nilai kontrak sebesar US$4,32 miliar atau setara dengan Rp70,11 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.231 per dolar AS 30 Juni 2025) sepanjang semester I/2025.
Direktur Petrosea Ruddy Santoso mengatakan pada semester I/2025, PTRO mencatatkan rekor nilai kontrak (backlog) sebesar US$4,3 miliar. Nilai kontrak ini tumbuh 60% secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar US$2,69 miliar.
“Petrosea terus mendorong pertumbuhan organik melalui perolehan kontrak backlog, baik dari pelanggan yang sudah ada maupun dari pelanggan-pelanggan baru,” ucap Ruddy dalam paparan publik Petrosea, Senin (6/10/2025).
Dia melanjutkan PTRO juga terus mengedepankan diversifikasi basis pelanggan dan sektor industri yang dilayani, sehingga mampu membantu mengurangi ketergantungan pada satu sektor industri.

Pada semester I/2025 ini, nilai kontrak PTRO terbesar berasal dari segmen batu bara thermal yang mencapai 49% dari nilai kontrak, lalu segmen nikel sebesar 29%, dan segmen batu bara metalurgi sebesar 15%.
Kemudian segmen emas dan tembaga sebesar 3% dari nilai kontrak, dan segmen minyak dan gas sebesar 4% dari total nilai kontrak.
Adapun kontribusi dari batu bara thermal terhadap nilai kontrak PTRO mengalami penurunan dari 71% pada semester I/2024 menjadi 49% pada semester I/2025. Hal ini sejalan dengan strategi diversifikasi perseroan.
Lebih lanjut, Ruddy menuturkan PTRO menerapkan kontrak yang memperhatikan mekanisme penyesuaian harga atau price adjustment mechanism. Dengan mekanisme ini, exposure terhadap volatilitas harga komoditas dapat diminimalkan.
Di sisi lain, kata dia, PTRO juga fokus pada produk dan jasa dengan nilai tambah yang memberi ruang lebih luas untuk mempertahankan margin.
“Dengan kombinasi strategi pertumbuhan organik melalui kontrak baru dan pertumbuhan inorganik melalui akuisisi strategis ditambah disiplin dalam menjaga efisiensi dan manajemen risiko, perseroan optimistis dapat menjaga pendapatan yang tumbuh secara berkelanjutan dengan margin yang sehat,” ujarnya.



Source https://www.bisnis.com

Page Comments