Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah emiten seperti adro, ICBP, hingga JPFA masih mampu menorehkan kinerja positif hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 1,75% ke posisi 397,41. Dari 27 konstituen, sebanyak 6 saham menguat, 19 melemah, dan 2 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro) yang naik 1,33% ke Rp2.280, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 0,76% ke Rp1.980, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 0,76% ke Rp6.650, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 0,65% ke Rp308.
Penguatan juga dialami oleh saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 0,40% ke Rp500 dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang menguat 0,37% ke Rp2.720.
Sebaliknya, pelemahan kinerja dialami oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang turun 6,25% ke Rp1.425, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 4,05% ke Rp5.925, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 2,82% ke Rp2.410, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 2,74% ke Rp1.420.
Pelemahan juga dialami oleh PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang turun 2,36% ke Rp1.240, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 1,98% ke Rp1.485, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 1,90% ke Rp3.100, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 1,89% ke Rp1.040.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari memprediksi pergerakan IHSG pekan ini masih berada dalam tren turun (downtrend) jangka menengah meski sempat mengalami rebound dari level terendah 5.318 hingga 6.377.
Dia menjelaskan, secara teknikal terlihat bahwa belum terbentuk break of structure di atas area swing high sebelumnya, serta posisi penutupan yang masih berada di bawah MA5, MA10, dan MA20. Di sisi lain, pelemahan histogram positif MACD dan Stochastic RSI yang mulai bergerak di area pivot mengindikasikan momentum penguatan mulai terbatas, sehingga IHSG berpeluang menguji area support 5.700–5.800 pada pekan ini.
"Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400," kata Brigita, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, konfirmasi pembalikan tren menjadi bullish baru akan terbentuk apabila IHSG mampu menutup perdagangan mingguan di atas level 6.452, sehingga setiap penguatan sebelum level tersebut tercapai masih dikategorikan sebagai relief rally.
Dari sisi sentimen pasar, dia melihat investor saat ini masih cenderung wait and see di tengah sentimen yang saling tarik menarik. Di satu sisi, perhatian investor akan tertuju pada rangkaian data makroekonomi utama semester pertama, mulai dari inflasi, neraca perdagangan, tingkat kepercayaan konsumen, hingga keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia pada pertengahan Juli mendatang.
Di sisi lain, pemerintah mulai meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun melalui delapan program insentif guna menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua 2026.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat upaya konsolidasi fiskal melalui efisiensi anggaran, termasuk rencana pengurangan alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghematan subsidi energi, serta berbagai langkah reformasi kebijakan yang dinilai dapat memperbaiki persepsi terhadap kondisi fiskal Indonesia.
"Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati efektivitas implementasi kebijakan tersebut serta menunggu penilaian lanjutan dari lembaga pemeringkat kredit, sehingga arah arus modal asing diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan pasar domestik," tandasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Source https://www.bisnis.com