Saat IHSG Berdarah, Asing Parkir Duit di Sini

Admin Ugems
A Minute Read - Mon Jun 08 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Meski investor asing masih mencatatkan net sell jumbo Rp7,39 triliun sepanjang pekan lalu, ternyata tidak semua saham ditinggalkan.
Di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8,69% dalam sepekan, sejumlah saham berbasis komoditas dan energi justru masih diborong investor asing.
Mayoritas saham yang masuk daftar ini berasal dari sektor energi, batu bara, mineral, hingga logam. Ini menunjukkan bahwa ketika investor asing mengurangi eksposur terhadap saham-saham perbankan besar, sebagian dana justru mengalir ke saham berbasis komoditas dan resource.

Berikut daftar saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang perdagangan 2-5 Juni 2026:

PT bumi resources Tbk (BUMI) - net buy Rp327,8 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - net buy Rp187,8 miliar
PT Timah Tbk (TINS) - net buy Rp145 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - net buy Rp143,3 miliar
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - net buy Rp136,1 miliar
PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) - net buy Rp115,9 miliar
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - net buy Rp73,2 miliar
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (EMAS) - net buy Rp68,2 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - net buy Rp63,6 miliar
PT Indika Energy Tbk (INDY) - net buy Rp59,5 miliar


Sepanjang perdagangan 2-5 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar dan mencatatkan salah satu pelemahan mingguan terdalam dalam beberapa tahun terakhir.
IHSG ditutup di level 5.594,77 atau merosot 8,69% dibanding posisi pekan sebelumnya di 6.127,38. Bahkan, indeks sempat menyentuh level terendah 5.594,11 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi mingguan di 6.264,26.
Koreksi tajam ini juga membuat IHSG menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan Asia sepanjang pekan lalu.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah derasnya arus keluar dana asing dan tekanan hampir merata di berbagai sektor. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut Rp922 triliun dalam sepekan menjadi Rp9.807 triliun dari sebelumnya Rp10.729 triliun.
Meski volume transaksi harian rata-rata naik 8,66% menjadi 33,63 miliar saham, nilai transaksi harian justru turun hampir 5% menjadi Rp26,97 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas jual di pasar.
Secara sektoral, sektor teknologi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 14,08%, diikuti sektor industri 13,32% dan properti 11,33%, sementara sektor keuangan turun relatif lebih kecil sebesar 6,74%.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments