Lima Teknologi Kereta di RI, Ada Whoosh 350 Km/Jam

Admin Ugems
A Minute Read - Sat Jul 25 01:00:00 GMT 2026

Jakarta - Lima teknologi canggih dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam ekosistem perkeretaapian di tanah air. Mulai dari lokomotif diesel, kereta rel listrik atau KRL, kereta rel diesel dan listrik atau, LRT dengan sistem operasi otomatis, hingga kereta cepat dengan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.Keberagaman teknologi tersebut mendukung KAI Group dalam melayani 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I 2026. Pada periode yang sama, KAI juga melayani 32.498.043 ton barang, terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas non-batu bara.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, setiap teknologi memiliki karakter operasional, sumber tenaga, sistem pengendalian, serta pola perawatan yang berbeda.
"Perbedaan teknologi tersebut dikelola melalui standar keselamatan, keandalan, kompetensi pekerja, dan disiplin operasi yang konsisten. Tujuannya sama, yaitu memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, tepat waktu, andal, dan nyaman bagi pelanggan," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).Apa saja teknologi yang dioperasikan KAI? Berikut ini rangkumannya:1. Lokomotif DieselTeknologi lokomotif diesel menjadi penggerak utama layanan kereta api antarkota, lokal, wisata, dan barang. Pada Semester I 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan.Lokomotif diesel juga mendukung distribusi berbagai komoditas melalui layanan kereta api barang di Jawa dan Sumatra. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 32,50 juta ton barang untuk mendukung rantai pasok sektor energi, industri, perkebunan, peti kemas, bahan bakar minyak, semen, dan komoditas lainnya.Pada segmen wisata, KAI Wisata melayani 164.743 pelanggan, meningkat 64,45% dibandingkan 100.176 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung beragam pilihan perjalanan, mulai dari kereta wisata, kereta panoramic, kereta istimewa, hingga layanan perjalanan berbasis kereta api lainnya.2. KRLUntuk mobilitas perkotaan, teknologi KRL dan sarana commuter mendukung KAI Commuter dalam melayani 204.151.200 pelanggan, meningkat 6,58% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 191.540.583 pelanggan.Layanan tersebut menjadi penyumbang volume pelanggan terbesar KAI Group dengan cakupan Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta-Solo, Surabaya, Merak-Rangkasbitung, serta sejumlah wilayah lainnya.3. KRDESementara itu, teknologi kereta rel diesel dan listrik (KRDE) mendukung layanan regional dan konektivitas bandara. KAI Bandara melayani 3.482.897 pelanggan, meningkat 0,99% dibandingkan 3.448.622 pelanggan pada Semester I 2025. KA Makassar-Parepare melayani 172.011 pelanggan, meningkat 15,42% dibandingkan 149.035 pelanggan.4. Operasi OtomatisPada teknologi operasi otomatis, LRT Jabodebek menggunakan sistem persinyalan berbasis komunikasi dengan tingkat otomatisasi Grade of Automation 3 atau GoA3. Sistem tersebut memungkinkan pengaturan kecepatan, jarak antarrangkaian, pemberhentian, serta perjalanan dilakukan secara otomatis dan dipantau melalui pusat kendali operasi.Sepanjang Semester I 2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 13.040.403 pelanggan. Adapun LRT Sumsel melayani 2.206.496 pelanggan pada periode yang sama.5. Kereta CepatPada layanan berkecepatan tinggi, kereta cepat atau dikenal dengan Whoosh menggunakan rangkaian yang memiliki kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam. Sepanjang Semester I 2026, Whoosh melayani 2.938.834 pelanggan, meningkat 0,08% dibandingkan 2.936.578 pelanggan pada Semester I 2025. Anne mengatakan, capaian tersebut menunjukkan setiap teknologi memiliki peran sesuai karakter mobilitas masyarakat.
(hal/hns)



Source https://finance.detik.com

Page Comments