Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Admin Ugems
2 分钟阅读 - Sat Jul 25 01:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan dalam pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026), di tengah derasnya aksi jual investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 1,75% ke level 6.204,63. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 594 saham melemah, hanya 80 saham menguat, sementara 115 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,51 triliun dengan volume perdagangan 24,61 miliar saham dalam 1,46 juta kali transaksi.



Pelemahan indeks turut dibayangi sentimen eksternal, mulai dari lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, hingga pemberlakuan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan saham-saham bank jumbo serta emiten seperti BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini.
Baca: Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.204
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, di tengah pelemahan indeks tersebut, investor asing turut membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp6,54 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,89 triliun dan foreign sell Rp3,65 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai mencapai Rp386,06 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT bumi resources Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai Rp142,89 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp123,37 miliar.
Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp113,07 miliar, PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp55,68 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp43,90 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp43,49 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp30,17 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp26,34 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp25,73 miliar.
Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp176,97 miliar - jauh melampaui saham lainnya.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp36,34 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp34,17 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp13,42 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp11,06 miliar, serta PT adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp10,22 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026).
Net Foreign Buy

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp176,97 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp36,34 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp34,17 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp13,42 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp11,06 miliar
PT adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp10,22 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) - Rp9,28 miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp7,62 miliar
PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp6,93 miliar
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp5,71 miliar

Net Foreign Sell

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp386,06 miliar
PT bumi resources Tbk. (BUMI) - Rp142,89 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp123,37 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp113,07 miliar
PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp55,68 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp43,90 miliar
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp43,49 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) - Rp30,17 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp26,34 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp25,73 miliar


(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

页面评论