ADRO, ADMR, AADI Bertahan saat Saham Konglomerasi Turun, Masih Layak Dikoleksi?

Admin Ugems
2 分钟阅读 - Tue Jan 27 01:00:00 GMT 2026

ADRO, ADMR, AADI Bertahan saat Saham Konglomerasi Turun.(Dok. MI/AI)

DI tengah tekanan pasar global dan sentimen risk-off yang membuat banyak grup konglomerasi tertekan, adaro Group justru tampil berbeda. Saham-saham di bawah payung adaro seperti ADRO, ADMR, dan AADI menunjukkan ketahanan, bahkan menjadi target akumulasi investor asing.
Apa yang membuat adaro Group tetap solid saat yang lain goyah? Berikut ulasan lengkapnya.
Fondasi Utama: Cash Flow Kuat dan Valuasi Menarik
Salah satu alasan utama investor asing tetap nyaman berada di adaro Group adalah arus kas yang kuat dan konsisten, ditopang oleh:Baca juga : BBCA Tertekan Aksi Jual Asing, Saham Turun 3,75 Persen ke Level Rp7.700

Dividen yang atraktif, menjadikan saham adaro sebagai jangkar portofolio saat market volatil.
Harga batu bara global (ICE Newcastle) yang kembali menguat ke kisaran US$109,55/ton, memberi bantalan pada kinerja laba.
Valuasi yang masih masuk akal, dengan downside relatif terbatas.

Kombinasi ini membuat adaro tetap relevan bahkan di fase siklus komoditas yang tidak ideal.
Alamtri Resources Indonesia (ADRO)
Sebagai induk usaha, ADRO memiliki posisi strategis dengan kepemilikan sekitar 85% saham ADMR. Artinya, kinerja ADMR sangat menentukan arah valuasi ADRO.
Value Driver Utama ADRO

Kenaikan SOTP (Sum of The Parts) seiring menguatnya kinerja ADMR.
Diversifikasi ke energi terbarukan (PLTA & PLTS), mengurangi ketergantungan pada batu bara.
Peluang ekspor listrik, membuka pasar regional dan monetisasi kapasitas berlebih.
Potensi peningkatan kapasitas hydro, selaras dengan tren energi hijau dan kebutuhan data center.

Katalis Positif ADRO

Kinerja ADMR yang solid langsung mendongkrak valuasi ADRO.
Progres proyek energi hijau menjadi bukti nyata eksekusi transisi energi.
Valuasi masih di bawah nilai buku (PBV < 1x), membuka peluang rerating.

Risiko ADRO

Proyek renewable berpotensi molor sehingga rerating tertunda.
Pertumbuhan volume tambang terbatas akibat RKAB ketat.
Ketergantungan tinggi pada ADMR membuat koreksi ADMR berdampak langsung ke ADRO.

Alamtri Minerals Indonesia (ADMR)
Dalam satu tahun terakhir, harga saham ADMR naik lebih dari 100%. Kenaikan ini bukan tanpa alasan.Baca juga : Indef: Masuknya Investor Asing ke Saham Tambang Logam tidak Terjadi secara Tiba-tiba
Mengapa ADMR Bisa Melonjak?

Fokus pada coking coal dan aluminium, bukan thermal coal.
Produk digunakan untuk baja dan manufaktur, sehingga lebih tahan siklus.
Gangguan suplai Australia (Queensland) membuat pasar seaborne ketat.
India menjadi pembeli utama, menyerap suplai global.

Katalis Positif ADMR

Harga coking coal bertahan tinggi.
India terus menjadi demand driver utama.
Diversifikasi ke aluminium memperkuat struktur bisnis.

Risiko ADMR

Permintaan Tiongkok belum pulih penuh.
Normalisasi suplai Australia bisa menekan harga.
Eksekusi ekspansi aluminium yang melambat dapat menunda pertumbuhan laba.

adaro Andalan Indonesia (AADI)
Berbeda dengan ADMR yang growth-driven, AADI menawarkan cerita cash flow dan dividen.
Kekuatan Utama AADI

Valuasi murah sekitar 4x FY26F P/E, diskon signifikan dibanding emiten sejenis.
Mayoritas penjualan berbasis kontrak jangka panjang, membuat arus kas lebih stabil.
Dampak RKAB cut relatif sudah priced-in.
Efisiensi operasional dari tambang hingga delivery menekan biaya.

Katalis Positif AADI

Pengetatan suplai nasional berpotensi mendorong ASP.
Dividend yield 8-12% dari kombinasi cash flow kuat dan payout menarik.
Integrasi supply chain meningkatkan margin jangka panjang.

Risiko AADI

Oversupply dari Tiongkok dan India.
Harga coal yang stagnan membatasi upside laba.
Permintaan global melemah akibat perlambatan ekonomi dan transisi energi.

Tabel Perbandingan Harga Perdaganagn Terakhir ADRO, ADMR, dan AADI



Kode Saham
Perusahaan
Harga Terakhir (IDR)





ADRO
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Rp 2.390



ADMR
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
Rp 2.280



AADI
PT adaro Andalan Indonesia Tbk
Rp 8.425




Data diolah dari penutupan perdagangan saham Senin (26/1/2026).
Kesimpulan: Mengapa Asing Tetap Nyaman di adaro Group?
adaro Group memiliki struktur bisnis yang seimbang:

ADMR sebagai mesin pertumbuhan berbasis komoditas industri.
AADI sebagai penyumbang arus kas dan dividen.
ADRO sebagai holding dengan potensi value unlock dan opsi energi hijau.

Dengan cash flow kuat, valuasi menarik, dan diversifikasi bisnis yang jelas, adaro Group mampu bertahan bahkan saat konglomerasi lain mulai goyah.
Tak heran jika investor asing melihat adaro bukan sekadar saham batu bara, melainkan platform energi dan sumber daya jangka panjang dengan risiko terukur. (Diolah dari data komunitas trader Sat-Set Cuan/Ajaib Sekuritas/Z-10)



Source https://mediaindonesia.com

页面评论