Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) tercatat menguasai cadangan batu bara terbesar nomor satu di dunia dengan jumlah menembus 247,9 miliar ton. Tak ayal, melimpahnya cadangan batu bara tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk memanfaatkan batu bara secara masif.
Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. EIA) yang dicatat PT Bukit Asam Tbk (PTBA), total cadangan batu bara dunia diperkirakan mencapai sekitar 1,1 triliun ton. Dari jumlah tersebut, Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan cadangan 247,9 miliar ton, jauh melampaui negara-negara produsen utama lainnya.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bambang Ismawan membeberkan bahwa negara-negara besar seperti AS memiliki cadangan yang sangat melimpah. Selain memanfaatkan sumber daya dalam negaranya, AS juga melakukan pembelian batu bara dari negara lain seperti Kolombia untuk menjaga cadangan dalam negerinya.
"Jadi ternyata negara-negara sekelas Amerika tuh cadangannya besar sekali, 247,9 miliar ton. Dan dan Rusia, China, dan mereka-mereka itu negara itu cadangannya besar, tapi dia beli batu bara. Iya kan, hebatnya mereka itu, Amerika itu kan belinya dari Kolombia, dari gitu-gitu, Pak. Tapi dia di dalam negeri atau didiemin aja. Itulah hebatnya negara-negara maju, Pak," kata Bambang di Jakarta, dikutip Rabu (7/10/2026).
Peringkat cadangan batu bara terbesar dunia secara berurutan ditempati oleh Amerika Serikat sebesar 247,9 miliar ton, Rusia 162,2 miliar ton, China 157,0 miliar ton, Australia 149,5 miliar ton, dan India 127,7 miliar ton.
Sementara itu, Indonesia berada di posisi keenam dengan cadangan 31,9 miliar ton atau hanya menyumbang sekitar 2 hingga 3% dari total cadangan dunia.
Bambang menambahkan bahwa strategi negara maju yang mengamankan cadangan batu bara raksasa mereka menjadi catatan penting bagi penataan pengelolaan energi di Indonesia ke depannya.
Sebagai perbandingan, total sumber daya batu bara Indonesia saat ini tercatat sebesar 98,41 miliar ton memiliki cadangan nasional 31,89 miliar ton, di mana BUMN PTBA menguasai 2,88 miliar ton cadangan terbukti.
"Jadi porsi Bukit Asam hanya 5,81%. Maksudnya apa? Jadi kita tidak dikuasai oleh negara. batu bara hari ini kan lebih banyak di swasta. Nah itu nanti itu yang sudah kejadian lah di masa lalu, tapi saya ingin mengingatkan bahwa batu bara adalah milik nasional, milik negara harusnya," ujarnya.
Bambang menekankan pentingnya menata kembali pengelolaan sumber daya alam nasional agar sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia mengatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya semestinya dikuasai oleh negara untuk kemakmuran seluruh rakyat.
"Nah oleh karena itu kami selalu tekankan kepada atau kami kepada ya pemegang kebijakan, policy gitu, ingat bahwa batu bara itu adalah milik negara, sumber daya alam. Itu kan bukan buatan. Pasal 33-nya kan jelas, Pak, ya. Kalau Pasal 33, bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," tandasnya.
(pgr/pgr)
Source https://www.cnbcindonesia.com