Jelang Libur Panjang Lebaran, Asing Terciduk Borong Saham Ini

Admin Ugems
A Minute Read - Fri Mar 13 07:01:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) di pasar saham domestik pada perdagangan kemarin, Kamis (12/3/2026). Berdasarkan data perdagangan, total net foreign buy mencapai Rp1 triliun dari total nilai transaksi Rp10,01 triliun.
Sejumlah saham sektor energi, perbankan, hingga telekomunikasi menjadi incaran utama investor global menjelang libur panjang lebaran tahun ini. Sebagai informasi, bursa saham Tanah Air akan libur pada 18-24 Maret 2026 seiring dengan perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri.
Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp209,7 miliar.
Di posisi kedua terdapat saham adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan net foreign buy sebesar Rp196,3 miliar, diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) yang mencatat pembelian bersih asing sekitar Rp184,8 miliar.
Selain itu, saham Sinarmas Multiartha (SMMA) juga masuk daftar saham yang banyak dikoleksi asing dengan net buy sekitar Rp180,5 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp209,7 miliar
PT adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp196,3 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp184,8 miliar
PT Sinar Mas Multuartha Tbk (SMMA) - Rp180,5 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp108,5 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp100,4 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp59,6 miliar
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp54,7 miliar
PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) - Rp50,6 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) - Rp48,9 miliar


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,37% atau melemah 27,28 poin ke level 7.362,12 pada akhir perdagangan sesi kedua kemarin
Sebanyak 211 saham naik, 461 turun, dan 149 lainnya tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 13,38 triliun melibatkan 26,81 miliar saham dalam 1,61 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun jadi Rp 13.150 triliun
Mayoritas sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor infrastruktur, properti dan konsumer non primer. Adapun hanya sektor teknologi dan finansial yang menguat.
Saham emiten berkapitalisasi besar tercatat menjadi penggerak kinerja IHSG. Tercatat saham-saham yang menopang kinerja IHSG kemarin, termasuk DCII, BBCA, BMRI, BYAN, dan SMMA.
Sementara itu beban terbesar IHSG pada perdagangan hari ini adalah pelemahan saham BREN, DSSA, BRMS, VKTR dan MORA.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments