AS Cabut China Lanjutkan Proyek Kebanggaan Jokowi

Admin Ugems
一分钟阅读 - Tue Aug 15 06:30:00 GMT 2023

Jakarta, CNBC Indonesia -Akhirnya, proyek hilirisasibatu bara di dalam negeri menemukan titik cerah. Pasca perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yakni Air Products and Chemicals memutuskan keluar dari konsorsium pengembangan hilirisasibatu bara menjadi DimethylEther (DME) bersama PT Bukit Asam Tbk(PTBA) dan PT Pertamina (Persero), kali ini sudah ada perusahaan baru yang menggantikan yaitu dari China.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses negosiasi dengan perusahaan asal China untuk menggantikan posisi Air Products pada proyek gasifikasi batu bara di SumateraSelatan (Sumsel) itu.
"Ya itu memang perusahaan dari China sedang kita proses. Kita sedang rapat negosiasi, nah mudah-mudahan mereka nanti bisa (masuk). Tentunya kita harapkan menggantikan Air Products," jelas Arsal usai acara RUPS PTBA. Tahun Buku 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta, dikutip Jumat (16/6/2023).


ADVERTISEMENT
















SCROLL TO RESUME CONTENT








Pilihan Redaksi


Diganggu AS & UE, Jalan Terjal Proyek Jokowi Tiada Habisnya!


Mirisnya Nasib Proyek Kesayangan Jokowi, Auto Elus Dada


Top! Baru 4 Bulan, Proyek Kebanggan Jokowi Hasilkan Rp165 T







Sebagaimana diketahui, hilirisasi pertambangan menjadi program kebanggaan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dengan hilirisasi, komoditas pertambangan bisa meningkatkan nilai tambahnya.
Arsal menyampaikan, progres saat ini, pihaknya sudah menyiapkan sebuah kawasan industri untuk proyek hilirisasi batu bara dengan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang diharapkan akan masuk tersebut.
Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan cadangan batu bara hingga 3 miliar ton untuk menjalankan proyek gasifikasi tersebut.
"Kalau kita dari PTBA sendiri, kita kan sudah secara internal menyiapkan kawasan industri hilirisasinya. Kalau dari sumbernya, batu baranya, kan memang kita sudah memiliki cadangan sebesar hampir 3 miliar (ton). Nah itu kan tinggal nanti negosiasi dengan pihak China-nya," tambah Arsal.
"Kami juga ikuti apa yang diarahkan pemerintah," tutupnya.
China juga masuk dengan BUMI
Tak hanya dengan PTBA, perusahaan asal China juga akan menggantikan Air Products di proyek hilirisasi batu bara milik anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan juga PT Arutmin Indonesia.
Presiden Direktur (BUMI), Adika Nuraga Bakrie memastikan proyek hilirisasi batu bara yang digarap dua anak usahanya itu akan tetap berjalan. Sekalipun tanpa perusahaan asal AS yakni Air Products.
"Kebetulan kita baru ganti partner dengan perusahaan China produk akhirnya ini akhirnya berubah tadinya dengan Air Products metanol sekarang kita bisa menjadi amonia," ujar Adika saat ditemui usai acara Jakarta Energy Forum 2023, Rabu (31/5/2023).
Meski demikian, Adika enggan membeberkan lebih rinci mengenai calon mitra yang dimaksud. Ia pun menargetkan groundbreaking proyek hilirisasi batu baranya pada awal 2024. "Nanti kita akan umumkan namanya kalau sudah waktunya," ujarnya.
Sebelumnya kedua anak usaha BUMI ini berencana mengembangkan produk hilirisasi batu bara menjadi metanol. Menurut Adika, perubahan produk hilirisasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Salah satunya yakni pasar.
"Pertimbangan pasar dan juga mungkin kalau amonia sendiri 1/3 dari kapasitas bisa kita pakai sendiri untuk amonia nitrat itu salah satu pertimbangan dan lebih ke market lah," ungkap .
Seperti diketahui, selain dengan anak usaha BUMI perusahaan petrokimia asal Amerika Serikat ini juga memutuskan hengkang dari proyek kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) terkait gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).


[Gambas:Video CNBC]





Artikel Selanjutnya


Jokowi Sudah Buat Peta, RI Ketiban 'Durian Runtuh' Rp8.120 T





(pgr/pgr)



Source https://www.cnbcindonesia.com

页面评论